UNI
SOVIET NEGARA ADIKUASA YANG SUDAH RUNTUH
Oleh :
Bagus
Amrulloh Eri Pradana (140731602432)
Devi Intan Permatasari (140731600835)
Yuni Susanti (140731601514)
Mahasiswa Jurusan Sejarah, Program Studi Pendidikan
Sejarah
Universitas
Negeri Malang
ABSTRAK
: Rusia merupakan
negara yang menjadi pelopor terbentuknya negara Uni Soviet Uni Soviet dalam
melaksanakan pemerintahannya menggunakan ideologi komunisme. Glasnot
dan Perestoika merupakan penyebab runtuhnya Uni Soviet.
Selain itu, penerapan ekonomi
yang awalnya diperkirakan akan memakmurkan rakyat Uni Soviet ternyata malah
membuat penderitaan yang mendalam, seperti penerapan yang dilakukan Stalin, Grigory Yalinsky dan
juga Gorbachev. Akibat dari ekonomi yang semakin memburuk dan tidak kuatnya negara melawan
pemberontakan,akhirnya pada tanggal 25 Desember 1991, Uni Soviet secara resmi
runtuh.
Kata
Kunci : Keruntuhan Uni Soviet, komunis, glasnost, peristoika, pakta Warsawa
Perubahan merupakan sebuah keharusan yang tidak dapat
disingkirkan dari kehidupan manusia. Tanpa perubahan, manusia tidak akan bisa
berkembang dan terlambat dalam penerapan teknologi dan informasi yang semakin
hari semakin berkembang.
Begitu
pula perubahan yang terjadi pada berbagai negara di dunia. Perubahan akan
menjadi sebuah cahaya untuk negara yang ingin berkembang. Namun, tidak sedikit dampak dari perubahan tersebut
membuat keruntuhan, yaitu keruntuhan Uni Soviet menjadi beberapa negara bagian.
Hasil dan Pembahasan
Politik dan Pemerintahan Uni
Soviet
Uni Soviet
merupakan negara adikuasa yang menjadi pusat dalam percaturan dunia selain
Amerika Seikat. Uni Soviet yang mampu berjaya dengan peralatan teknologi dan
militer yang serba canggih tersebut ternyata tidak mampu bertahan selama
Amerika Serikat. Hingga pada akhirnya negeri yang awalnya dibangun oleh Lenin
tersebut mengalami keruntuhan.
Uni
Soviet berdiri pada tanggal 26 Desember 1922 melalui sebuah Revolusi yang
mengubah kondisi Rusia secara keseluruhan. Revolusi ini menandai lahirnya
ideologi baru yang diterapkan di pemerintahan sebagai reaksi atas berkembangnya
paham liberalisme yang dianut oleh sebagian negara Eropa. Kelak negara ini akan
menjadi negara besar dan mampu mengubah politik percaturan dunia (Henry
Schmand.2005:547).
Model pemerintahan Uni Soviet
merupakan model pemerintahan yang menerapkan komunisme yang menitikberatkan
pada semua alat-alat produksi dikuasai oleh negara sebagai lawan dari
liberalisme dan corak pemerintahan yang begitu otoriter. Pengorganisasiran
ideologi tersebut dikendalikan oleh partai yang dalam pemerintahan komunis
terdapat satu partai (mono partai).
Pada hal ini, kita bisa menyatakan
bahwa Uni Soviet pada awalnya merupakan negara yang mempunyai sistem sebagai
lawan dari liberalisme yang pada saat itu digadang-gadang akan membuat negara
menjadi makmur dengan model yang begitu bebas. Ideologi komunisme merupakan
lawan dari ideologi liberalisme yang juga diterapkan dalam negara.
Uni
Soviet didirikan oleh Vladimir Ilyich Ulyanov atau yang lebih dikenal dengan
nama Lenin, seorang tokoh penganut setia paham Marxisme. Lenin merupakan tokoh
Bolshevik yang termahsyur berani melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Tsar
II sebagai pemegang kekuasaan Uni Soviet dengan dukungan dari partai Bolshevik
yang pada waktu itu sedang tumbuh secara pesat kekuataanya yang didukung oleh
sebagian masyarakat Rusia (Henry Schmand.2005:540).
Lenin
menghabiskan dua puluh tahun mempersiapkan rancangan bagi gerakan
revolusionernya melalui partai Bolsheviks untuk mengendalikan negara, sebelum
revolusi terjadi terdapat dua partai yang saling berebut kekuasaan yaitu
Bolsheviks dan Mensheviks pimpinan L.Martov. Antara dua partai ini berbeda
pandangan, Bolseviks ingin segera dilakukan revolusi dan melarang kerjasama
dengan partai non-sosialis, sementara Mensheviks ingin agar pemerintahan
demokratis dan kerjasama dalam partai lain untuk partisipasi dalam pemerintahan
parlementer (Henry Schmand.2005:545).
Lenin adalah seorang penganut Marxis
yang mampu pertama kali menerapkan pelaksanaan ideologi tersebut pada
pemerintahan, yaitu Rusia dan dikembangkan lebih jauh lagi melalui Uni Soviet
setelah meleburkan beberapa negara dalam satu negara.
Marxisme
adalah paham yang mengikuti pandangan Karl Marx sang pencetus Marxisme.
Pandangan Marx ialah bahwa kapitalisme menindas proletar dan kaum miskin karena
memanfaatkan mereka bekerja dengan upah minimum, sementara hasilnya dinikmati
oleh kaum pemilik modal (capital). Penyebab dari itu adalah kepemilikan pribadi
dan penguasaan kekayaan kaum pemodal serta tidak ada keadilan dan kesejahteraan
proletar (Sulaiman Effendi.2014:195).
Dalam melaksanakan pemerintahan Uni
Soviet, Lenin menjalankan model pemerintahan yang disebut dengan diktator
proletariat. Hal ini dilakukan demi menjaminya ideologi komunis dan kelak akan
mencapat tingkat maksimal dengan keberhasilan masyarakat komunis Internasional
melalui semboyan “kaum proletar sedunia,bersatulah”.
Diktator
proletariat merupakan ideologi dengan menempatkan pemimpin negara yang berasal
dari wakil kelas yang terbaik, mempunyai kesadaran penuh dan komunis loyal yang
tercerahkan oleh pengalaman yang diperoleh dalam perjuangan revolusioner yang
keras dan bila perlu kekerasan demi mewujudkan tujuan negara yang diprogram partai.
Dalam hal ini partai komunis (Henry Schmand.2005;550)
Lenin
meninggal pada tanggal 21 Januari 1924 akibat serangan jantung. Kepemimpinan
Uni Soviet digantikan oleh kadernya yakni Leon Trotsky. Namun karena terdapat
konflik dengan Joseph Stalin berkaitan dengan jabatan partai,Trotsky
disingkirkan hingga Stalin menjadi penguasa Uni Soviet yang memerintah dengan
tangan besi terkenal dengan kekejaman melebihi Lenin sehingga disebut “manusia
baja” (Sulaiman Effendi.2014:161).
Masa Stalin ini merupakan masa mulainya
pembangunan secara aktif dengan berbagai kebijakan yang dibuat dengan tujuan
menunjukkan kejayaan Uni Soviet. Stalin merupakan sahabat Lenin yang mempunyai
pemahamaan yang sama terhadap teori Marxisme yang diterapkan dalam
pemerintahan.
