Sabtu, 07 Februari 2015

KELAHIRAN PERANCIS YANG BARU: REVOLUSI PERANCIS

KELAHIRAN PERANCIS YANG BARU: REVOLUSI PERANCIS

                                                              Oleh:       
Ahmad Farid Junaidi (140731604625)
Mustika Dewi Kartika            (140731602860)
Rizky Ananta Muttaqin P. (140731601758)
Mahasiswa Jurusan Sejarah, Program Studi Pendidikan Sejarah
Universitas Negeri Malang

Abstrak: Sebelum adanya Revolusi Perancis pada tahun 1789, kelompok sosial masyarakat terbagi kedalam tiga golongan yaitu kaum pendeta atau agamawan, kaum bangsawan, dan kaum buruh. Perbedaan golongan tersebut menjadi salah satu pecahnya Revolusi Perancis. Revolusi Perancis juga menjadi titik dimana para pendukung Pencerahan ingin melahirkan Perancis yang baru. Perubahan terbesar pada Revolusi Perancis terjadi pada aspek politik, sosial, dan ekonomi.

Kata kunci: Revolusi Perancis, politik, sosial, ekonomi.

Revolusi dapat diartikan sebagai perubahan yang relatif cepat yang terjadi pada setiap aspek kehidupan manusia. Revolusi juga dapat terjadi pada suatu negara ataupun peradaban. Revolusi Perancis menjadi salah satu revolusi terpenting yang terjadi di Perancis maupun di Eropa. Revolusi Perancis berlangsung antara tahun 1789-1815. Revolusi Perancis terjadi karena adanya keinginan salah satu golongan masyarakat untuk mewujudkan kebebasan, keadilan, dan kesetaraan. Revolusi Perancis juga merubah negara yang sebelumnya monarki absolut menjadi negara republik.
Dalam sistem sosial masa rezim lama di Perancis, masyarakat dibagi menjadi tiga golongan. Golongan yang pertama ialah kaum bangsawan yang memiliki hak-hak istimewa. Golongan kedua adalah kaum imam atau agamawan. Golongan ketiga adalah kaum borjuis, petani dan buruh. Golongan-golongan ini memiliki peran masing-masing dalam peristiwa Revolusi Perancis.

PEMBAHASAN
Keadaan Perancis Menjelang Revolusi
Pada struktur sosial masa rezim lama di Perancis terdapat penggolongan di masyarakatnya. Golongan pertama yaitu bangsawan. Mereka memiliki hak-hak istimewa dan memiliki tanah yang luas. Bangsawan bahkan dapat menggunakan pengaruhnya untuk terbebas dari pajak yang tinggi. Mereka juga dapat terlibat dalam urusan nonbangsawan yaitu perbankan dan keuangan. Menurut Gordon Wright pada bukunya France in Modern Times, “In the hierarchial society of the eighteenth century, the court aristocracy stoos at the apex of the pryramid, just below the royal family itself” (Wright, 1912:15). Kaum bangsawan tepat berada di bawah keluarga kerajaan.
Bangsawan dan pendeta memiliki peran yang sangat besar dalam pemerintahan, keagamaan, maupun dalam bidang militer. Hampir disemua aspek kenegaraan, mereka ikut berpartisipasi dan memberikan pengaruhnya masing-masing. Pada bidang pemerintahan, para bangsawan memiliki jabatan tertinggi. Hal itu membuat golongan bangsawan menjadi semena-mena kepada golongan dibawahnya. Dalam bidang keagamaan para pendeta atau kaum agamawan berperan dalam membatasi buku-buku yang dianggap menjatuhkan Gereja-gereja Katolik. Golongan pendeta pun juga berperan dalam memungut pajak di gereja-gereja lain, bahkan terbebas dari sebagian besar pajak seperti kaum bangsawan.
Lain halnya dengan masyarakat golongan ketiga. Golongan ketiga ini terdiri dari kaum borjuis, petani, dan buruh. Mereka adalah bagian masyarakat yang paling besar di Perancis. “Kaum borjuis pada umumnya bekerja sebagai pemungut pajak di daerah, bankir, dokter dan notaris. Adapun kaum borjuis menengah ke bawah adalah para pedagang dan pengrajin” (Djaja, 2012:112).
Para petani hanya memiliki tanah yang sempit dan hanya bergantung pada golongan di atasnya. Buruh juga dipekerjakan secara buruk dengan memberikan gaji yang rendah, bahkan banyak buruh yang akhirnya menganggur ataupun yang tidak mendapatkan pekerjaan. Masyarakat golongan ketiga ini dianggap tidak pantas menduduki jabatan di pemerintahan. Mereka juga dibebani oleh berbagai macam pajak yang dipungut oleh raja Loius XIV untuk membiayai perang, sehingga hal ini menimbulkan kecemburuan sosial.
Peristiwa yang mirip dengan Abad Pertengahan pun juga terjadi pada masa rezim lama yang berkuasa di Perancis. Banyak para pemilik tanah atau tuan-tuan yang memperkerjakan petani secara paksa. Mereka menuntut kewajiban dari para petani untuk melayani mereka, seperti melakukan kerja paksa di kebun si tuan tanah. Para petani juga harus memberikan sebagian hasil pertaniannya untuk tuan tanah. Para pemilik tanah bersikeras untuk menjalakan hak-hak istimewa meraka karena mereka menganggap hal itu adalah simbol otoritas dan martabat sosial.
Menurut Kuntowijoyo dalam bukunya Peran Borjuasi Dalam Transformasi Eropa (2013:57-58)
Dekat sebelum Revolusi Perancis feodalisme telah runtuh, tinggal lagi keruntuhannya secara total dalam sebuah revolusi. Golongan borjuasi bersatu dengan proletariat dalam revolusi ini untuk menumbangkan feodalisme. Golongan kelas menengahlah yang pertama kali mengenal hak azasi manusia, kemerdekaan dan persamaan. Sistem feodal dalam Zaman Pertengahan seluruhnya bertentangan dengan semboyan kelas menengah atau borjuasi itu. Sistem kasta bersadarkan status dengan perbedaan sosial tak lagi diterima.
Kekacauan finansial juga menyum bang bagi kelemahan Rezim lama. Pada tahun-tahun terakhir Rezim lama, pemerintah tidak dapat mengumpulkan dana yang cukup untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran. Menjelang 1787, pemerintah belum melunasi utang yang sangat banyak yang ditimbulkan perang-perang yang dilakukan Louis XIV, terlebih biaya demi keberhasilan perang selamaa abad kedelapan belas, khususnya bantuan Perancis bagi para kolonis dalam Revolusi Amerika. Hadiah-hadiah dan uang pension yang diberikan raja kepada para bangsawan istana dan kehidupan istana yang boros semakin mengeringkan perbendaharaan Negara.  Kekacauan perancis bukan karna perancis menjadi miskin, tetapi karena sistem pajak yang tidak efisien dan tidak adil. Meskipun serius, krisis finansial dapat diselesaikan jika kaum pendeta, bangsawan, dan borjuis membayar pajak sesuai bagiannya. pada saat perancis diambang kebangkrutan, sejumlah menteri raja mengusulkan agar kaum bangsawan dan gereja menyerahkan sebagian potongan pajak mereka, tetapi golongan-golongan pemilik hak istimewa itu menolak. Penolakan kaum bangsawan memaksa pemerinath, pada juli 1788, mengadakan rapat Estates General (badan perwakilan nasional) suatu majelis abad pertengahan, yang terakhir kali rapat pada 1614 untuk membahas krisis keuangan. 

