KONFLIK DAN PERMASALAHAN ETNIS KONTEMPORER DI
YUGOSLAVIA
M Dian
Mutahar 140731603572
Muhammad
Hasmal M 140731600175
Raisa
Rahmawati 140731600695
Abstrak : Konflik etnis di Yugoslavia
pada tahun 1990an sampai 2001 disebabkan tingginya prasangka etnis ditambah runtuhnya
komunisme, vaccum of power setelah kematian Josep Broz Tito, dan
semangat nasionalisme etnis disetiap bangsa yang ada didalam wilayah
Yugoslavia. Konflik Yugoslavia yang terkenal adalah konflik Bosnia. Konflik ini
menewaskan korban dalam jumlah besar. Dampak konflik ini adalah banyaknya
korban jiwa, krisis ekonomi, dan disintegrasi Yugoslavia.
Kata Kunci : Konflik, Etnis, Kontemporer,
Yugoslavia.
Akar konflik etnis yang berkepanjangan di
Yugoslavia telah muncul pada tahun 1918 saat bubarnya kerajaan Austria-Hongaria
dan bersatunya Serbia, Kroasia, dan Slovenia, akan tetapi Kroasia ingin negara
berbentuk federasi sedangkan Serbia menginginkan sebuah negara kesatuan
(Wikipedia, 2013). Hal ini menimbulkan sebuah konflik yang nantinya meluas
menjadi konflik antar etnis yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Selain
itu juga memunculkan negara-negara baru merdeka seperti Kroasia.
PEMBAHASAN
Awal
Perpecahan Negara Yugoslavia
Perpecahan
(atau lebih tepat dipecahkan) kembali terjadi pada tanggal 17 April 1941
(Perang Dunia II) tentara pemberontak Yugoslavia menyerah dan berhasil
ditaklukan oleh tentara NAZI Jerman. Hitler membagi Yugoslavia kepada sekutu
porosnya yaitu Italia, Hongaria, Bulgaria dan penguasa boneka setempat.
Yugoslavia saat itu terdiri dari Serbia (dibawah pemerintahan Jerman),
Makedonia (diduduki Bulgaria), Montenegro (diduduki Italia), Negara Kroasia
Merdeka, Slovenia (diduduki Jerman, Italia, dan Hongaria), Baranja (diduduki
Hongaria), Dalmatia (diduduki Italia), dan Kosovo (diduduki Italia dan Albania)
(Oktorino, 2014:5—7).
Berakhirnya
Perang Dunia II memunculkan negara federal sosialis di bawah kepemimpinan Tito,
setelah prestasinya dalam perang dunia kedua dia berhasil membubarkan monarki
dan mengangkat dirinya sebagai diktator Yugoslavia. Dia menindas sentimen
kesukuan dan keagamaan yang sifatnya memecah belah, dia memerintah dan
mempersatukan negerinya dengan tangan besi (Oktorino, 2014:27). Pada masa
kepemimpinannya inilah Yugoslavia bisa dikatakan berada pada masa puncaknya.
Pada tanggal
4 Mei 1980 Tito Sang diktator meninggal sebagaimana yang dituliskan Meier
(2005:1) dalam bukunya“On 4 May 1980, Josip Broz Tito, President of the
Socialist Federated Republic of Yugoslavia, died”. Kematian Tito membawa
banyak dampak bagi Yugoslavia diantaranya
vacum of power
(Kekosongan kekuasaan), hal ini membuktikan bahwa stabilitas negara
tergantung kepada sosok kharismatik dari seorang Tito sehingga setelah
kematiannya, konflik etnis yang telah berhasil ditekan selama pemerintahannya
kembali bergolak di Yugoslavia (Haryono, 2007:2). Konflik etnis itu menimbulkan banyak korban
dan kerugian-kerugian baik materiil maupun psikologis.
Pada
dasarnya akar konflik berkepanjangan di daerah Yugoslavia menurut Wardhani
(2011:222) disebabkan tingginya prasangka etnis, sebagai contoh konflik Bosnia
disebabkan oleh keberhasilan Slobodan Milosevic memancing prasangka negatif
antara kaum Bosnia dengan Kroasia dan memobilisasi tentara yang menghasilkan
pembasmian etnis yang tujuan akhirnya adalah menciptakan Serbia Raya.