Jugapada
masa Stalin ini totalitarianisme berkembang secara pesat dengan kekuasaan
pemerintah yang kaku dan terpusat. Untuk melaksanakan kekuasaanya, Stalin
memberlakukan dua sistem yang mengerikan kepada rakyat dengan dalih demi
kondusifnya pembangunan yaitu Gulag dan Deportasi. Gulag merupakan sistem yang
mengatur tahanan seseorang dengan berbagai faktor seperti kriminalitas dan
faktor politik, sementara Deportasi berupa pencabutan kewarganegaraan dan
pengusiran seseorang dari negara Uni Soviet karena faktor kriminal dan politik
(Henry Schmand.2005:550).
Totalitarianisme
merupakan upaya-upaya komunisme dengan teror dan indoktrinasi demi mengerahkan
rakyat untuk tugas-tugas negara yang dibangu dengan sendi komunisme. Tugas
mengatur rakyat akan lebih mudah jika warga negara bisa diminta menerima
ideologi penguasa.Tidak sebagaimana diktator masa lalu yang berusaha melindungi
status quo, totalitarianisme abad dua
puluh berusaha menghancurkan institusi tradisional dan menggantikanya dengan
masyarakat yang dipolakan pada cetak biru ideal tertentu (Henry
Schmand.2005:560).
Kebijakan represif Stalin tersebut
sangat mengekang kebebasan yang ada pada rakyatnya, tetapi ternyata masih ada
rakyat yang berani menyuarakan kritik terhadap kebijakan Stalin tersebut dengan
resiko yang besar berupa gulag dan deportasi. Era ini merupakan penerapan
Komunisme-Marxisme yang dilakukan secara kaku dan kejam.
Dalam hal hubungan internasional,
Stalin dengan ideologi komunisnya membentuk persekutuan negara-negara Soviet,
kebanyakan berdasarkan “persatuan kebangsaan” atau sedapat mungkin mengandung
prinsip etnis. Selama bertahun-tahun negara Uni Soviet ini diisolasi dari
pergaulan internasional dalam perang dingin (Taufik Adi Susilo.2009:106).
Selain itu, Uni Soviet juga aktif
menyebarkan paham komunisme melalui aneksasi daerah tertentu ke dalam salah
satu Uni Soviet dan menjadikanya negara
satelit sebagai sekutu melawan Amerika. Negara satelit tersebut kebanyakan
berada di Eropa Timur seperti Polandia, Rumania, Bulgaria, Cekoslovakia,
Moldova, Belarus, Estonia, Latvia, Ukraina, Georgia, Belarus dan Lithuania.
Selain itu juga terdapat negara satelit Uni Soviet di kawasan Asia Tengah
seperti Azerbaijan, Kazakhstan, Kirzigstan, Tajikistan, Turkmenistan dan
Uzbekistan (Taufik Adi Susilo.2009:103).
Akibat dari perang dingin tersebut
adalah persaingan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam beberapa hal
seperti ekonomi, politik, spionase, teknologi, aliansi militer ruang angkasa
dan sosial budaya demi membuktikan siapa yang lebih unggul dan menguasai dunia.
Selain itu kedua negara ini aktif dalam memberikan perlindungan kepada negara
lain yang dirasa mempunyai keinginan mewujudkan negara dengan basis komunis
atau liberalis.
Joseph Stalin meninggal pada tanggal
5 Maret 1953, pengganti Stalin ialah Nikita Khrushchev dengan kebijakan yang
lebih longgar bila dibandingkan dengan Stalin. Nikita Khrushchev mengakui
Stalin mengambil kebijakan yang kaku berakibat pada peperangan yang meluas
seperti yang dialami pada negara-negara anggota Uni Soviet sepert Polandia pada
tahun 1956 dan juga di Hongaria pada waktu yang sama akibat kritik akan
kebijakan Stalin (Malvin Perry.2014:427).
Nikita Khrushchev melakukan
kebijakan diplomasi secara aktif ke berbagai negara dengan berbagai tujuan
seperti politik dan ekonomi. Nikita Khrushchev melihat pentingnya diplomasi ini
untuk mengurangi ketegangan dunia meskipun pada awalnya bermotif untuk
kepentingan ideologi komunis. Pada masa Khruschev inilah terjadi beberapa
sengketa dengan Amerika Seikat di berbagai wilayah dengan dalih membantu pihak
yang seideologi dengan mereka.
Nikita
Khruschev berusaha mengurangi peran tentara namun dia juga membuat langkah
provokatif seperti mengancam akses ke Berlin Barat (Tembok Berlin), penempatan
misil-misil di Kuba dengan persetujuan Fidel Castro (Insiden Teluk Babi),
penguatan Pakta Warsawa yang mengalami krisis ekonomi dan yang menarik adalah
pada tahun 1960 meskipun mempunyai kesamaan ideology dengan Cina ternyata
Khruschev tidak ingin membantu pembangunan nuklir Cina dan berakibat pada
retaknya hubungan Uni Soviet dengan Cina. Sepanjang tahun 1954-1956 inilah
mulai banyak dilakukan perundingan bilateral sepeti dengan Austria, Jerman
Barat, Jepang, India, Myanmar, Afghanistan dan termasuk Indonesia (Malvin
Perry.2014:427).
Pakta Warsawa adalah aliansi militer
yang diprakarsai Uni Soviet dengan negara-negara Blok Timur pada tahun 1955
sebagai tandingan akan aliansi militer yang dibangun Amerika Serikat dan
negara-negara Eropa Barat dalam rangka membangun pertahanan antar negara demi
membendung paham komunisme (Wahjudi Djaja.2012:212).
Setelah Nikita Khruschvev mundur
tahun 1964, pemerintahan selanjutnya dipegang oleh Leonid Brezhnev yang
sekaligus juga ketua Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet.
Leonid
Brezhnev mempunyai model kepemimpinan tersendiri daam sejarah Soviet seperti
membuka akses terhadap dunia luar seperti musik dan fashion barat, membuka
kesempatan kepada orang yang memeluk agama, dan perdebatan publik mulai dibuka
untuk masyarakat. Tetapi masih saja beberapa kebijakan pelonggaran tersebut
belum dilaksanakan secara penuh seperti pada Andrei Almarik dan Aleksander
Solzhenitsyn (sastrawan),serta Andrei Sakharov pembuat H-bom Soviet yang
menjadi kekhawatiran Amerika Serikat masih dikenakan hukuman deportasi akibat
menyuarakan kebebasan hak asasi manusia yang bertentangan dengan ideologi
pemerintah (Wahyudi Djaja.2012:214).
Pengganti
Brezhnev ialah mantan kepala KGB Yuri Andropov melalui kesepakatan di kalangan
pejabat puncak partai. Faktor kesehatan yang memburuk membuat Yuri Andropov
meninggal pada tahun 1984 dan digantikan Konstantin Cerenko. Konstantin Cerenko
meninggal pada tahun 1985 karena faktor kesehatan dan digantikan oleh Mikhail
Gorbachev (Marvin Perry.2014:436).
Naiknya Mikhael Gorbhacev membuat
perubahan dalam sejarah Uni Soviet berupa kebijakan yang bertentangan dengan
ideologi Komunisme. Wujud perubahan tersebut adalah melalui kebijakan glasnost
dan perestroika. Hal ini terlihat pada perundingan antara Gorbachev dengan
presiden Amerika Serikat Ronald Reagen dan penggantinya, yaitu George Bush.
Mikhail Gorbachev melakukan ini
dilandasi dengan kondisi Uni Soviet yang mengalami keterpurukan, bila hal ini
tidak segera diatasi maka Uni Soviet akan mengalami kesulitan yang amat parah.