Latar Belakang Terjadinya Revolusi Perancis
Terjadinya Revolusi Perancis tidak dapat dipisahkan dari berkembangnya pemikiran-pemikiran baru yang dikemukakan tokoh-tokoh berikut ini. Yang pertama adalah Motesquieu (1659-1755). dalam bukunya yang berjudul L’Esprit (Jiwanya Undang-Undang), Motesquieu mengenalkan bentuk kekuasaan Negara yang dibagi menjadi tiga (trias politica) yang meliputi hal-hal berikut ini.
1.      Kekuasaan Legislatif (pembuat undang-undang)
2.      Kekuasaan Eksekutif (pelaksana undang-undang)
3.      Kekuasaan yudikatif (pengawas dan pengadilan pelanggar undang-undang)
Dan yang kedua adalah Voltaire (1694-1778). Dia membandingkan pemerintahan di Inggris yang berparlemen dengan di Perancis yang hanya namanya punaya parlemen, sedangkan parlemen sejak Louis XIII tidak lagi berfungsi. Kemudian dia membandingkan pemerintahan Frederick II di Jerman yang bertindak demi masyarakat banyak. Sebenarnya Voltaire lebih dikenal sebagai pujangga daripada sebagai seorang ahli hokum pada zamannya, dan Voltaire menyokong pendapat J.J Rousseau dengan mengatakan bahwa semua peraturan yang tidak sesuai harus ditiadakan. dan yang terakhir adalah J.J Rousseau (1712-1775) menulis buku yang berjudul Du Contract Sosial. Di dalamnya ia menjelaskan bagaimana seharusnya undang-undang dan peraturan-peraturan untuk manusa yang beradab . Tulisan Rousseau ini sangat mendapat perhatian rakyat Perancis, dipandang sebagai buku suci kearah perubahan sehingga semua rakyat merasa berkewajiban untuk membacanya. Inti dari Du Contract Sosial bahwa kekuasaan adalah ditangan rakyat. Selain dari beberapa tokoh tadi Revolusi Perancis terjadi karena beberapa faktor. Faktor pertama terjadinya Revolusi Perancis karena adanya ketidakpuasan masyarakat yang sebagian besar adalah masyarakat golongan tiga yaitu golongan borjuis, buruh, dan petani. Ketidakpuasan tersebut dikarenakan kekuasaan raja yang berupa monarki absolut yang terjadi selama beberapa abad, di nilai tidak adil dan kebijakan yang memberatkan golongan ketiga. “Absolutisme adalah bentuk pemerintahan kerajaan di mana para penguasa secara mutlak dan tanpa dibatasi undang-undang” (Djaja, 2012:110). Absolutisme yang terjadi pada masa Raja Louis XIV sangat buruk, bahkan bersifat despotis. Sehingga memunculkan banyak kritikan, juga masyarakat yang menuntut kemerdekaannya. Feodalisme yang diterapkan oleh raja Louis XIV sangat menguntungkan bagi para bangsawan dan pendeta. 
Selain itu, disebabkan dari hasil pemilu pada tanggal 1 April 1848 untuk membentuk Assemblee National. Dalam pemilu tersebut menghasilkan kemenangan kaum borjuis, sehingga membuat para kaum atau golongan sosialis merasa tidak puas. Dengan adanya hasil tersebut menimbulkan suatu tragedi atau kejadian yang dikenal dengan nama “Huru-Hara Bulan Juni” 1848. Tragedi tersebut merupakan suatu bentrokan antara kaum demokrat borjuis dengan kaum sosialis. Tragedi ini menyebabkan Jendral Eugene Cavaignac (1802-1857) yang kala itu menjadi pemimpin golongan militer dan menjabat sebagai menteri pertahanan membuat merasa perlu untuk melakukan tindakan dalam menyelamatkan negara. Dalam tragedi tersebut telah jatuh banyak korban, yaitu 10 ribu orang. Hal ini sangat sulit untuk diatasi, sehingga membuat Prancis secara terpaksa jatuh dalam kediktaktoran Louis Napoleon III (Adisusilo, 2007:71).
Ada juga faktor penyebab khusus terjadinya Revolusi Prancis yaitu masalah keuangan. Hal ini terjadi setelah wafatnya Raja Louis XIV, para raja dan kaum bangsawan menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan pribadi sehingga perbelanjaan negara pun berkurang (Djaja, 2012:117). Pada masa kekuasaan Raja Louis XIV pun, banyak diadakan perjamuan yang mengundang para bangsawan maupun agamawan. Pesta-pesta yang meriah juga diadakan walaupun keadaan politik pada masa itu dalam keadaan buruk. Akibatnya, Negara mewajibkan para bangsawan untuk membayar pajak. Akan tetapi para bangsawan menolaknya karena menurut mereka masalha pajak adalah persoalan rakyat seluruhnya . oleh sebab itu, mereka mengusulkan untuk mengundang kembali Etats generaux (dewan prmusyawaratan rakyat) dan raja pun menyetujuinya. Dari sinilah awal dimulainya revolusi pernacis.
Terjadinya Revolusi Perancis
Secara garis besar kronologi terjadinya Revolusi Perancis terdiri atas tujuh tahapan sebagai berikut.
a. Etats Generaux, yaitu dibukanya kembali Dewan Permusyawaratan Rakyat   
pada 5 Mei 1789.
b. Assemble Nationale, yaitu Pembentukan Dewan Nasional oleh golongan yang mewakili rakyat, sebagai perwakilan bangsa Perancis, pada 17 Juni 1789
c. Constituante, pemerintahan baru (rakyat oposisi) yang menggantiakn rezim pemerintahan orde lama (raja dan para bangsawan) (1789-1791)
d. Legislatif Pemerintahan borjuis (bangsawan baru), dengan bentuk Negara berupa  constitutionale monarchie (1791-1792)
e. Convention, pemerintahan rakyat jelata di bawah pimpinan Robespierre, dengan bentuk Republik (1792-1795)
f. Directoire, kembalinya pemerintahan borjuis dengan membagi kekuasaan eksekutif kepada lima orang directeur (1795-1799)
g. Consulat, pemerintahan yang dipimpin oleh tiga orang consul, dan mulai munculnya Napoleon sebagai otoriter (1799-1804)

Estates General bersidang di Versailles pada 5 Mei 1789, yang diikuti oleh tiga golongan, yaitu golongan I dan II (tiap-tiap golongan terdiri atas 300 orang) dari kalangan bangsawan, serta golongan III (terdiri atas 600 orang) yang berasal dari kalangan rakyat. Dan pada 17 Juni 1789, tingkatan ketiga melakukan suatu gerakan revolusioner. Ia memproklamirkan diri sebagai Majelis Nasional. Pada 20 Juni 1789, aula yang biasa untuk pertemuan terkunci (rupanya secara kebetulan), delegasi-delegasi tingkatan ketiga bergerak menuju lapangan tenis terdekat dan mengambil sumpah khidmat tidak akan bubar sampai suatu konstitusi dipersiapkan untuk Perancis. Pada  27 Juni Louis XVI memrintahkan kaum bangsawan dan kaum pendeta bergabung dengan tingkatan ketiga di dalam Majelis Nasional.
       Pada 14 Juli 1789, delapan hingga sembialn ratus penduduk Paris berkumpul di depan Penjara Bastille, sebuah kubu yang digunakan sebagai penjara dan merupakan symbol hinaan despotisme kerajaan. Dan penduduk Perancis menggempur dan merebut Bastille. Jatuhnya Bastille dianggap sebagai permulaan dari revolusi dan dujadikan sebagai “Hari Nasional Perancis.” Bendera bourpon (raja) pun diganti dengan bendera nasional (biru, putih, merah), dan tentara nasional dibentuk dibawah pimpina Lafayette. Sejak itu raja dan golongan bangsawan tidak berkuasa lagi, namun rakyat jelata yang berkuasa dan memegang tampuk pimpinan negara.
       Langkah selanjutanya yang dilakuakn oleh pemerintahan baru adalah menghapus Encient Regime dan menyusun pemerintahan baru. Dasar dari pemerintahan baru ini adalah  Declaration des droits de I’homme et du citoyen, yaitu pernyataan hak-hak manusia dan warga negara, yang diumumkan pada 27 Agustus 1789, dan pada 14 juli UUD Perancistelah berhasil dirancang dan disahkan.
            Setelah UUD selesai, maka Constituante bubar pada 1791 dan digantikan dengan pemerintahan yang disebut Legislatif. Pada masa ini penuh dengan kekacauan karena terjadinya perebutan kekuasaa antara kaum borjuis (bangsawan baru) yang menginginkan MonarkiKonstitusional dengan rakyat dengan rakyat jelata yang menghendaki Negara Republik. Kaum borjuis yang pada saat itu masih memimpin revolusi mulai kehilangan kendali atas rakyat jelata yang semakin bersifat radikal dan anarki.
            Mas convention dimulai dengan pertentangan antara kelompok Montagne denga Gironde mengenai Raja Louis yang telah melarirkan dan ditangkap kembali. Montage menginginkan agar raja dihukum akibat telah menghianati sumpahnya terhadap UUD, sedangkan Gironde menginginkan agar raja dipertahankan untuk mengendalikan rakyat yang mulai menampakkan sifat agresif. Namun, pertentangan kali ini dimenangkan oleh kelompok Montage sehingga kerajaan dihapuskan dan diganti menjadi Republik (1792), kemudian Louis dihukum mati.
            Tak beberapa lama terjadilah krisis gezag (kewenangan). Keadaan kacau kembali, setelah kaum borjuis berkuasa kembali dan mengadakan teror balasan terhadap kaum Montage yang disebut “teurreur blanche” (teror putih). Kaum Gironde yang telah menang atas Kaum Montagekemudian membubarkan Convention, selanjutnya mereka membentuk pemerintahan Directoire. Pemerintahan ini hanya kelanjutan dari pemerintahan Gironde. Sifat lemah dari pemerintahan Gironde, yaitu korup dan tidak berwibawa menyebabkan rakyat menjadi apatis. Akhirnya pada 1795 munculah Napoleon Bonaperte sebagai seorang tokoh militer yang berani dan tangguh di medan pertempuran dan begitu di segani oleh rakyat Perancis. Dan pada 1799 setelah kembali dari Mesir Napoleon dengan kakuatan militernya berhasil membubarkan pemerintahan Directeur dan membentuk pemetintahan baru yang disebut Consulat.