Tingginya
prasangka etnis ditambah runtuhnya komunisme, vaccum of power, semangat
nasionalisme disetiap bangsa yang ada didalam wilayah Yugoslavia dan
kepentingan asing menjadi latar belakang yang sempurna bagi tragedi kemanusiaan
berupa berbagai konflik etnis dikawasan ini.
Munculnya
Akar Konflik Etnis Yugoslavia
Awal mula
konflik etnis berkepanjangan yang terjadi di Yugoslavia dimulai pada tahun 1918
ketika bubarnya kerajaan Austria-Hongaria dan bersatunya kerajaan dari Serbia,
Kroasia, dan Slovenia setelah Perang Dunia I. Pada tahun 1929 kerajaan dari
Serbia, Kroasia, dan Slovenia tersebut berubah nama menjadi Yugoslavia.
Yugoslavia sendiri memiliki arti, yaitu ‘orang-orang Slavia Selatan. Yugoslavia
menjadi sebuah negara kerajaan yang dipimpin oleh Raja Alexander I (Susilo,
2009:110). Setelah kerajaan-kerajaan tersebut bergabung dan membentuk negara
kerajaan Yugoslavia, nama Yugoslavia semakin memiliki eksistensi di dunia
Internasional.
Namun,
setelah bergabungnya Serbia, Kroasia, dan Slovenia bersatu timbul permasalahan
yang dimulai dengan Serbia yang menginginkan sebuah negara kesatuan, sedangkan
Kroasia yang menginginkan negara yang berbentuk federasi. Pada tahun 1928,
Kroasia mencoba melepaskan diri dari Yugoslavia setelah seorang anggota
parlemen dari Kroasia dibunuh. Raja Alexander, sejak tahun 1921, bereaksi keras
dengan membubarkan parlemen dan mencanangkan diktatorialisme (Wikipedia, 2015).
Perbedaan keinginan dari dalam negara itu, memicu akar konflik dan perepecahan
yang nantinya menimbulkan konflik yang berlatarbelakang etnis.
Konflik
etnis yang terjadi di Yugoslavia merupakan konflik dan kekerasan yang terjadi
selama 1990-2001, namun bibit konflik etnis ini sudah muncul pada Perang Dunia
I tahun 1918. Konflik etnis ini melibatkan warga Yugoslavia yang kebanyakan
antara bangsa Serbia melawan Kroasia, Bosnia dan Albania. Sering disebut perang
paling mematikan di Eropa setelah terjadinya Perang Dunia. Perang ini dicirikan
sebagai kejahatan perang dan pembersihan etnis secara besar-besaran. Perang
pertama setelah terjadinya Perang Dunia II yang dianggap sebagai genosida dan
banyak tokoh kunci perang ini yang dituduh melakukan kejahatan perang
(Wikipedia, 2013). Hal ini karena terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap
etnis lain oleh Serbia.
Yugoslavia
merupakan salah satu negara komunis yang makmur pada masanya. Ketenaran
Yugoslavia memuncak ketika Yugoslavia dipimpin Josip Broz Tito yang berkuasa
selama 40 tahun. Namun, tahun 1990-an
adalah era yang paling pahit bagi Yugoslavia, dimana pada era itu terjadi
pertarungan berdarah dan berbau agama serta etnis yang mengorbankan banyak
nyawa manusia. Hal ini diakibatkan tidak adanya tokoh kharismatik seperti Tito
yang mampu memimpin Yugoslavia. Pada akhirnya Kroasia, Slovenia, Herzegovina
dan Makedonia memisahkan diri. Yang tersisa sebagai negara Yugoslavia hanya
Montenegro dan Serbia (Susilo, 2009:111). Pemisahan itu mengakibatkan
Yugoslavia hanya tinggal tersisa wilayah Serbia dan Montenegro saja. Dua
kawasan itu masih bersatu sejak 2003 hingga 2006 dan pusatnya ada di Beograd.
Urusan pertahanan, kebijakan luar negeri, hubungan ekonomi internasional, dan
hak asasi manusia (HAM) ditangani bersama, sedangkan urusan sehari-hari
ditangani secara terpisah (Susilo, 2009:111). Hal ini layaknya negara-negara
federasi yang memiliki kewenangan mengurusi negara bagiannya sendiri dalam
bidang-bidang tertentu.
Terbentuknya
negara Yugoslavia pada awalnya lebih disebabkan oleh banyaknya persoalan yang
tidak bisa diselesaikan. Misalnya, masalah multinasional, struktural dan upaya
demokratisasi Kerajaan Serbia-Kroasia. Untuk mengatasi itu, Raja Alexander
menyetujui terbentuknya negara Yugoslavia tersebut (Susilo, 2009:111). Hal ini
dimaksudkan untuk meredam persoalan-persoalan yang terjadi.