Bahkan sainganya, Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang berbeda berupa
kondisi yang stabil tanpa kesulitan pemerintahan yang berarti. Oleh karena itu
Gorbachev melakukan suatu terobosoan.
Perestroika
merupakan restrukturiasi (penataaan kembali struktur) yang sudah rusak.
Tujuanya ialah mengatasi kondisi stagnan untuk askelerasi (penyamaan) kemajuan
sosial dan ekonomi. Juga perestroika merupakan pengembangan menyeluruh dari
demokrasi yang diprakasai massa. Perestroika merupakan langkah pembaharuan
untuk mempersatukan sosialisme dengan demokrasi melalui keterbukaan politik
atau glasnost (Wahjudi Djaja.2012:217).
Kebijakan ini membuat terjadinya
beberapa kudeta dan secara berangsur-angsur menyebabkan Uni Soviet runtuh
secara politik. Soviet runtuh secara politik dikarenakan kebrobokan politik
yang hanya dikuasai satu partai yang berpotensi terjadinya korupsi secara
besar-besaran, diperparah dengan sistem isolasi pada negara-negara anggota Uni
Soviet dan penyebaran ideologi komunisnya. Ketika keterbukaan dimulai, media
memberitakan kebrobokan tersebut dan menyebabkan masyarakat ingin perubahan
pada sistem yang lebih baik serta para cendekiawan menyuarakan kritik terhadap
jalanya pemerintahan yang sebelumnya mengkritik pemerintah adalah hal yang tabu.
Perkenomian Uni
Soviet
Dalam
bidang ekonomi, Stalin memerintahkan serangkaian Rencana Lima Tahun pada tahun
1928. Dorongan industrialisasi digembar-gemborkan sebagai suatu revolusi
ekonomi dan sosial yang luas, yang
dilaksanakan oleh negara berdasarkan pada suatu rencana rasional. Penekanan
terletak pada industri berat, pembangunan jalur-jalur kereta api, pembangkit
tenaga listrik, pabrik baja, dan perangkat militer seperti tank dan pesawat
tempur. Produksi barang-barang konsumsi dibatasi hingga pada batas minimal, dan
semua perdagangan swasta skala kecil, yang dihidupkan dibawah NEP, berakhir
dengan akibat-akibat yang membawa bencana bagi ekonomi Rusia. (Perry, 2014:307)
Dalam
revolusi selanjutnya yang dilakukan oleh Stalin yaitu pertanian Soviet. Para
petani dipaksa bergabung ke dalam ekonomi terencana melalui kolektivitas.
Pertanian—petani, hewan piaran, dan lading mereka—harus tunduk pada kendali
rasional yang sama dengan industry. Kolektivitas berarti penyatuan tanah
pertanian, hewan piaran, dan peralatan demi produksi berskala besar yang lebih efisien. Solusi Bolshevik
untuk keterbelakangan pertanian Rusia sudah lama ialah bahwa petani harus
menjadi seperti para pekerja. (Perry, 2014:308)
Namun,
hal tersebut ditolak oleh para petani. Mereka merasa sudah sangat terikat
dengan tanah yang memang merupakan bagian terpenting dari pertanian, mereka
tidak mau bersikap seolah-olah mereka adalah pekerja, mereka ingin bekerja
seperti majikan dari tanah pertanian miliknya. Namun, stalin menegaskan bahwa
apabila hal ini tidak dilakukan maka kemakmuran yang selama ini diimpikan tidak
akan pernah tercapai dan demi pencapaian tersebut tidak ada pilihan lain selain
menuruti perintah dari penguasa.
Menurut
Perry (2014:308), para petani harus membayar dengan harga yang sangat tinggi.
Stalin mendeklarasikan perang pada daerah pedalaman Rusia. Dia memerintahkan
bahwa kulaks, para petani yang paling
giat dan berada, “dihapuskan sebagai suatu kelas.” Banyak yang dibunuh
seketika, dan jutaan digiring ke kamp-kampkerja paksa di utara yang jauh. Para
tetangganya yang lebih miskin dan kurang efisien digirng ke lahan-lahan
pertanian kolektif dengan todongan bayonet.
Para
petani juga sering melakukan pembalasan, terkadang pembalasan yang dilakukan
teratur tapi lebih sering melakukan pembalasan yang terkesan tidak teratur dan
bahkan berantakan. Walau dalam perang
tersebut petani kalah, tapi mereka tidak
mau menyerahkan ternaknya. Salh satu cara yang dilakkukan oleh para petani
adalah dengan membantai hewan peliharaannya lalu dimakan secara membabi buta
tanpa memikirkan makanan untuk hari
selanjutnya. Akibatnya, selama berhari-hari mereka dilanda kelaparan
dan banyak yang mati secara mengenaskan.
Rencana Lima Tahun yang direncanakan oleh Stalin kacau, mulai dari 1931 hingga
1933 jutaan orang mati kelaparan.
Penderitaan
yang paling tragis terjadi di Ukraina, dimana kelaparan menewaskan kira-kira 7
juta orang, banyak diantaranya meninggal setelah mengalami perlakuan yang kejam
dan penyiksaan yang sangat tidak berperikemanusiaan. Agar dapat membeli
peralatan industri di luar negeri dan industrialisasi dapat mencapai target,
Uni Soviet harus mengekspor makanan sebanyak mungkin dengan harga-harga yang
teramat rendah karena Depresi Besar. Membiarkan para petani di lumbung makanan
Ukraina tewas agar negeri itu dapat tumbuh kuat. Lagi pula Stalin menikmati kesempatan untuk
membinasakan rakyat Ukraina karena ketaksetiaan mereka selama perang saudara
dan perlawanan mereka terhadap kolektivitas. (Perry, 2014:309)
Pada tahun 1938, pengadilan terakhir
dan paling besar yang dipertontonkan mengajukan tuduhan yang paling aneh dari semuanya: sabotase,
spionase, dan usaha untuk memecah belah Uni Soviet dan membunuh semua pemimpinnya (termasuk Lenin pada 1918). Teror
menghantam pertama kali semua anggota partai, khususnya para Bolsheviks Tua
yang bergabung sebelum revolusi. Ribuan teknisi, ilmuwan, manajer industry,
sarjana dan seniman lenyap. Mereka ditembak atau dikirim ke kamp-kamp kerja
paksa, dimana sebagian besar diantaranya binasa, tidak ada yang selamat.
(Perry, 2014:312)
Stalin, yang sudah mengalami
perlakuan dari para polisi tsaris dan berpartisasi di dalam penyembelihan
besar-besaran saat perang saudara, tidak
merasa terganggu dengan pemborosan nyawa. Dia
percaya bahwa tanpa kepatuhan total rakyat Rusia, ekonomi Soviet tidak
akan dimobilisasi secara efektif dan cepat dan bahwa teror diperlukan untuk
memmaksakan kepatuhan. (Perry, 2014:312)
Menurut Perry (2014:425)
pemerintahan Stalin rusak akibat kekuasaan tak terbatas dan pujian berlebihan
yang tak terkendali, pada tahun-tahun terakhirnya Stalin menunjukkan kekejaman
yang tak kenal henti dan kecurigaan yang meninggi hingga kepuncak paronia.