Dampak Revolusi Perancis
            Dampak terpenting dari Revolusi Perancis bagi masyarakat Perancis sendiri adalah terjadinya peleburan Enciem Regime, dari Pemerintahan absolute yang tidak mengenal hak asai manusia menjadi pemerintahan liberal yang berdasarkan hak asasi manusia. Dan di bidang politik juga tekena dampaknya yaitu, dijadikannya UU sebagaikekuasaan tertinggi yang mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara juga memunculkan ide mengenai pengertian Republik sebagai suatu bentuk pemerintahan negara dan tumbuh dan berkembangnya paham demokrasi dikalangan rakyat perancis. Untuk di bidang ekonomi sendiri juga terkena dampaknya yaitu, Tumbuhnya industri yang besar, terutama setelah adanya kebijakan dari Napoleon untuk mensubsidi perusahaan-perusahaan dalam negeri yang mengalami kelumpuhan karena mengalami kekacauan yang berkepanjangan pada masa revolusi dan di sector social dampaknya adalah Munculnya susunan masyarakat baru, yaitu golongan borjuis yang mengantiakn kedudukan bangsawan dan biarawan. Adapun kedudukan biarawan sendiri menjadi sama dengan kedudukan masyarakat lainnya tanpa memiliki suatu keistimewaan.
            Dan dampak bagi Dunia adalah Tersebarnya Paham Liberalisme, Muncul dan berkembangnya demokrasi ke Negara-negara dunia, Tumbuh dan berkembangnya Nasionalisme, Menyebarnya ide tentang aksi Revolusioner, Munculnya Industri-Industri di Eropa setelah mengikuti kebijakan yang dilakuan Napoleon.




Daftar Rujukan
Kuntowijoyo. 2013. Peran Borjuasi Dalam Transformasi Eropa. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Djaja, Wahjudi. 2012. Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Adisusilo, J.R Sutarjo. 2007. Sejarah Pemikiran Barat: Dari yang Klasik Sampai yang Modern. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Perry, Marvin. 2014. Pradaban Barat: Dari Revolusi Perancis Hingga Zaman Global. Bantul: Kreasi Wacana.

Wright, Gordon. 1912. France in Modern Times. W. W. Norton & Company: New York

116 komentar:

  1. Pada 14 Juli 1789, delapan hingga sembialn ratus penduduk Paris berkumpul di depan Penjara Bastille.
    Kenapa harus Penjara Bastille yang dijadikan sebagai tempat berkumpul? sebegitu pentingnyakah penjara ini ?

    BalasHapus
  2. Menajawab pertanyaa dari desmond : pada 14 juli 1789 rakyat pernacis menyerbu penjara Bastile yang merupakan lambang absolutisme monarki karena di dalamnya dipenjarakan para pemimpin rakyat yang dulu berani menentang kekuasaa dan kesewenangan pemerintah monarki absolut.
    Alasan penyerangan terhadap penjara Bastile tersebut adalah adanya kabar bahwa raja yang gagal membubarkan Constituante telah mengumpulkan tentara di sekitar paris untuk menggagalkan revolusidan rakyat pun membutuhkan senjata untuk mempertahankan diri, sehingga mereka berusaha mengambil persediaan senjata di Penjara Bastile.(wahjudi, djaja 2012:119)
    Jadi kesimpulannya rakyat pernacis berkumpul di penjara Bastile untuk melakukan penyerangan ke penjara tersebut karena ingin membebaskan pimpinan rakyat yang berani menentang absolutisme monarki dan untuk mencari senjata untuk mempertahankan diri dari raja yang diperkirakan akan melakukan penyerangan terhadap penduduk perancis.

    BalasHapus
  3. asslamualaikum,, mau tanya..
    1. apakah sitem pemerintahan di Indonesia saat ini melihat sistem yg diusulkan oleh Motesquieu?? jika benar, berarti Indonesia plagiat dong??? :D
    2. bisakah kelompok anda menganalisis kedudukan kaum proletariat?
    3. apa itu paham feodalisme, lalu apa hubungannya dengan revolusi prancis?
    4. bisakah kelompok anda menjelaskan dari ciri-ciri Absolutisme yg bersifat despotis?
    5. adakah alasan khusus mengapa jumlah orang tiap golongan berbeda ketika Estates General bersidang di Versailles?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam. saya juga ikut menjawab yaaa (biarrdapetpacarbaik) :D
      1. menurut saya tidak plagiat ya. memang kita menerapkan ide dari pak Montesquieu, kenapa? karena sejauh ini ide dari pak Montesquieu lebih cocok untuk sistem kita yang demokrasi Pancasila :D
      3-4. feodalisme sudah dijelaskan Rizky ya, yang intinya feodalisme itu kekuasaan berada ditangan bangsawan. nah pada masa rezim lama kekuasaan itu kan berada dibawah tangan para bangsawan dimana para bangsawan itu suka semena-mena pada golongan dibawahnya (petani, buruh). revolusi perancis kan dipelopori oleh kaum tersebut. jadi ada hubungannya kan? biar ngga salah paham saya jelaskan apa itu despotisme ya. despotisme merupakan bentuk pemerintahan dengan 1 penguasa baik individual atau oligarki yang berkuasa dengan kekuatan politik absolut. pemimpin, memimpin negara sesuai dengan keinginannya sendiri. revolusi perancis kan juga terjadi karena banyak yang menentang dan mengkritik kekuasaan absolut tersebut karena pemimpin berkuasa dengan semaunya sendiri (maaf kalo agak mbulet)

      Hapus
    2. 2. oke pada sidang itu golongan I dan II tiap golongan terdiri dari 300 orang. kalau mereka bergabung (bangsawan dan pendeta) kan jadi sama kaya golongan ke III yang 600 orang. sidang tersebut diadakan karena golongan bangsawan menolak membayar pajak. bisa saja golongan I dan II bersekutu agar mereka yang tadinya menerima pajak, tidak harus membayar pajak :D
      pendapat saya yaaa :*

      Hapus
    3. maaf yang saya jaawab diatas ternyata nomer 5 :D

      Hapus
  4. maaff kalau pertanyaannya banyak,, yang disini hanya butuh kejelasan bukan emosi ketika mau menjawab :)
    yang berusaha menjawab semoga dapet pacar yg baik (amin)..hahaha :D

    BalasHapus
  5. Menjawab pertanyaan dari rofiq :1. mungkin bukan plagiat tetapi terkena dampak dari revolusi perancis itu sendiri

    BalasHapus
  6. 2. Proletariat (dari Latin proles) adalah istilah yang digunakan untuk mengidentifikasikan kelas sosial rendah; anggota kelas tersebut disebut proletarian. Awalnya istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan orang tanpa kekayaan; istilah ini biasanya digunakan untuk menghina. Di era Roma Kuno penamaan ini memang sudah ada dan bukan hanya orang tanpa kekayaan saja, melainkan juga kelas terbawah masyarakat tersebut. Hal ini terjadi sampai Karl Marx mengubahnya menjadi istilah sosiologi yang merujuk pada kelas pekerja.

    BalasHapus
  7. membantu menjawab pertanyaan rofiq yang nomer 3 ya

    feodalisme itu pembagian masyarakat menjadi tiga golongan, yaitu :
    1) Golongan I (bangsawan)
    2) Golongan II (kaum agama)
    3) Golongan III (rakyat jelata)
    Kaum bangsawan dan kaum agama tinggi memiliki hak istimewa sedangkan kaum agama rendah dan rakyat jelata tidak memiliki hak. Dengan hak-hak istimewanya, selain bebas pajak kaum bangsawan pun dapat menarik pajak dari rakyat.

    Kalo hubungannya sama revolusi perancis, feodalisme itu salah satu hal yang melatar belakangi adanya revolusi perancis. hal ini karena rakyat perancis menginginkan kesetaraan hak dan kewajiban anatara si kaya dan si miskin.

    Ada sanggahan atau tanggapan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak ada, dan saya sudah bisa menangkap apa inti dari jawaban anda..
      terimakasih :)

      Hapus
  8. 3.Feodalisme adalah struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra. Dalam pengertian yang asli, struktur ini disematkan oleh sejarawan pada sistem politik di Eropa pada Abad Pertengahan, yang menempatkan kalangan kesatria dan kelas bangsawan lainnya (vassal) sebagai penguasa kawasan atau hak tertentu (disebut fief atau, dalam bahasa Latin, feodum) yang ditunjuk oleh monarki (biasanya raja atau lord).
    Hubungannya dengan revolusi perancis adalah penyebab terjadinya revolusi perancis salah satunya karena sebelumnya perancis menggunakan sistem Monarki dan pada saat itu pula raja bersikap tidak adil dengan menaikkan pajak kepada kaum tingkatan ketiga tetapi tidak menarik pajak dari kaum tingkatan pertama dan kedua yang berasal dari para bangsawan dan agamawan hal itulah yang memulai terjadinya Revolusi (untuk lebih lengkapnya silahkan baca bukunya marvin perry hal:10)

    BalasHapus
  9. saya mau bertanya, ini tidak ada dalam makalah tetapi berkaitan tentang revolusi perancis

    Burke berpendapat bahwa peristiwa Revolusi Perancis hanyalah sebuah ‘riak kecil didaratan eropa’ berarti ia berpendapat bahwa revolusi perancis tidak membawa dampak yang luar biasa. Tetapi Thomas Paine (orang perancis) mengatakan bahwa apa yang ditulis Burke hanyalah sebuah sikap iri yang ditunjukkan atas apa yang telah dicapai oleh bangsa perancis (revolusi tersebut).