Pembagian
entitas politik Bosnia-Herzegovina terpecah-belah pada 1991 setelah runtuhnya
rezim-rezim komunis di Eropa Timur. Mengikuti contoh Kroasia dan Slovenia yang
telah merdeka sebelumnya, pada Maret 1992 Bosnia-Herzegovina menyatakan
kemerdekaannya melalui referendum yang diikuti oleh masyarakat muslim dan
Kroasia-Bosnia. Hal tersebut ditentang oleh penduduk Serbia yang ingin
menguasai seluruh wilayah eks Yugoslavia (Susilo, 2009:111). Karena keinginan
dari pihak Serbia inilah yang mengakibatkan konflik-konflik yang terjadi
semakin memuncak dan akhirnya muncul pembersihan etnis muslim dan
Kroasia-Bosnia.
Di bawah
pimpinan Radovan Karadzic, orang-orang Serbia di Bosnia memproklamasikan
Republik Srpska. Dengan bantuan pasukan federal Jenderal Ratko Maldic,
orang-orang Serbia-Bosnia menguasai 70 persen wilayah negeri itu. Dalam konflik
ini, etnis Serbia, yag menjadi masyarakat mayoritas, berusaha melenyapkan etnis
Muslim dan Kroasia. Terjadilah pembantaian terbesar dalam sejarah yang jumlah
korbannya tidak kalah banyak dengan Perang Dunia (Susilo, 2009:111).
Pembunuhan,
penyiksaan, dan pemerkosaan oleh kaum Serbia kemudian menyebabkan
pemimpin-pemimpin Serbia dituduh sebagai penjahat perang oleh PBB. Akhirnya,
setelah perang berdarah yang berlarut-larut, perdamaian di antara ketiga
kelompok tersebut berhasil dipaksakan oleh NATO. Sesuai dengan Kesepakatan
Dayton 1995, keutuhan wilayah Bosnia-Herzegovina ditegakkan, namun negara
tersebut dibagi dalam dua bagian yakni 51 persen wilayah gabungan
Muslim-Kroasia (Federasi Bosnia dan Herzegovina) dan 49 persen Serbia (Republik
Srpska) (Susilo, 2009:112).
Kemelut
Konflik Di Negara Bosnia-Herzegovina
Konflik di
Bosnia bermula dari kemelut politik di bekas negara Yugoslavia pada tahun akhir
1980-an dan awal 1990-an yang berujung pada pecahnya beberapa negara anggota
federasi Yugoslavia, mengikuti pecahnya Uni Soviet. Kroasia, Slovenia,
Makedonia, dan Bosnia-Herzegovina memerdekakan diri pada 1991-1992, dilanjutkan
dengan berpisahnya Montenegro pada 2006 dan Kosovo pada 2008. Akan tetapi,
deklarasi kemerdekaan Bosnia tidak berjalan mulus, meskipun dunia internasional
(PBB dan USA) mengakui kemerdekaan Bosnia-Herzegovina, namun di dalam negeri
kemelut baru telah lahir (Susilo, 2009:112). Kemelut permasalahan di dalam
negeri itu bersumber pada permasalahan etnis yang ada.
Etnis Bosnia
dan Kroasia bersepakat atas kemerdekaan Bosnia, namun tidak bagi etnis Serbia.
Etnis Serbia di Bosnia melalui politisinya memboikot referendum kemerdekaan
bahkan meluncurkan serangan militer ke Sarajevo ibu kota Bosnia-Herzegovina
pada tahun 1992. Pemimpin Serbia di Bosnia kemudian mendirikan Republik Srpska
dan membangun tentaranya dengan dukungan penuh dari federasi Yugoslavia
(Serbia) (Susilo, 2009:113). Federasi Yugoslavia yang ada saat itu adalah
gabungan dari negara-negara yang masih tersisa yakni Serbia dan Montenegro.
Federasi Yugoslavia tersebut mendukung etnis Serbia di Bosnia.