Ambisi Stalin yang sukar dikekang yaitu membangun kekuatan Soviet dimasa
hidupnya, berapapun ongkos manusianya. Makin banyak Rencana Lima Tahun, maka
teror semakin dibutuhkan. (Perry, 2014:425)
Sejak musim panas, pemerintah
memperbolehkan sistem kepemilikan pribadi (sebelumnya hal ini dilarang) dan
privatisasi. Dimulailah apa yang kemudian dikenal dengan “Ekonomi Pasar” di
mana salah satu program yang cukup terkenal : “Program 500 Hari”,
yang dikedepankan oleh Grigory Yavlinsky. Program ini
adalah upaya menuju “Ekonomi Pasar” dalam waktu 500 hari (satu setengah tahun)
dengan cara memindahkan perusahaan perdagangan dan industri (milik negara)
kepada kepemilikan pribadi (swasta) yang diikuti dengan perubahan kebijakan keuangan,
pengenalan harga bebas yang ditentukan oleh pasar. Langkah-langkah tersebut
bukannya memperbaiki keadaan, tetapi justru menambah beban hidup dan kecemasan
di masyarakat. (http://runtuhnya uni soviet.html)
Pada tahun 1985, Gorbachev yang
merupakan pemimpin terakhir Uni Soviet, melakukan perbaikan ekonomi Uni Soviet,
Gorbachev meminta tak kurang dari reorganisasi fundamental sistem Soviet,
partai tetap bekerja tetapi lebih tanggap kepada rencana-rencana dan harapan-harapan
warga negara Soviet. Bahkan melebihi para pendahulunya, dia menganjurkan
“demokratisasi masyarakat”, dengan harapan untuk merangsang partisipasi warga
negara biasa, khususnya ditempat kerja mereka dan di administrasi lokalnya. Dia
menyerukan berbgai kandidat untuk pos-pos yang terpilih, suatu pengalaman baru
bagi para pemberi suara Soviet. Untuk melonggarkan kekakuan administratif, dia
juga memberikan kebebasan yang lebih besar kepada para usahawan lokal dibidang
pertanian, industri, dan jasa konsumen, meminta agar persediaan dan permintaan
dikoordinasikan, seperti dalam pasar bebas. (Perry, 2014:437)
Gorbachev mendorong kebijakan baru
mengenai keterbukaan (glasnost) dalam
menndiskusikan urusan-urusan publik. Membiarkan semua masalah masyarakat
Soviet, yang hingga pada saat itu dirahasiakan, didiskusikan secara terbuka,
korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, pengabaian legalitas, dan pencekikan kritik.
Sewaktu kontak dengan dunia luar bertambah, cita-cita, kebudayaan, dan
penghargaan Barat kepada hak-hak asasi manusia memasuki pikiran Soviet yang
belum pernah terjadi sebelumnya. Perubahan-perubahan ekonomiyang berjangkauan
luas dirancang untuk melonggarkan kekangan perencanaan pusat dan untuk
mendorong ekonomipasar yang disertai dengan pembaruan politik. (Perry,
2014:437)
Perubahan-perubahan ekonomi yang
berjangkauan luas dirancang untuk melonggarkan kekangan perencanaan pusat dan
untuk mendorong ekonomi pasar yang disertai dengan pembaruan politik.
Transformasi dan kelahiran kembali spiritual yang diharapkan Gorbachev tidak
terjadi. Uni Soviet mengalami kemacetan pemerintahan yang efektif, keruntuhan
ekonomi, korupsi, dan kejahatan yang berlingkar-lingkar.
Keruntuhan
Uni Soviet
Gorbachev
mendorong kebijakan baru mengenai keterbukaan (glasnost) dalam mendiskusikan
urusan-urusan publik. Membiarkan semua masalah masyarakat Soviet dirahasiakan,
di diskusi secara terbuka: korupsi, penyalanggunaan kekuasaan, pengabaian
legalitas dan pencekikan kritik. Pada saat perang dingin berakhir Gorbachev
berusaha meredakan ketegangan internasioanl. Gorbachev menarik tentara Soviet
dari Afganistan pada akhir 1988, mengakui bahwa invasi 1979 adalah suatu
kekeliruan. Ia membebaskan Eropa Timur dari dominasi Soviet, mengizinkan
pembubaran Pakta Warsawa, aliansi militer Soviet di wilayah itu, dan memberikan
persetujuan kepada penyatuan kembali Jerman. Dia meninggalkan klaim Leninis
atas superioritas komunisme Soviet, menghentikan dukungan rezim-rezim Marxis di
Dunia Ketiga.(perry, marvin. 2013: 438).
Pada tahun 1990, Gorbachev mengakui
negerinya. Akan tetapi, pemerintahan di negerinya mengalami kemerosotan hingga
menimbulkan perdebatan antara kedua belah pihak. Dalam perdebatan antara Moscow
dan leningrad dengan Boris Yeltsin, untuk memulihkan perdebatan yang
menimbulkan perlawanan akhirnya mengandalkan tentara dan pasukan keamanan .
Pada agustus 1991, Gorbachev dipenjara,dipecat sebagai presiden Uni Soviet dan
ia bersiap membentuk pemerintahan yang kediktatoran komunis baru. Dengan adanya
keruntuhan partai komunis, maka pada akhir bulan Desember Gorbachev berakhir
menjadi pemimpin Uni Soviet. (perry, marvin. 2013: 441-442).
Pada akhirnya, pemerintahan berhaluan
komunis di Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria, Jerman Timur, Polandia, dan Rumania yang berkuasa sejak
akhir Perang Patriotik Raya runtuh. Pada tanggal 7 Februari1990,
Komite Pusat Partai
Komunis setuju untuk
melepaskan monopoli atas kekuasaannya. Republik-republik anggota Uni Soviet mulai menegaskan kedaulatan nasional mereka
terhadap Moskwa dan mulai melancarkan "perang undang-undang" dengan
pemerintah pusat. (Wikipedia, 2013)
Dalam hal ini, pemerintahan
republik-republik anggota Uni Soviet, terutama Trio Baltik, yaitu Estonia, Lituania, dan Latvia, membatalkan semua undang-undang federal jika
undang-undang itu bertentangan dengan undang-undang setempat, menegaskan
kendali mereka terhadap perekonomian setempat, dan menolak membayar pajak
kepada pemerintah pusat di Moskwa. (Wikipedia, 2013)
Negara-negara satelit di Eropa Timur seperti
Polandia, Cekoslovasia, Rumania, dan Bulgaria melepaskan diri dari pengawasan
Uni Soviet. (Susilo,2009:102). Pada abad ke-19 negara Azerbaijan, Armenia,
Polandia, Lithuania, Latvia, Estonia, Finlandia, Georgia dan kekaisaran Persia
diambil oleh tsar dan negara tersebut menjadi negara merdeka sedangkan di
Armenia, Georgia, Azerbaijan dan daerah-daerah di Asia kaum komunis menang
dengan bantuan militer Bolshevik. Polandia dibagi antara Rusia, dan
Austria-Hungaria (Habsburg). (Susilo, 2009:107).
Secara resmi, pada tanggal 25 Desember 1991, Uni Soviet resmi runtuh dan
menyisakan kepingan-kepingan negara-negara bagian kecil Uni Soviet, setelah presiden Mikhail Gorbachev
mengundurkan diri menjadi presiden Uni Soviet. (http://runtuhnya uni soviet.html)
Daftar Rujukan
Perry,Malvin.
2013. Peradabat Barat dari Revolusi
Perancis Hingga Zaman Global. Kreasi Wacana:Bantul
Effendi,Sulaiman.
2014. Tokoh-tokoh Dunia Yang Mempengaruhi
Bung Karno. Palapa:Yogyakarta
Susilo
Adi Taufik. 2009. Mengenal Benua Eropa. Garasi:Yogyakarta
Djaja,Wahyudi.