    Pendapat mana yang anda setujui?
    Burke yang “iri” ataukah Paine yang “membela bangsanya sendiri”?

    makasih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjawab pertanyaan dari Farahma Intan : saya lebih setuju dengan pendapat Thoma Paine karena Rvolusi Perancis suatu kejadian yang besar di eropa hal ini di buktikan dengan diskusi ini jika Revolusi Perancis suatu kejadian yang kecil dan tidak begitu penting pasti tidak akan kita pelajari saat ini. Revolusi Perancis juga sudah kita pelajari sejak masih di tingkat SMA jadi kejadian Revolusi Perancis iti suatu kejadian yang besar hingga berdampak ke masyarakat dunia

      Hapus
    2. saya tidak memilih diantara mereka yaa, takut salah satunya galau karena tidak dipilih :D
      menurut saya begini, Thomas Paine mendukung revolusi perancis karena dia salah satu orang yang mendukung ide" pencerahan. nah revolusi perancis kan juga dilatar belakangi oleh ide" dari masa pencerahan. pendapat Burke yang riak kecil itu bukan berarti Revolusi Perancis tidak memberikan dampak yg luar biasa, nyatanya lihat apa yang telah Revolusi Perancis lakukan (dampak)? banyak perubahan yang terjadi kan di Perancis bahkan dunia. bisa saja Burke membandingkan Revolusi Perancis dg Revolusi Industri. jauh beda kan?
      itu pendapat saya, mana pendapatmu? ada tambahan atau sanggahan?

      Hapus
    3. yasudah, adilnya begini :D
      sejarah kan tidak melihat suatu permasalahan hanya dari satu sisi atau hanya dari satu subyek saja. melainkan masih dibanding2kan dengan sumber atau fakta lain.
      pendapat mereka sah--sah saja, mungkin dibalik ini semua mereka punya alasan tersendiri :)

      Hapus
  10. Meneruskan jawaban dari rofiq no.4 ciri yang paling menonjol dari absolutisme despotis adalah bentuk pemerintahan dimana para penguasa berkuasa secara mutlak dan tanpa di batasi undang - undang dan semaunya sendiri tanpa berdasarkan hukum yang benar dan adil.

    BalasHapus
  11. Meneruskan jawaban dari rofiq no.5 masih belum tau kepastian jawabannya tapi menurut saya di golongan I dan II di bagi 300 masing-masing golongan dan di golongan III 600 karena untuk membuat keseimbangan anggota 600 : 600

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. saya mau bertanya:
    1. Pada saat itu Perancis sedang berperang besar-besaran, itu Perancis sedang berperang dengan siapa saja?
    2. Selain pajak yang memberatkan rakyat, dikatakan bahwa saat itu kerajaan telah mengalami krisis moneter, lalu bagaimanakah keadaan perekonomian rakyat?
    3. Mengapa kok Raja Louis XIV nya kabuuuur? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.Louis XIV meningkatkan kekuasaan Perancis di Eropa melalui tiga peperangan besar: Perang Perancis-Belanda (bahasa Inggris: 'Franco-Dutch War'), Perang Aliansi Besar (Inggris: War of the Grand Alliance), dan Perang Suksesi Spanyol (Inggris: War of the Spanish Succession) antara 1701 - 1714.(http://id.m.wikipedia.org/wiki/Louis_XIV_dari_Perancis)

      Hapus
    2. saya akan menjawab pertanyaan dari dina
      1. kelompok montagne dan gironde
      2. banyak rakyat yang menjadi buruh yang akhirnya menganggur ataupun juga tidak mendapatkan pekerjaan
      3. karena raj louis menghianati sumpahnya terhadap UUD

      Hapus
    3. 2. Administrasi Perancis rumit, kacau, dan tidak efektif.(Marvin, Perry.2014:10)

      Hapus
    4. saya yang menjawab yaaa :D
      1. pada saat itu perancis membantu perang kemerdekaan Amerika, nah untuk membiayai dan menutupi biaya untuk berperang, mereka memungut pajak yang besar dan meminjam uang
      2. sebagai golongan ketiga mereka pasti keberatan ya, makanya mereka bertekad manjadikan perancis yang baru. terjadilah Revolusi Perancis
      3. kapan dia kabur mbak? setahu saya dia meninggal...

      Hapus
    5. Menyanggah jawaban mustika no.1 perancis berhutang pada Amerika bukan berperang bersama Amerika

      Hapus
    6. coba dilihat dan dibaca sejarah eropa hal 112-113. disitu dikatakan bahwa "pengeluaran kas negara yang begitu besar untuk keperluan angkatan dan bersenjata dan perang kemerdekaan Amerika tidak bisa ditutupi dengan pajak"

      Hapus
    7. (Jawaban no.3 pertanyaan Dina) Pada juni 1791, Louis XVI dan keluarga kerajaan, pergi dengan menyamar, meninggalkan Paris ke Perancis bagian timur laut untuk bergabung dengam EMIGRES dan untuk mengumpulkan dukunganluar negeri melawan Revolusi.(Marvin, Perry. 2014:22)
      .Kesimpulannya raja Louis XIV melarikan diri untuk menghindari serangan rakyat yang menginginkan Revolusi dan Ingin menghentikan Revolusi dengan cara mencari bantuan dari luar.

      Hapus
    8. Menyanggah pernyataan dari mustika halaman 112-113 "pengeluaran kas negara yang begitu besar untuk keperluan angkatan dan bersenjata dan perang kemerdekaan Amerika tidak bisa ditutupi dengan pajak. Antara 1780-1787 kerajaan meminjam uang tiga kali lebih besar dari pada tiga abad sebelumnya"
      Jadi perancis berhutang kepada Amerika(lebih jelasnya ada di bukunya Marvin Perry 10-11)

      Hapus
    9. diharap mustika sama risky lebih kompak ya jawabnya :p
      menanggapi jawaban no 1 dari yuni: bukannya kelompok montagne dan gironde itu adalah kaum borjuis dan rakyat jelata..

      Hapus
    10. dina : terimakasih :* kita belum janjian soalnya :D #eh

      Hapus
    11. Hahaha terimakasih masukannya :D

      Hapus
    12. Maaf...Saya kurang sependapat dengan pernyataan Rizky, saya lebih setuju dengan pendapatnya Mustika.
      Sejauh penjelasan anda, Tidak ada yang mengatakan bahwa Prancis berhutang pada Amerika.
      Ini mengutip pernyataan anda diatas:
      "Antara 1780-1787 kerajaan meminjam uang tiga kali lebih besar dari pada tiga abad sebelumnya"
      Meminjam uang tiga kali lebih besar pada siapa ?
      Kalau menurut logika, gak mungkin Prancis yang membantu Amerika harus berhutang pada Amerika.

      Hapus
    13. menjawab pertanyaan Dina yang no 2 ya
      akibat terjadinya krisis moneter yang sedang melanda Perancis saat itu, maka perekonomian rakyat Prancis saat itu pastilah buruk. selain harus membayar pajak yang sangat berat mereka juga terkena dampak dari krisis moneter yang tengah melanda.