2010. Sejarah Eropa Dari Eropa kuno
Hingga Eropa Modern. Ombak:Yogyakarta
Schmand,Henry.
2005. Filsafat Politik Dari Yunani Kuno
Sampai Zaman Modern. Pusataka Pelajar:Yogyakarta.
Wahyu.
2013. Runtuhnya Uni Soviet. (Online), (http://ibnunasrul.blogspot.com/2013/02/runtuhnya-uni-soviet_18.html), diakses 26 Februari
2015
Allen, Hendry, dkk.
2013. Sejarah Uni Soviet (1982-1991).
(Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah
Uni Soviet %281982%E2%80%931991%29), diakses
26 Februari 2015
maaf mengawali diskusi yang belum dibuka oleh mbak yuni dkk
BalasHapussetelah uni soviet bubar, terdapat aliansi baru yaitu CIS. apa yang dimaksud CIS itu?
iya mas alvin terima kasih sudah membuka diskusi bagi kel.kami
BalasHapusCIS adalah kepanjangan dari Commonwealth of Independent States atau Persemakmuran Negara Merdeka. CIS adalah organisasi selepas Uni Soviet runtuh dan negara bekas anggota Soviet kecuali 3 negara yaitu Estonia,Latvia,Lithuania sepakat mendirikan organisasi tersebut.CIS merupakan asosiasi antarnegara bekas Soviet berpusat di Minsk (Belarusia).
saya menambahi jawaban
BalasHapusCIS adalah sebuah asosiasi negara . Meskipun CIS memiliki beberapa kekuatan supranasional , itu bertujuan untuk menjadi lebih dari sebuah organisasi murni simbolik , nominal memiliki koordinasi kekuatan di ranah perdagangan, keuangan , pembuatan undang-undang , dan keamanan.
apakah ada keterkaitan secara langsung Amerika Serikat terhadap runtuhnya kedigjayaan Uni Soviet kala itu? Dalam bidang apa saja? Mohon penjelasan terimakasih
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapussaya akan menjawab pertanyaan mbak intan
Hapuskeruntuhan uni soviet ada keterkaitannya dengan amerika serikat yaitu pada saat presiden ronald reagen meningkatkan kemampuan persenjataan balistiknya yang mempengaruhi sikap mikhail goebachev untuk melakukan persetujuan perbatasan nuklir balistik pada tahun 1987 dalam ekonomi dan dalam bidang teknologi
menjawab pertanyaanya mbk intan
HapusPolitik Amerika dan Soviet selalu berebut negara di dunia untuk dijadikan teman mereka membuat kedua negara memiliki alokasi dana militer yang besar. Hal itu berdampak pada Ekonomi Soviet yang mengalokasikan dana besar untuk kebutuhan perang, Soviet dalam hal ekonomi mengalami ketertinggalan akibat pelaksanaan ekonomi yang tertutup dan terpusat sesuai ajaran komunis.Berbeda dengan USA yang mengalami ekonomi yang lebih baik dari Soviet.Soviet yang ekonomi lemah tentu politik di dunia juga lemah karena perlu dana untuk membangun militer menandingi USA
Apa hal pertama kali yang dilakukan Uni Soviet pasca kejayaannya runtuh? Mungkin dengan memperkuat perekonomiannya ataukah sistem pemerintahannya atau bahkan melalui jalan militer?
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan mbak intan
HapusMichail Gorbachev memulai sebuah momentum baru yang membawa perubahan, yaitu melalui glasnost dan perestroika. Upaya yang semula diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi Imperium Uni Soviet dalam hal ekonomi agar tidak ketinggalan jauh dari negara-negara barat
upaya-upaya yang dilakukan Gorbachev pasca kejayaan Uni Soviet runtuh, yaitu:
Hapusa. Dalam bidang politik : rakyat diberi kebebasan untuk mengkritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap salah, juga boleh menyuarakan pendapat secara bebas
b. Dalam bidang ekonomi : rakyat diberi kebebasan untuk berusaha dalam meningkatkan kehidupannya,hak kepemilikan sesuatu telah diakui, dan perusahaan swasta diperbolehkan berdiri
c. Dalam bidang sosial budaya : yaitu adanya jaminan kebebasan beragama, individu boleh menertibkan surat kabar. Media massa telah bergeser dari budaya rahasia menjadi budaya terbuka, dan lain-lain
menanggapi dari jawaban yang sudah dijelaskan . .
BalasHapus1. persenjataan balistik itu persenjataan yang bagaimana?
2. apa itu perubahan secara glasnost dan perestroika yang dilakukan oleh Michail Gorbachev?
3. apakah usaha yang dilakukan oleh Gorbachev itu terwujud atau bahkan memperburuk keadaan?? bukannya itu semua memberikan kebebasan sebebas-bebasnya pada rakyat!
saya akan menjawab pertanyaannya mbak rofiq
Hapus1) persenjataan balistik itu seperti peluru, nuklir dan rudal
2) ya
3) pada masa pemerintahan Gorbachev, emang semua diberikan kebebasan akan tetapi pada saat menerapkan kebijakan glasnost dan perestroika menimbulkan akibat-akibat yang tidak sesuai dengan harapan.
menambahi jawaban nomor 3 harapan yang tidak sesuai itu seperti kekacauan dalam politik pemerintahan dan kehilangan kontrol dalam media
Hapusyuni,, aku itu yang nomer 2 tanya apa itu gerakan glasnost dan perestroika??malah dijawab ya..
HapusNo 2 sudah dijelaskan sama erik n za jawabab qu sama seperti yang dijawab sama erik
Hapusok yuni
Hapus1.Menurut saya,balistik itu semacam peluru kendali yang mempunyai hulu ledak nuklir dengan jangkauan tembak yang amat luas
BalasHapus2.Perestroika adalah penataan kembali atas sistem yang dijalankan dalam hal politik dan ekonomi (seperti Reformasi di Indonesia).Dalam menjalankan perestroika itu Gorbachev melakukan glasnot yaitu keterbukaan dalam mendiskusikan penataan kembali tersebut.
maksudnya mempunyai hulu ledak nuklir itu bagaimana? apa berbentuk peluru tapi punya daya ledakan seperti nuklir, ato gimana??? kiranya berapa luas untuk jangkauannya? :D
HapusIya seperti itu,mengenai jangkauan untuk tembak itu bervariasi tergantung dengan target sasaran tembak. Untuk Soviet beberapa rudal seperti RT-2UTT Topol I 400km Ur-100N berjangkau 10000km,R-29R-Sineva 11.547km. Saat ini Rusia mengembangkan seperti R-36 berjangkau 16.000km
HapusSaya menambahi jawaban mas erik
HapusHulu ledak sendiri ialah alat peledak yang umumnya dikirim ke target dengan menggunakan roket
3.Menurut saya itu memperburuk keadaan dengan bukti adidaya Soviet bubar tahun 1991.Glasnot membuat partai komunis tidak bisa berbuat banyak saat media menyajikan keburukan sosial ekonomi yang dipendam partai komunis selaku pemegang pemerintahan sehingga kerusuhan meluas hingga ke negara-negara satelit Uni Soviet menuntut untuk meninggalkan sistem komunis yang bobrok. Kebijakan perestroika yang mulanya dimaksudkan sebagai alat untuk merangsang perekonomian Uni Soviet malah menimbulkan akibat-akibat yang tak diharapkan karena terlambat dalam menangani ekonomi yang lesu sejak 1980.Gorbachev dan timnya sama sekali tidak merombak kebijakan-kebijakan ekonomi mendasar warisan Stalin seperti pengendalian harga, mata uang rubel yang tidak dapat dipertukarkan, tidak diakuinya kepemilikan pribadi, dan monopoli pemerintah atas sebagian besar sarana produksi.
BalasHapussistem komunis yang bobrok itu apa yaaa? hehe
HapusBerdasarkan politik, kekuasaan negara dipegang satu Partai dalam hal ini Partai Komunis yang menjadi partai tunggal yang bercita-cita mewujudkan masyarakat sama rasa sama rata tetapi pelaksanaanya timbul kekerasan,penculikan,pembuangan dan pengasingan pada pihak yang bersebrangan dengan partai sehingaa tidak ada kebebasan berpendapat dan masyarakat melawan.Dalam Ekonomi,inisitaif pribadi ditiadakan karena semua produksi dikuasai negara sistem ekonomi komunis tidak mempertimbangkan fakta bahwa semua individu tidak selalu sama. Sistem ini pun membunuh inovasi, karena kurangnya kompetisi berarti tidak ada keinginan dan inisiatif untuk perbaikan. Seluruh proses perencanaan adalah di tangan perencana pusat.Juga menurut saya,komunis itu tertutup seperti Korea Utara cenderung lebih memperhatikan pembangunan internal dengan mengutamakan kesejahteraan kaum buruh dan kekuatan rakyat dengan slogan sama rata sama rasa, sehingga kalau mereka tidak terlalu perlu hubungan diplomatis dengan dunia luar, mereka tidak mau buka negaranya. karena yang dikedepankan rakyat tanah air sendiri, mereka merasa kalau sumber daya dari dalam saja sudah cukup untuk menopang pembangunan di negaranya. kegiatan ekspor-impor atau menyewa tenaga kerja asing sangat terpengaruh oleh kapitalisme, yaitu sistem ekonomi yang mengutamakan modal, yang punya modal banyak yang menang, merupakan sistem yang sangat berseberangan dengan ekonomi kapitalis.
HapusSaya menambahi jawaban mas erik
HapusPada waktu uni soviet mewujudkan cita-citanya, GOrbachev dalam diskusi kerterbukaan yang rahasiankan seperti korupsi, penyalanggunaan kekuasaan dan pengabaikan legalistis sehingga sistem komunis bobrok disebabkannya hal penyelewengan seperti korupsi aja dirahasiakan
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapusmenyambung dari jawaban mas erik ya untuk mbak rofiq
Hapussistem komunis yang bobrok itu seperti misalnya pada awal mula kekuasaan Lenin, petani yang tidak mau menjual hasil buminya akibat rendahnya nilai uang, maka diwajibkan untuk menyerahkan gandum. selain itu sistem kerja paksa juga diberlakukan.dan pemogokan kerja dilarang karena Lenin berpendapat itu akan menyebabkan rakyat Rusia akan mati kelaparan kalau sistem komunis dipaksakan seratus persen. selain itu, semua hasil produksi, baik industri maupun pertanian harus diserahkan kepada negara, yang nantinya akan dibagi rata. namun petani kaya menolak menyerahkan hasil buminya kepada negara dan para petani biasa juga menolak menanam lebih dari yang mereka butuhkan untuk hidup sebab sebanyak apapun mereka menanam, hasil yang didapatkan sama saja. karena itulah kelaparan semakin merajalela. selain itu di Uni Soviet juga terdapat PKUS yang bertujuan untuk menggulingkan borjuasi internasional dan membentuk republik Soviet secara internasional sebagai batu loncatan menuju peniadaan Negara dengan cara apa pun yang tersedia, termasuk angkatan bersenjata.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusPKUS itu apa?? siapa yang mendirikannya?
Hapusterus maksud dari peniadaan negara itu bagaimana?
saya akan menjawab pertanyaannya mbk.rofiq
HapusPKUS kepanjangan dari partai komunis uni soviet dan didirikan oleh faksi Bolshevik pimpinan Vladimir Lenin pada tahun 1912, maksud dari peniadaan negara maksudnya itu pada tahun 1917 telah berhasil mengambil alih kekuasaan Pemerintahan Sementara Rusia melalui Revolusi Oktober sehingga PKUS dibubarkan pada tanggal 29 Agustus 1991 sebagai akibat dari gagalnya percobaan kudeta sepuluh hari sebelumnya dan peniadaan negara rusia yang beralih ke negara uni soviet.
apa yang menyebabkan Mikhael Gorbhacev membuat perubahan dalam sejarah Uni Soviet berupa kebijakan yang bertentangan dengan ideologi Komunisme.?
BalasHapusmenambahi pertanyaan untuk balkis ya
HapusMikhail Gorbachev sadar betul bahwa terjadi masalah-masalah di dalam negerinya dan ia ingin sekali memperbaikinya. Ia memahami betul permasalahan ekonomi yang terus memburuk sebagai warisan kepimpinan sebelumnya. Stagnasi ekonomi akibat pemborosan dan rendahnya produktivitas, memerlukan satu penangan yang mendasar. Masalah sosial politik dalam negeri merupakan timbunan persoalan akibat sistem represif, telah membawa negara ini ke jurang kehancuran. Selain itu untuk mempertahankan pengaruh Uni Soviet, rela mengorbankan kekuatan ekonominya. Berbagai misi miliiter dikirim ke negara-negara ke seluruh pelosok dunia. Terdapat juga perlombaan senjata nuklir yang membahayakan umat manusia. Permasalahan domestik maupun internasional yang harus dihadapi oleh Mikhail Gorbachev inilah yang harus dihadapi dan dipecahkan. Hal pertama yang dilakukannya dalah memaklumkan diselanggarakannya sebuah kurs (kebijakan) reformis yang kemudia dikenal dengan Perestorika (restrukturisasi). Sebagai penggerak Perestorika diangkat juga semboyan: “Demokratiya”(demokrasi) dan “Glasnost” (keterbukaan). Perestorika adalah sebuah restrukturisasi untuk mengantisipasi proses stagnasi (zastoy) dan kelumpuhan total, dengan menciptakan mekanisme percepatan (uskorenie) yang efektif bertumpu pada kinerja dan karya nyata masyarakat, pada perkembangan demokrasi dan perluasan keterbukaan. Pada dasarnya Perestorika adalah proses yang ditujukan untuk memperbaiki dan memperbarui struktur pemerintahan dan masyarakat Soviet yang pada akhirnya ditujukan untuk memperkuat sistem sosialisme. Tujuan akhir ini dari langkah reformis ini adalah untuk memperbaiki masyarakat Soviet secara politik, ekonomi dan moral.
Gorbhachev sadar betul dengan masalah-masalah negerinya dan ingin sekali menghadapinya .Dia mengetahui bahwa Uni Soviet harus memperbarui produktivitas industri dan pertanianya untuk dapat bersaing dengan Jepang,Taiwan, Korea Selatan,negara-negara Eropa Barat,Amerika Serikat.Secara khusus Uni Soviet ketinggalan dibidang desain dan produksi komputer.Bisa dilihat di buku peradabat barat revolusi perancis hingga zaman global malvin perry hal.436
BalasHapusSaya menambahi jawabannya mas erik bahwa
HapusPada saat itu reformasi ekonomi yang tertinggal jauh dari reformasi politik seperti rendahnya produksi, inflasi meningkat dan gejolak buruh sehingga GOrbachev melakukan perubahan dengan menetapkan kebijakan yangvberideologi komunis dalam bukunya para martir revolusi dunia
maaf malam-malam saya bertanya :D
BalasHapus1.totalitarianisme abad dua puluh berusaha menghancurkan institusi tradisional dan menggantikanya dengan masyarakat yang dipolakan pada cetak biru ideal tertentu (Henry Schmand.2005:560).