      Hapus
  14. mengapa dan apa alasan kaum borjuis bisa menggantikan kedudukan kaum bangsawan didalam sector sosial pada saat perancis mengalami kekacauan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjawab pertanyaan yuni saya mencomot dari buku Peradaban Barat Marvin Perry (8), "terpengaruh oleh nilai-nilai kebangsawanan pada masa itu dan iri dengan gaya hidup bangsawan, kaum borjuis berusaha menghapuskan noda sebagai orang biasa dan meningkat secara sosial dengan menjadi tuan tanah. menjelang 1789 kaum borjuis memiliki kira-kira 20 persen tanah. secara tradisisonal, sejumlah kaum borjuis telah naik secara sosial melalui pembelian suatu jabatan yudisial atau politik dengan menyandang gelar kebangsawanan atau dengan mendapat izin memasuki kependetaan dan jabatan militer yang lebih tinggi". bisa dipahami kan bahwa ke'iri'an mereka membuat mereka ingin hidup seperti bangsawan dan memiliki jabatan yang tinggi

      Hapus
  15. Arini Rhosidatin
    saya sedikit mengkritik yaa..:) sebelum apluad artikel ini alngkah baiknya tulisanya ditata lagi soalnya ada beberapa tulisan yang ambrul adul :)
    kemudian pertanyaan saya
    1. mengapa bendera nasional prancis yang mengantikan bendera Bourpon bewarna 3 macam, apakah ada makna tertentu dalam warna bendera tersebut?
    2. mengapa Motesquieu membagi bentuk kenegaraan menjadi tiga bagian? dan apa maksud dari tujuan tersebut? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kritikannya, banyak juga gpapa yang penting bermanfaat :D
      saya coba menjawab yaaa..
      1. Restorasi Bourbon adalah nama yang diberikan saat periode monarki dari Dinasti Bourbon dipulihkan di Perancis, yang sekali lagi membuat dinasti ini kembali menguasai Perancis setelah sebelumnya digulingkan dalam revolusi Perancis tahun 1792. Restorasi Bourbon ada dari (sekitar) 6 April 1814 sampai pemberontakan yang populer, Revolusi Juli pada 1830 yang terjadi karena monarki Bourbon sangat tidak populer dengan masyarakat Perancis. Akibatnya keluarga Bourbon lagi-lagi dipaksa mengungsi dari Paris dan Perancis ke Gent, menjelang meledaknya gangguan sipil dan keruntuhan otoritas sipil. itu saya comot dari om Wikipedia. penggantian bendera itu juga sebagai tanda bahwa kekuasaan monarki absolut yg menguasai perancis telah runtuh berkat adanya revolusi perancis.

      Hapus
    2. Jawaban nomer 2.Trias Politika yang kini banyak diterapkan adalah, pemisahan kekuasaan kepada 3 lembaga berbeda: Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Legislatif adalah lembaga untuk membuat undang-undang; Eksekutif adalah lembaga yang melaksanakan undang-undang; dan Yudikatif adalah lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan dan negara secara keseluruhan, menginterpretasikan undang-undang jika ada sengketa, serta menjatuhkan sanksi bagi lembaga ataupun perseorangan manapun yang melanggar undang-undang.

      Dengan terpisahnya 3 kewenangan di 3 lembaga yang berbeda tersebut, diharapkan jalannya pemerintahan negara tidak timpang, terhindar dari korupsi pemerintahan oleh satu lembaga, dan akan memunculkan mekanisme check and balances (saling koreksi, saling mengimbangi). Kendatipun demikian, jalannya Trias Politika di tiap negara tidak selamanya serupa, mulus atau tanpa halangan.

      Hapus
  16. Terimakasih atas masukannya.
    1.Ketiga warna yang ada pada bendera tersebut memiliki makna masing-masing dan merupakan perlambang dari motto Prancis sendiri. Biru melambangkan kebebasan (Liberté), putih melambangkan kesetaraan (égalité) dan merah melambangkan persaudaraan (fraternité).

    BalasHapus
  17. bagus amrulloh eri pradana
    Melihat tulisan paragfraf terakir kel 3
    "Dan dampak bagi Dunia adalah Tersebarnya Paham Liberalisme, Muncul dan berkembangnya demokrasi ke Negara-negara dunia"
    Brati Apakah Revolusi Amerika sesudahnya karena faktor Perancis ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjawab pertanyaan dari erik.
      Tidak, Perlu diingat sistem pemerintahan Amerika yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan demokrasi.

      Hapus
    2. hanya bermaksud menengahi, mungkin bisa dijelaskan dulu mengenai demokrasi, dan demokrasi yang merupakan bagian dari dampak revolusi perancis itu yang gimana,.. kan demokrasi juga macam-macam...
      terimakasih..

      Hapus
    3. Demokrasi liberal (atau demokrasi konstitusionnal) adalah sistem politik yang menganut kebebasan individu.

      secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah.[1] Dalam demokrasi liberal, keputusan-keputusan mayoritas (dari proses perwakilan atau langsung) diberlakukan pada sebagian besar bidang-bidang kebijakan pemerintah yang tunduk pada pembatasan-pembatasan agar keputusan pemerintah tidak melanggar kemerdekaan dan hak-hak individu seperti tercantum dalam konstitusi.

      Hapus
  18. Setiap kejadian di Eropa kala itu, kayaknya selalu meremebet ke negara-negara lain Tolong lebih dijelaskan lagi tentang dampak revolusi Perancis yang Enciem Regime. maksudnya gimana kog jadi peleburan-peleburan itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena pemerintahan absolute yang tidak mengenal hak asai manusia menjadi pemerintahan liberal yang berdasarkan hak asasi manusia.

      Hapus
    2. Encien Regime political and social system that existed in France before the Revolution of 1789 (wikipedia). Encien Regime adalah sistem politik dan sosial pada masa sebelum Revolusi Perancis. Encien Regime juga disebut sebagai pemerintahan lama. saya comot dari sejarah eropa dari eropa kuno hingga eropa modern (Djaja, 2012120):
      "langkah selanjutnya yang dilakukan oleh pemerintahan baru adalah menghapus Encien Regime (pemerintahan lama) dan menyususn pemerintahan baru. penghapusan dijalankan secara tegas, semua hak-hak istimewa dan sebutan-sebutan bangsawan dihapuskan, gilda dihapuskan sehingga perdagangan menjadi bebas. kaum agama dijadikan pegawai biasa dan semua milik gereja disita. akibatnya, kaum agama dianggap sebagai musuh revolusi dan revolusi menjadi bersifat antiagama Katolik Roma. selain itu, pemerintahan lama yang telah hancur digantikan oleh pemerintahan baru yang disusun oleh kaum revolusioner". itu dampaknya yaaa :D

      Hapus
  19. Siapakah itu Lafayette ? apa statusnya sebelum terjadi revolusi ? orang pentingkah, orang golongan apa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjawab pertanyaan dari dian.
      Marie-Joseph Paul Yves Roch Gilbert du Motier, marquis de la Fayette (6 September 1757–20 Mei 1834), adalah seorang bangsawan Prancis pada satu ketika, dan perwira militer yang terlibat dalam Revolusi Amerika dan Revolusi Perancis.

      Ia berdinas dalam Perang Kemerdekaan Amerika Serikat sebagai jenderal dan diplomat, bertugas tanpa dibayar dalam kedua peran itu, dan ia diingat karena dialah yang merancang Deklarasi HAM, yang kelak akan diadopsi oleh Assemblée nationale constituante pada 26 Agustus 1789.(http://id.m.wikipedia.org/wiki/Gilbert_du_Motier_de_La_Fayette)

      Hapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada pengaruhnya diantarannya adalah Feodalisme yang diterapkan oleh raja Louis XIV sangat menguntungkan bagi para bangsawan dan pendeta dan Jendral Eugene Cavaignac (1802-1857) yang kala itu menjadi pemimpin golongan militer .
      solusinya: menghilangkan sikap feodalisme dan jadi pemimpin golongan militer

      Hapus
    2. Vika Puspitasari
      membantu menjawab ya. karena dari kelompok ini masih bingung dengan maksud dari pertanyaan ini

      Peran dari para pendeta memiliki peran besar dalam sektor agama karena, kehidupan pada masa itu bepusat pada sektor agama. Mereka berfikir bahwa pusat dari kehidupan bersumber dari agama. Namun, pada revolusi ini dijelaskan bahwa penyebabnya adlah adanya pemerintahan monarki.

      Hapus
    3. berbicara tentang dominasi agamawan terhadap pemerintahan agama tidak terlepas dari masa gelap eropa dimana pengaruh agama lewat agamawan dan bangsawan amat besar dalam menentukan segala aspek berjalannya sebuah negara

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. untuk teman-teman maaf kalau sebelumya kalau pertanyaan saya belum bisa dipahami
      maksudnya, mengapa kok golongan bangsawan itu dijadikan peran besar dalam keagamaan apakah ada faktor yang mendukung sehingga ia dipilih menjadi peran besar dalam bidang keagamaan, atau karena ia dari golongan bangsawan sehingga diistimewakan dan diberi peran yang besar dalam bidang keagamaan?

      terimaksih untuk vika dan hasmal yang sudah menjawab pertanyaan saya...