Pertanyaannya adalah ; Maksud dari dipolakan pada cetak biru ideal itu apa?
terima kasih :)
saya akan menjawab pertanyaannya mas awan
Hapusmenurut saya maksud dari dipolakan pada cetak biru ideal ialah tugas mengatur masyarakat akan lebih mudah jika warga negara bisa diminta menerima ideologi penguasa dengan mengerahkan masyarakat untuk melaksanakan tugas-tugasnya yang sudah dibangun dengan sendi komunisme.
Saya mau bertanya
BalasHapus1. Siapa sajakah negara anggota uni soviet ?
2.diatas kan disebutkan diktator proletariat apakah adakah tokoh lain selain yang di sebutkan diatas yg seperti itu ?
3. dalam artikel disebutkan " berusaha melindungi status quo," status quo itu apa ? maksutnya bagaimana ??
saya akan menjawab pertanyaan mbak heni
BalasHapus1) Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria, Jerman Timur, Polandia, dan Rumania
2) ada yaitu Josef Stalin, Nikita Khrushchev, Leonid Brezhnev , dan MikhailGorbachev
3) Status quo adalah satu struktur yang berfungsi untuk mengekalkan apa yang sedia ada.
menambahi jawaban nomor 3
Hapusmaksudnya bahwa dalam upaya, uni soviet tidak berusaha melindungi status quo malah ia meneror dan indoktrinasi demi mengerahkan rakyat untuk tugas-tugas negara yang dibangun dengan sendi komunisme. Hal tersebut tidak sesuai dengan dengan upaya masa lalu.
dari negara-negara yang menjadi anggota uni soviet, apakah pernah terjadi pemberontakan dari masing-masing negara?
Hapusterimakasihh
saya akan menjawab pertanyaan mbak mala
Hapusdisini dijelaskan dalam kasus Rumania, munculnya suatu pemberontakan dengan kekerasan. Jadi ada pemberontakan salah satu anggota dari negara uni soviet yaitu rumania.
menambahi jawaban mbak yuni untuk pertanyaannya mbak nurmala
Hapussalah satu contohnya lainnya yaitu negara Ukraina yang mengadakan pemberontakan gerakan untuk pro Rusia. Ukraina menyebut gerakan itu ialah gerakan pemberontakan Ukraina pro Rusia yang memiliki kelompok bersenjata atau milisi pro Rusia. ini terjadi saat Ukraina merdeka dari Uni Soviet.
Maaf saya lagi insomnia...
HapusTerus tambah pusing dan bingung dengan jawaban mbak Yuni yang nomor 3...
dari tambahan mbak Yuni kok bisa disebutkan bahwa Uni Soviet tidak berusaha melindungi status quo...
Justru Uni Soviet berusaha melindungi status quo dengan upayanya tersebut, yang berupa teror dan indoktrinisasi...
Status quo adalah sebuah keadaan yang tetap atau stabil sebagaimana di masanya sekarang atau bahkan sebelumnya...
HapusUntuk yang dari jawaban dari mbak Devi...
HapusMungkin contoh yang anda ambil itu bukan pada masa Uni Soviet...
Tapi masa sekarang...!
Menurut saya contoh tersebut kurang tepat
mas desmon
Hapusbenar itu pengertian status quo yaitu keadaan tetap atau stabil tanpa perubahan.Mengenai usaha Soviet dalam melindungi status quo yaitu:semua media,literatur berbagai seni dipaksa tunduk pada rencana 5tahun,kekuasaan yang besar pada Partai Komunis sebagai partai satu-satunya di negara Soviet sehingga kebijkan negara terpusat, Adanya teror secara kuat untuk masyarakat akan ancaman bila melawan negara kan dieksekusi di kamp (Bisa dibaca di Malvin Perry hal 310 pengendalian Total). Ke Luar, Uni Soviet menerjunkan pasukan ke negara anggota ketika negara anggota mengalami pemberontakan bertujuan merubah ideologi negara dari komunis ke ideologi lain misal liberalisme.Contohnya ialah Uni SOviet menginvansi Hongaria 1956,Invansi Ke Praha (Ceko) 1968.Mungkin itu,mohon maaf bila sebelumnya membuat bingung
assalamualaikum.
BalasHapussaya hendak bertanya beberapa saja :D
di artikel disebutkan "Lenin menghabiskan dua puluh tahun mempersiapkan rancangan bagi gerakan revolusionernya melalui partai Bolsheviks"
1. apakah selama itukah Lenin mempersiapkannya ? mohon analisis anda ^_^
" pemerintahan republik-republik anggota Uni Soviet, terutama Trio Baltik, yaitu Estonia, Lituania, dan Latvia, membatalkan semua undang-undang federal"
2. alasan trio Baltik sengaja membatalkan semua undang-undang federal ??
sementara itu dulu, terima kasih
menjawab pertanyaan mas faza yang no 1 ya
Hapusseperti yang telah dijelaskan dalam makalah diatas, Lenin merupakan tokoh Bolshevik yang termahsyur berani melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Tsar II sebagai pemegang kekuasaan Uni Soviet dengan dukungan dari partai Bolshevik. jadi, dalam mempersiapkan rancangan revolusionernya Lenin membutuhkan waktu yang lama agar hasil yang didaptkan bisa maksimal dan biusa menguntungkan Lenin dalam mencapai tujuannya. akan tetapi, ada kemungkinan waktunya tidak pas dua puluh tahun, mungkin bisa kurang ataupun bisa lebih dari 20 puluh tahun.
jawaban untuk pertanyaan mas faza yang no 2 ya
Hapusalasan Trio Baltik membatalkan undang-undang federal, jika undang-undang itu bertentangan dengan undang-undang setempat, menegaskan kendali mereka terhadap perekonomian setempat, dan menolak membayar pajak kepada pemerintah pusat di Moskwa. intinya, Trio Baltik ini tidak suka apabila urusan negaranya terlalu di atur dengan peraturan yang bukannya menambah kemajuan tapi malah semakin menyengsarakan.
Mau tanya??? Dalam artikel ini sempat sedikit disinggung mengenai KGB...
HapusKGB itu apa?
Tujuannya apa?
Masih adakah KGB sekarang, setelah keruntuhan Uni Soviet?
Saya akan menjawab pertanyaannya mas desmond
HapusKGB adalah badan keamanan utama untuk Uni Soviet dari 1954 sampai nya break-up pada tahun 1991. Jadi KGB hanya sampai runtuhnya Uni Soviet saja.
saya menambahi jawaban mas faza
Hapusiya karena mempersiapkan rancangan revolusioner membutuhkan waktu yang cukup lama dan dijelaskan juga Lenin menghabiskan dua puluh tahun mempersiapkan rancangan bagi gerakan revolusionernya melalui partai Bolsheviks untuk mengendalikan negara. Disini bisa juga ditarik kesimpulnya dari cuplikan diatas bahwa mengendalikan negara itu juga membutuhkan waktu yang lama.
menambahi jawabannya mbak yuni untuk mas desmond
HapusKGB sekarang sudah tidak ada seiring dengan runtuhnya Uni Soviet, ini sesuai dengan tujuan dari KGB ini yaitu untuk mempersiapkan rancangan revolusioner melalui partai Bolsheviks yang digunakan untuk mengendalikan negara. jadi, setelah Uni Soviet runtuh, KGB juga ikut-ikutan menghilang karena tujuan awalnya yang sudah tidak digunakan lagi dan penerus dari pendiri KGB ini sudah tidak ada.
bantu menyibukan pemateri saya ikut bertanya
BalasHapusDalam "kisah" runtuhnya Uni Soviet terdapat tokoh yang menjadi sorotan publik yaitu Gorbachev
apa dan bagaimana latar belakang seorang gorbachev? apa dia memiliki kaitan dengan amerika dan membuat runtuhnya soviet?
saya akan menjawab pertanyaannya mas hasmal
HapusGorbachev adalah tokoh paling muda yang pernah memimpin partai komunis dalam sejarah Uni soviet dan ia adalah peminpin terakhir di Uni Soviet. Ia tidak membuat keruntuhan akan tetapi, ia malah melakukan perbaikan perekonomian di Uni Soviet. Gorbachev ada kaitannya dengan Amerika yaitu dalam mencairkan hubungan tentang hubungan dengan moskow.
sedikit saran dan masukan untuk artikel
BalasHapuspendahuluanya menurut saya kurang lengkap karena hanya menjelaskan bahwa perubahan adalah mutlak
perlu ditambahkan latar berdiri dan bagaimana rekam jejak uni soviet hingga runtuh
sedangkan di pembahasan terlalu luas seharusnya difokuskan pada bagaimana dan kronologis keruntuhan uni soviet
terimakasih
terima kasih masa hasmal atas saran dsan masukanya.Jadi evaluasi bagi kami
Hapussaya mau bertanya lagi
BalasHapus1. apa yang mendasari mundurnya Nikita Khrushchev dan MikhailGorbachev mengundurkan diri ? mengapa ??
2.apa yang mendasari dibuatnya rencana 5th ?
saya akan menjawab pertanyaannya mbak karin nomor 1
Hapuskarena Nikita Khrushchev dilengserkan dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis dan Kepala Negara Uni Soviet pada tahun 1964 setelah Krisis Rudal Kuba setahun sebelumnya yang nyaris memicu perang nuklir antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat. Sedangkan Gorbachev mengundurkan diri karena adanya pertentangan atas rencana perubahan bentuk negara.
menanggapi pertanyaan mbk karin
BalasHapusrencana 5 tahun dari stalin ya mbk ?
Bagi Stalin,kebutuhan mendesak dalam membangun negerinya adalah pembangunan kekuatan Soviet secepat mungkin melalui industrialisasi 5tahun secara bertahap-tahap seperti pencapaian target industri berat berupa kereta api, pembangkit listrik, pabrik baja, perangkat militer seperti tank dan peswat tempur.Bisa diliat di Malvin Perry Peradaban Barat Revolusi Perancis Hinga Zaamn Global hal 307 Gampanganya gambaran ini seperti Pelita Orde Baru di Indonesia
para petani kan berhenti untuk menanam tanaman yang disuruh oleh pemerintah, terus kenapa para petani tersebut tidak langsung mendapat perlakuan kekerasan dari pemerintah atau militer?, kan mereka sebelumnya menghasilkan pemasukan sehari-hari dari hasil perekonomian lalu bagaimana cara mereka memenuhi ab kebutuihan hidup mereka setelah tidak bertani? sipa yang paling bersalah dan bertanggung jawab atas kehancuran uni soviet?
BalasHapussaya menambahi jawaban mbak nur
Hapuskarena di Uni Soviet kan sistem pemerintahan memperlakukan rakyatnya untuk bebas dan dengan melaui ekonomi pasar atau perdagangan, yang bersalah pemerintahnya yang kurang tegas dan juga rakyatnya yang tidak mematuhi aturan.
menambahi jawaban
Hapusmenurut saya,awal mula Stalin dalam menerapkan kolektivasi berupa penyatuan tanah, piaraan dan segala hal berkaitan dengan pertanian awalnya sedikit ragu karena petani tidak suka pabrik, lekat dengan tanahnya dan sikap keras mereka sehingga ragu bagi negara untuk melaksanakanya. Namun di tahun 1929 Stalin memaksanya dengan disertai ancaman bagi petani bila tidak setuju terhadap kolektivisasi akan ditindas demi kemajuan Soviet menerima hasil panen dengan jumlah dan kualitas terencana pada waktu sudah direncanakan.
Menurut saya tidak hanya Gorbachev saja yang bersalah namun pendahulunya juga bersalah karena mewarisi keadaan yang buruk kepada Gorbachev.
maaf, saya ingin bertanya kepada kelompok terutama mbak yuni atau santi eg yang paling cuaaaaannnnntik :D
BalasHapusapa dampak perang dingin bagi uni soviet?
terima kasih..
saya akan menjawab pertanyaannya mbak tyas
Hapus1) bidang politik: Uni Soviet dengan paham sosialis-kominunis mendengungkan pembangunan negara dengan Rencana Lima Tahun.
2) bidang militer: Uni Soviet dengan negara-negara blok Timur membentuk Pakta Warsawa (1955) atas dasar “Pact of Mutuaal Assistance and Unified Command”. Di Asia Tenggara Uni Soviet memberikan bantuan peralatan militer dan teknisi kepada Vietnam yang akhirnya dapat mendesak Amerika Serikat keluar dari negara tersebut(1975).
menambahi pertanyaan mbak yuni untuk mbak tyas
Hapusdampak positif dari perang dingin ini yaitu dalam bidang IPTEK, Uni Soviet maju pesat karena Uni Soviet berlomba dengan Amerika dalam bidang IPTEK untuk saling mengungguli
menambahi lagi ya untuk pertanyaannya mbak tyas, dampak perang dingin ini mengakibatkan terbaginya Jerman menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur yang dipisahkan oleh tembok Berlin
Hapussugeng dalu..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
BalasHapussaya ingin bertanya : bagaimana Rusia sebagai negara utama di Soviet pasca Soviet runtuh?? tolong jelaskan!!!!
terima kasih..!!!
menanggapi mas farid
BalasHapusRusia adalah pewaris utama dari Uni Soviet dalam hal luas wilayah, penduduk, aset ekonomi dan militer. Namun Rusia saat ini tidak sekuat adidaya seperti Uni Soviet pada masa dahulu hal ini bisa terlihat dengan militernya memiliki alutsista yang tidak diperbarui (musibah kapal selam Kursk di Laut Barents tahun 2000) karena ekonominya sedang melemah namun saat ini Rusia sedang menata negaranya agar bisa menjadi adidaya lagi.
saya menambahi jawaban mas farid
Hapusbahwa pasca runtuhnya Uni Soviet, Rusia tidak mengalami perkembangan seperti Rusia lebih terperosok ke dalam korupsi, tidak ada pembangunan di Rusia dan tidak ada reformasi militer serta sistem kesehatan dan pendidikan runtuh.
Mau tanya mb
BalasHapusAdakah Dampak dari runtuhnya uni soviet bagi indonesia dalam bidang politik dan ekonomi
Beberapa penjabaran yang sangat panjang mengingatkanku pada saat duduk di bangku kuliah. Ketika kuliah Pempolbar "pemikiran politik barat".
BalasHapusSaya hanya bertanya, apakah hasil diskusi ini sudah disimpulkan bahwa yg bertanggungjawab atas kehancuran Uni Soviet adalah Gorbachev?
Kalau memang Gorbachev yang harus bertanggung jawab, apakah ada landasan dan alasan penguatnya bahwa Gorbachev harus bertanggungjawab?
Terimakasih
kak sejarah spesifik Uni Soviet menjdi negara adikuasa dimulai darimana?
BalasHapus