      Hapus
    6. ya karena ia dari golongan bangsawan sehingga ia diistimewakan dan dberi peran besar dalam bidang keagamaan

      Hapus
  21. apa yang menyebabkan pemerintah menghapus Encient Regime dan menyusun pemerintahan baru ?
    terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena adanya pergantian peminpin golongan bangsawan maka pemimpin tersebut menyusun pemerintahan baru dengan begitu hak-hak manusia dan warga negara akan terjamin serta jatuhnya penjara bastille

      Hapus
    2. Encient regime adalah pemerintahan absolut yang sangat buruk pada waktu itu. Raja berlaku sewenang-wenag dan suka berfoya-foya dengan uang negara, makanya khas negara jebol gara-gara ulah mereka. Rakyat, kaum borjuis dan bangsawan yang tidak tahan dengan sikap mereka melakukan revolusi yang akhirnya menumbangkan rezim ini. Makanya pemerintah akhirnya menghapus encient regime, karena sangat merugiakn rakyat dan negara :D
      This is my opinion

      Hapus
    3. sudah dijawab mbak Mel yaaa :D
      Encien Regime kan sistem politik dan sosial pada masa rezim lama. nah sistem itukan sangat menguntungkan bangswan namun menjerat rakyat. maka dari itu para revolusioner menyusun pemerintahan baru. dasar dari pemerintahan baru ini adalah jeng jeng jeeeng.. declaration des droits de I'homme at du citoyen yaitu pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. gituuu :D

      Hapus
  22. "Menjelang 1787, pemerintah belum melunasi utang yang sangat banyak yang ditimbulkan perang-perang yang dilakukan Louis XIV, terlebih biaya demi keberhasilan perang selamaa abad kedelapan belas" ini adalah yang terjadi sebelum revolusi perancis.
    Dari kutipan diatas, saya ingin bertanya, apakah setelah revolusi perancis utang-utang ini bisa diselesaikan dengan cepat, apakah perubahan bentuk negara dari monarki absolut ke republik bisa menjamin utang tersebut bisa terbayar tepat waktu?
    please give me your answer :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. utang-utang tersebut tidak bisa diselesaikan dengan cepat dan tidak menjamin utang tersebut bisa terbayar tepat waktu karena setelah adanya perubahan bentuk negara dari monarki absolut ke republik, tak beberapa lama terjadilah krisis gezag (kewenangan). Keadaan kacau kembali, setelah kaum borjuis berkuasa kembali dan mengadakan teror balasan terhadap kaum Montage yang disebut “teurreur blanche” (teror putih). Kaum Gironde yang telah menang atas Kaum Montagekemudian membubarkan Convention, selanjutnya mereka membentuk pemerintahan Directoire.

      Hapus
    2. Suiiiipppp jeng...
      Thanks for your amazing answer hahay
      :*

      Hapus
  23. Tanya yo rek :D

    1. Mengapa revolusi perancis merubah negara yang sebelumnya monarki absolut menjadi negara republik?

    2. Di atas disebutkan ada 3 golongan. Apakah ketiga golongan tersebut saling bekerja sama dengan damai/rukun dalam pelaksanaan sistem sosial masa rezim lama di perancis?

    3. Kelompok 3 menyebutkan "bangsawan dan pendeta lah yang memiliki peran sangat besar" "Pada bidang pemerintahan bangsawan memiliki jabatan tertinggi sehingga hal itu membuat golongan bangsawan menjadi semena-mena kepada golongan di bawahnya"
    Terus yang ingin saya tanyakan, bagaimana nasib golongan bawah kalau golongan bangsawan berbuat semena-mena?

    4. "Kekacauan perancis bukan karena perancis menjadi miskin tetapi karna pajak yang tidak efisien dan tidak adil"
    Apakah ada solusi untuk memecahkan kekacauan tersebut sehingga sistem pajak akan bersifat efisien dan adil?

    Makasih :*({})

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya mencoba menjawab pertanyaanmu ya mbeb (huwakeh -_-) :D
      1. karena kekuasaan monarki absolut pada saat itu dianggap buruk dan memberatkan rakyat biasa. justru hak" istimewa berada di tangan kaum agamawan dan bangsawan. ngga adil gitu lah, dan mereka menuntut keadilan. mereka merasa bahwa republik lah yang dapat mewujudkan itu :D
      2. malah terjadi ketimpangan sosial beb, ada kecemburuan sosial juga jika dilihat dari tingkah kaum borjuis yg ingin hidup seperti bangsawan
      3. mereka tertindas apalagi dengan beban pajak yang besar. maka dari itu mereka menuntut kemerdekaan mere
      4. beb yang kamu tanyakan pada masa ini atau waktu jaman revolusi perancis? kalo jaman itukan karena pajak besar (salah satu faktor), mereka ingin menggulingan kekuasaan rezim lama dan menggantinya dengan pemerintahan yang baru. lalu terjadilah revolusi perancis :D
      semoga puas ya beb :D

      Hapus
    2. kalau solusi mungkin ada, tapi pada pemerintahan monarki absolut saat itu kebijakan lebih cenderung menguntungkan kaum bangsawan dan pendeta yang terbebas dari sebagian besar pajak. sehingga pajak-pajak yang seharusnya dibayar oleh mereka (pendeta & bangsawan), dibebankan kepada masyarakat golongan ke tiga (petani, buruh, kaum borjuis)
      :D

      Hapus
  24. saya numpang Tanya

    apa cita-cita dan tujuan dengan adanya revolusi prancis ini.
    trus nanya apa ada dampak negatif bagi Indonesia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf mas ga boleh numpang, bayar 3500 :D
      oke saya coba jawab yah, boleh kan...
      cita-cita dan tujuannya saya rangkum jadi satu. mereka ingin perancis menjadi negara yang 'baru'. yang semula memiliki sistem pemerintahan yang monarku absolut menjadi republik. mereka ingin adanya kesetaraan dan keadilan karena adanya kebijakan yang terasa berat sebelah dan hanya menguntungkan beberapa pihak saja.

      Hapus
    2. Vika Puspitasari
      Bantu menjawab dampak negatif bagi Indonesia.

      Merajalelanya kolonialisasi dan penjajahan di Indonesia,karena Ketika tumbangnya monarki diperancis,tak ada lagi yang menghalangi Inggris dan sekutunya,contohnya negara Belanda untuk melakukan penjajahan di Indonesia.
      Itu dari beberapa sumber yang telah saya baca, salah satunya dari Yahoo Answer.:D

      Hapus
  25. beb dan bob teman sekelas semuanya, mohon kalau ada salah kata atau jawaban yang tidak terlalu tepat dibenarkan yaa. kita sama" belajar oke? please don't show your emotions and don't judge the others :D :*

    BalasHapus
  26. Hey teman teman mau tanya nih :D
    1. diatas disebutkan bahwa kaum bangsawan tepat berada dibawah keluarga raja bukankah keluarga raja juga bangsawan ?? lalu apakah ada beberapa kriteria bangsawan ??
    2.pada artikel disebutkan kekuasaan raja Louis bersifat DESPOTIS , kekuasaan despotis itu seperti apa dan bagaimana ?

    terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hey juga teman, ket mau aku ae sing muncul -_- aku mencoba menjawab pertanyaanmu ya wahai kawan
      1. bangsawan yang dalam struktur sosial dibawah royal family (keluarga) kerajaan itu adalah golongan yang posisinya (jabatan) berada di pemerintahan maupun militer. bahkan ada juga yang mengurusi perbankan. mereka yang memiliki jabatan tinggi disebut bangsawan. bangsawan bukan berarti dia juga salah satu keluarga kerajaan. kalau di buku Marvin Perry (Ed 2014:6-7) ada sebutan untuk bangsawan, yaitu kaum bangsawan berpedang dan kaum bangsawan berjubah. kaum bangsawan berjubah itu adalah orang" borjuis yang membeli jabatan yudisial di parlemen maupun di kantor" pengaduilan tinggi :D
      2. despotis itu bentuk pemerintah dengan satu penguasa yang berkuasa dengan kekuatan politik absolut. raja dapat memimpin negara sesuai dengan kehendaknya sendiri :D
      itu jawaban dari saya. mungkin nanti ada tambahan dari teman-teman lain. terima kasih untuk pertanyaannya :) :D

      Hapus
    2. Vika Puspitasari
      Menambah ya mb.mus.:D

      Pendapat untuk nomor 2 memang benar, saya hanya menambah sedikit mengutip pandangan dari tokoh terkenal Revolusi Perancis mengenai Despotis.
      Despotisme adalah bentuk pemerintahan dengan satu penguasa, baik individual maupun oligarki, yang berkuasa dengan kekuatan politik absolut. Despotisme dapat berarti tiran (dominasi melalui ancaman hukuman dan kekerasan), atauabsolutisme; atau diktatorisme. Menurut Montesquieu, perbedaan antara monarki dan despotisme adalah bahwa dalam monarki, penguasa memerintah dengan hukum yang ada dan tetap, sementara dalam despotisme penguasa memerintah berdasarkan keinginannya sendiri.

      Hapus
    3. sip makasih tambahannya :*
      plis jangan panggil saya mbak, saya masih muda -___-

      Hapus
  27. kalau yang bangsawan berpedang itu apakah hanya kaum militer saja atau ada yang lain ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjawab pertanyaan dari Karin
      Kaum bangsawan memiliki tingakatan martabat yang berbeda, Martababat tertinggi dinikmati oleh kaum bangsawan berpedang (nobles of the sword) dan yang tingkat berikutnya adalah kaum bangsawan berjubah ( the nobles of robe).
      Lebih rincinya bisa dibaca di bukunya Marvin Perry halaman 6-7

      Hapus
    2. Menambah juga.
      Saya sependapat dengan Rizqy, Penyebutan kaum bangsawan berpedang memang merupakan penyebutan khusus untuk kaum bangsawan berpedang saja, bukan untuk digunakan para golongan berjubah.
      Setiap golongan memiliki peran sendiri-sendiri. golongan bangsawan berpedang nantinya akan menimbulkan sebuah hukum pancung.



      opinion

      Hapus
  28. Sugeng dalu dulurku jaler lan estri. Mohon maaf agak curhat sedikit. Ini aku agak galau mau tanya apa, tapi setelah ku pikir" sepertinya ini cocok ku tanyakan.

    Jadi gini, golongan pendeta dan bangsawan saat itu dibebaskan dari pajak, aku rasa itu adalah salah satu hak istimewa dari pemerintahan Perancis saat itu. Pertanyaanku, adakah hak istimewa lain untuk golongan diatas? Dan bagaimana pengaruhnya di bidang sosial ekonominya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjawab pertanyaan rizal
      Gereja tidak membayar pajak. Malahan, gereja membuat "hadiah gratis" kepada negara-ia menentukanjumlahnya-yang senantiasa lebih kecil daripada pajak lengsung seandainya diadakan(Marvin Perry.2014:5)
      Kaum bangsawan memegang posisi tertinggi di dalam gereja, tentara, dan pemerintahan(Marvin Perry.2014:6)
      Mereka tidak begitu berpengaruh dibidang ekonomi karena tidak mau dibebaskan dari pajak

      Hapus
  29. assalamualaikum wr.wb. . .
    saya mau bertanya
    1. jelaskan apakah ada pegaruh perang kemerdekaan amerika terhadap revolusi perancis
    2. mengapa pemerintahan absolut yang buruk berpengaruh terhadap revolusi perancis

    sekian dan wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. bismillahirohmannirrahiim, saya ahmad farid junaidi mencoba menjawab pertanyaan dari mas faza ali.
      1. menurut saya ada pengaruhnya, karena pasukan perancis yang dipimpin oleh rakyat laffayette ikut membantu perjuangan rakyat amerika untuk mencapai kemerdekaan. setelah kembali ke perancis melihat rakyatnya ditindas maka semangat revolusi amerika menginspirasi rakyat perancis untuk melawan pemerintah yang berkuasa.
      2. karena pada saat itu kekuasaan raja begitu besar dan bebas tanpa batas tanpa adanya DPR, sehingga raja menjadi bertindak sewenang-wenang dan hidup berfoya-foya.

      Hapus
    2. saya mencoba menjawab juga ya..
      1. perancis juga membantu amerika dalam perang kemerdekaannya. nah dengan adanya perang itu maka biaya yang dikeluarkan juga banyak. untuk membantu membiayai perang maka pemerintah memungut pajak yang besar kepada rakyat, sehingga timbullah keinginan untuk menentang pemerintah yg semena-mena dan terjadilah revolusi perancis
      2. mereka telah merasakan pemerintahan yg absolut sejak berabad-abad. namun pada saat kekuasaan raja Louis ke XIV yang bersifat despotis, juga salah satu faktor mengapa terjadi revolusi perancis. jika belum mengetahui apa itu despotis maka bacalah komen diatas :D
      makasong :D

      Hapus
  30. okeh, terima kasih Mas Farid yang ganteng sekali
    nguenten pun, istimewaaaaa.. . :D
    akan tetapi saya kurang puas dengan pelayanan mas farid, sehingga timbul pertanyaan lagi:
    1. mengapa penjara Bastille dijadikan lambang kekuasaan dan kesewenang wenangan raja louis kok bukan yang lain ??
    2. apakah dalam kepemimpinan napoleon ada langkah untuk mengembalikan kejayaan perancis ??

    sekian dan terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjawab pertanyaan dari faza
      1. Pada 14 juli 1789 rakyat perancis menyerbu penjara Bastile yang meruoakan lambang absolutisme monarki karena di dalamnya dipenjarakan para pemimpin rakyat yang dulu berani !enentang kekuasaan dan kesewenangan pemerintahan monarki absolut (Wahjudi djaja. 2012:119)

      Hapus
    2. karena mas faza kurang puas, maka saya mencoba untuk menjawab pertanyaannya lagi.
      1. karena dipenjara bastille inilah para pemimpin rakyat tersebut dipenjarakan.
      sehingga penjara dijadikan lambang kediktaktoran raja Louis karena menjadi penjara para pemimpin.
      2. menurut saya ada, antara lain mensejahterakan rakyat dengan cara menurunkan pajak pendapatan sebanyak 20%, kemudian mengembangkan pendidikan dan lebih memperlancar perindustrian dan perdagangan. selain itu juga adanya pembentukan pemerintahan yang kuat dan stabil. maksudnya pemerintahan dilaksanakan dengan sistem sentralisasi dan adminitrasi diseragamkan dan menghimpun hukum perdata.

      Hapus
  31. bagus amrulloh eri pradana
    Apakah kaum borjuis memiliki tuntutan terhadap pemerintahan sejak pemerintahan raja Louis XVI yang mengalami defisit negara sehingga borjuis ingin menguasai pemerintahan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya ada, yaitu kaum borjuis menuntut tinggi kebebasan dan juga menuntut untuk menjunjung tinggi asas persamaan. selain itu juga ada tuntutan untuk kehidupan masyarakat lebih bersifat liberalis dan menggunakan akal pikiran yang sehat serta untuk lebih perhitungan.

      Hapus
  32. bismillahirrahminrrahim..saya sedikit membantu jawaban dari saudara saya Mas Farid. . . :D
    menurut saya ya mas erik, ada tuntutan karena kaum borjuis menginginkan pemerintahan yang demokratis. . .
    sehingga mereka menuntut untuk adanya kekuasaan dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat. . .
    selain itu mereka menginginkan tidak adanya kesewenang wenangan yang dilakukan oleh para penguasa. . .
    pada intinya mereka ingin bebas dari sifat diktator tersebut. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus amrulloh eri pradana
      mas faza, hal itu diwujudkan dalam UU untuk meniadakan kesewenang-wenangan yg dilakukan penguasa ?

      Hapus
  33. Takok sahabat.. Bagaimana nasib Louis XIV setelah tertangkap oleh kelompok Montage dan Gironde?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Montage menginginkan agar raja dihukum karena telah menghianati sumpahnya terhadap UUD, sedangkan Gironde menginginkan agar raja dipertahankan.
      Namun pertentangan domenangkan oleh kelompok Montage kemudian Raja Louis XIV dihukum mati(Wajudi djaja.2012:122)

      Hapus
    2. maaf APA ISI sumpah dari Louis XVI ??

      Hapus
    3. bagus amrulloh eri pradana
      Sumpah Louis XVI:berjanji tidak akan membubarkan diri dan meningkatkan persatuan bangsa sampai mereka menyusun draf konstitusi Perancis yang diterima oleh rakyat Perancis.

      Hapus
    4. draf konstitusi ?? untuk apakah draf konstitusi tersebut apakah untuk mensejahterakan rakyatnya atau malah merugikan rakyat ??

      Hapus
    5. tidak ada draff yang diniatkan untuk merugikan rakyat karena bahkan yang menyusun draff itu juga termasuk rakyat prancis

      Hapus
  34. Takok sahabat.. Bagaimana nasib Louis XIV setelah tertangkap oleh kelompok Montage dan Gironde?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nasib louis XIV setelah tertangkap ia akan di hukum mati

      Hapus
  35. apakah sistem golongan dalam revolusi perancis bisa dikatakan mirip dengan sistem kasta? terus bagaimana dampak revolusi perancis bagi perancis masa lalu dan kini serta dunia internasional termasuk indonesia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk raisa
      ya mirip seperti sistem kasta dan yang kedua terjadinya peleburan Enciem Regime, dari Pemerintahan absolute yang tidak mengenal hak asasi manusia menjadi pemerintahan liberal yang berdasarkan hak asasi manusia

      Hapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  37. dalam revolusi Prancis terdapat beberapa golongan, golongan yang pertama yaitu golongan bangsawan, tapi di paragraf berikutnya terdapat pembahasan tentang pendeta. nah yang ingin saya tanyakan, golongan pendeta itu termasuk golongan yang pertama atau bagaimana?

    BalasHapus
  38. menjawab pertanyaan dari devi
    Para pendeta papan atas bersikap dan bergaya hidup yang sama dengan kaum bangsawan yang merupakan asal-usul mereka(Marvin Perry2014:5)
    jadi bisa disimpulkan bahwa para pendeta bisa ada di golongan pertama maupun kedua

    BalasHapus
  39. Teman saya mau bertanya ya, di artikel kan dijelaskan
    Penolakan kaum bangsawan memaksa pemerintah, pada juli 1788, mengadakan rapat Estates General (badan perwakilan nasional) suatu majelis abad pertengahan, yang terakhir kali rapat pada 1614 untuk membahas krisis keuangan.
    nah yang mau saya tanyakan adalah hasil kebijakan dari rapat tersebut apa?
    terimakasih teman :)

    BalasHapus
  40. menjawab pertanyaan dari alfia

    dalam persidangan ternyata terjadi perselisihan antara anggota I dan II dengan golongan III mengenai permasalahan pengambilan suara (Wahjudi Djaja2012:118)

    Louis XIV memerintahkan Majelis Nasional ke dalam golongan-golongan, tetapi tingkatan ketiga bertahan dengan kukuh. kegigihan delegasi-delegasi dan aksi-aksi mengancam dari penduduk paris yang Mendukung Majelis Nasional dan Memaksa Louis XIV menyerah. pada 27 juni, di memerintahkan kaum bangsawan dan kaum pendetabergabung dengan tingkatan ketiga dalam majelis Nasional (Marvin Perry 2014:15-16)
    jadi kesimpulannya tidak ada hasil dalamrapat tersebut karena terjadi perselisihan tetapi secara tidak langsung tingkatan ketiga menang karena telah merubah struktur berjalannya rapat yang dahulu terpisah di setiap golongan menjadi bersama-sama dari semua golongan.

    BalasHapus
  41. luar biasa diskusinya teman-teman
    1.saya ingin bertanya tentang louis xvi dan pengaruhnya terhadap revolusi prancis tentunya lebih luas lagi
    dan 2. pernahkah teman mendengar tentang madame defisit? ratu prancis yang katanya amat glamour
    3. dalam revolusi prancis para borjuis (middle class) bergabung dengan kaum buruh untuk menggulingkan raja dengan sistem monarki absolut tapi setelah tergulingkan kenapa mereka terpisah menjadi dua borjuis ingin bentuk monarki konstitusional sedangkan kaum buruh inginnya bentuk republik? kenapa mereka putus dan tidaksejalan lagi?
    terimakasih harapannya jawaban dari selain kelompok ya atau yg namanya jarang muncul hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjawab pertanyaan dari hasmal
      1. Mohon diperjelas lagi pertanyaannya saya masih belum paham

      2. Sudah dijawab oleh erik dibawah

      3.Perjuangan antara Gironde dan Montagne (21 September 1792-10 Agustus 1793).
      Setelah para wakil yang menyetujui adanya penghapusan kerajaan, mereka terpecah-pecah ketika membahas masalah pembangunan. Perselisihan antara kedua partai selama 8 bulan selanjutnya akan memperebutkan suara terbanyak, yakni antara kaum Gironde dan kaum Montagne. Sebab-sebab perselisihan: pergeseran masa lalu, persoalan individu, peranan kota Paris, personal-jawaban megenai UUD dan hak-hak pemilik.

      Peristiwa 10 Agustus yang mereka coba halangi, kaum Gironde menerima dengan keengganan karena mereka yakin bahwa orang yang menimbulkannya tidak akan membiarkannya sampai di situ. Kaum montagne yang bangga akan kemenangan menganggap kejadian 10 Agustus sebagai pekerjaan mereka, mereka bersikap memihak republik karena kebencian terhadap kerajaan yang mereka jatuhkan.
      Rakyat Kota Paris menyetujui peristiwa 2 september yang dianggap sebagai akibat dari kejadian 10 Agustus. Peristiwa ini menjengkelkan kaum Gironde, mereka mengutuk kejadian 2 September dan membenci rakyat Paris. Mereka mengkritik departemen yang terus-menerus memberi makan kepada kota besar, yang tidak mempunyai sumber penghasilan sendiri, dan mereka menuduh bahwa pemerintah kota menghabiskan uang negara. Sebaliknya, kaum Montagne berkehendak agar paris tetap menjadi pusat dari gerakan revolusioner. Kaum Commune dan Montagne mempersatukan diri guna melakukan tindakan-tindakan yang wajib diturut oleh semua, guna menyelamatkan rakyat dari bahaya.
      Kaum Gironde mempunyai alasan baru. Meskipun tidak dapat menyelamatkan UUD tahun 1791, mereka telah melakukan dengan cerdik sebagai ahli hokum fasal-fasal terakhir yang berhubungan dengan Lois XVI. Sebagai dewn pembentuk undang-undang baru maka Convention berkewajiban dngan perundingan, menyusun UUD baru. Tindakan cepat yang dilakukan ialah pertama-tama harus dijamin hasil perebitan yang baru di dapat dan merupakan warisan umum dari kaum revolusioner. Inilah kewajiban, dan inilah kepentingan umum.
      Gironde adalah partai kaum tuan tanah. Menurut mereka hak dari pemilik tidak dapat diganggu. Hasil panen memberi hak mutlak bagi pemiliknya hendak dijual kepada siapa, dengan harga berapa, atau untuk disimpan adalah menjadi kehendak pemiliknya. Namun dalam kondisi di masa sulit seperti perang, kondisi ini tidak banyak membantu. Hak-hak hidup bertentangan dengan hak pemilik, dan hak hidup ini adalah lebih penting. Bahan-bahan hidup harus dibagi-bagi; pemilik hasil panen hanya diperbolehkan mendapatkan sebagian dan selebihnya harus diserahkan dengan harga yang telah ditetapkan yang menjamin untung yang selayaknya. Selanjutnya dengan demikian telah terjadi perselisihan yang sengit antar kedua partai. Gironde telah menuduh bahwa: Commune, Marat, pembunuh-pembunuh bulan Septmber, Robespierre adalah objek dari serangan mereka, dan perdebatan dalam gedung legislative (Assemble) menunjukan dengan jelas kemengan mereka. Akan tetapi keadaan berbalik hal tersebut telah memperkuat dukungan terhadap kaum Montagne. Permasalahan raja menjadi bahan penting dalam perselisihan.(https://historia66.wordpress.com/2009/11/23/revolusi-perancis-karya-paul-nicolle/)

      Hapus
  42. nitip pertanyaan buat kelompok 3
    tolong jelaskan lebih luas lagi tentang kebijakan pemerintahan napoleon???

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya mencoba menjawab pertanyaan dari alvin, napoleon mencoba kembali mengembalikan kewibawaan perancis dengan cara meningkatkan kestabilan pemerintahan dan memperkuat kembali sistem pemerintahannya. selain itu napoleon juga lebih meningkatkan kembali keamanan negara, sehingga kehidupan di negara menjadi aman dan tenteram tanpa adanya perang antar rakyat. dengan kebijakan-kebijakannya yang membawa kejayaan Perancis, napoleon pun dipuja oleh seluruh rakyat perancis.

      mungkin ini jawaban singkat dari saya, maaf bila kurang memuaskan mas alvin. tolong juga bantuan dari yang lain untuk menjawabnya.

      Hapus
    2. bagus amrulloh eri pradana
      mas alfin, saya mencoba berpendapat tentang pertanyaan anda
      Napoleon berhasil dalam memberi Perancis pemerintahan pusat yg kuat dan keseragaman administratif.hal ini terjadi karena Napolen memimpin dengan terpusat (kaisar), semua alat negara tunduk kepadanya dan aktif dalam kegiatan invansi ke negara lain seperti Jerman,Inggris,Rusia,Austria dan Prusia.Mungkin itu dari saya

      Hapus
  43. bagus amrulloh eri pradana
    Mas hasmal,saya berpendapat tentan pertanyaan anda yang no 2.Madame defisit merupakan julukan Marie Antoinnete/Rose Versailes istri Louis XIV karena suka hidup berfoya-foya di istana Versailes di Paris dan dieksekusi oleh rakyat lewat hukuman gantung (guillotine).

    BalasHapus
  44. waktu diskusi begini formal banget, manggilnya mas sama mbak. coba yang lain gitu, gus sama jeng :D

    BalasHapus
  45. Saya mau bertanaya
    1. Di artikel dijelaskan "Dan pada 1799 setelah kembali dari Mesir Napoleon dengan kakuatan militernya berhasil membubarkan pemerintahan Directeur", yang saya tanyakan apa yang dilakukan Napoleon di Mesir?
    2. Adakah peran lain Napoleon dalam Revolusi Perancis sebelum tahun 1795?
    3. Apakah ada dampak langsung revolusi ini terhadap keadaan Indonesia saat itu, kalau ada jelaskan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus amrulloh eri pradana
      mas surya,saya mau berpendapat terkait soal anda yg no 1
      Perancis merupakan negara Eropa yang paling awal menduduki Mesir setelah pudarnya pengaruh politik negara ini pada akhir abad ke-18. Persaingan antara Perancis dan Inggris untuk mengambilalih kekuasaan Kekhalifahan Turki Ustmany dan untuk mengontrol negara-negara di Afrika Utara, telah membangkitkan keinginan Perancis untuk menguasai Mesir yg dipimpin ahli militer Napoleon dalam rangka memperkuat kegiatan perdagangan Perancis.

      Hapus
  46. Dibalik para tokoh yang berperan penting dalam revolusi perancis yaitu Motesquieu dan Voltaire apa latar belakang dari mereka untuk mencetuskan pemikiran dari mereka tersebut, atau ada motif lain dari tujuan mengemukaan pendapat mereka?

    BalasHapus