Puncak
kekejaman Serbia di Bosnia adalah apa yang disebut sebagai pembantaian di
Srebrenica pada Juli 1959 (Srebrenica Massacre). Tentara Bosnia yang memang
sejak awal amat lemah dibanding kekuatan militer Yugoslavia-Serbia, didukung
oleh pasifnya dukungan pasukan PBB di Srebrenica, memudahkan tentara Serbia di
Bosnia (tentara Republik Srpska) merangsek masuk ke Srebrenica di bawah
pimpinan Jenderal Ratko Mladic. Turut bergabung dalam serangan tersebut para
militer (milisi) Serbia yang menggunakan nama Scorpions. Dalam serangan selama
kurang lebih sepekan, sekitar 8.700 jiwa tewas, baik tentara maupun
masyarakat sipil (bayi, anak-anak, kaum perempuan, dan laki-laki dewasa yang
tidak ikut berperang).
Tidak hanya
pembantaian, dalam pembersihan etnis ini juga terjadi pemerkosaan dan
penganiyaan yang luar biasa kejam. Serangan balasan dari NATO pada tentara
Republik Srpska pada Agustus 1995, dilanjutkan dengan Perjanjian Dayton pada
Desember 1995 dan akhirnya menghentikan konflik Bosnia. Hingga perjanjian
ditandatangani oleh presiden dari tiga negara (Bosnia dan Herzegovina, Kroasia,
dan Serbia) jumlah total korban tewas sekitar 110.000 jiwa dan 1.8 juta jiwa
terpaksa menjadi pengungsi (Susilo,2009:114). Hal inilah yang memunculkan
keprihatinan dari berbagai kalangan yang berperikemanusiaan dan menginginkan
kedamaian.
Kondisi
Negara-Negara Eks Yugoslavia Pasca Konflik
Saat ini
negara-negara tersebut mulai menghirup perdamaian dan ketiga belah pihak
berusaha membangun saling percaya. Akan tetapi, memang perlu waktu lama untuk
menghapuskan permusuhan berabad-abad itu. Salah satu hal yang diusahakan untuk
membangun saling percaya tersebut adalah mengadili para penjahat perang. Mantan
Presiden Republik Srpska Ravadon Karadzic berhasil ditangkap pada 21 Juli 2008,
sementara mantan Panglima Tentara Federal Jenderal Ratko Mladic belum
tertangkap. Dan kini negara Yugoslavia telah tidak ada karena dunia
internasional tidak mengakuinya sebagai negara merdeka. Akhirnya Serbia
mendirikan nama negaranya dengan nama Serbia yang sampai kini diakui oleh dunia
internasional sejak 2003 sebagai negara merdeka. Sehingga kini Kroasia,
Slovenia, Bosnia-Herzegovina dan Serbia adalah negara merdeka yang berdiri
sendiri.
Dampak Dari
Konflik Etnis di Yugoslavia
Konflik
etnis yang terjadi di Yugoslavia
menimbulkan dampak-dampak yang tidak kecil. Dampak tersebut berupa korban jiwa,
materiil dan psikis bagi masyarakat Yugoslavia. Dengan adanya konflik etnis
tersebut, mereka sempat merasakan kecemasan dan juga ketakuatan. Dampak-dampak
dari konlfik etnis Yugoslavia tersebut antara lain:
1. Dalam bidang
politik
Sepeninggal
dari Josep Broz Tito, kehidupan politik dan Negara seakan kehilangan arah.
Kemudian, di pimpin secara kolektif oleh suatu badan Presidensi yang berjumlah
delapan orang dan partai yang juga dipimpin oleh presdium beranggotakan 24
orang. Namun praktek pengambilan keputusan sering berbenturan satu sama lain,
sesuai dengan kepentingan masing-masing dan memperdalam perpecahan.
Perkembangan ini membawa pada jurang perpecahan Yugoslavia pada 1991-an.
Kejadian ini mulai memuncak ketika Slovenia dan Kroasia memproklamirkan
kemerdekaannya pada 25 Juni 1991. Kedua negara ini membentuk angkatan
bersenjata dan menentukan batas negaranya secara sepihak.
2.
Timbulnya
korban jiwa
Konflik yang terjadi dibekas negara Yugoslavia membawa korban yang banyak.
Terutama pada saat terjadinya pembersihan etnis muslim dan Kroasia-Bosnia oleh
bangsa Serbia. Dan juga konflik di negara-negara bekas Yugoslavia ini bisa
dikataan sebagai pembunuhan dan pembantaian paling kejam yang pernah dilakukan
seytelah perang dunia kedua. Hal ini karena jumlah korban yang berjatuhan
banyak dan diperkirakan sekitar 110.000 jiwa dan 1,8 juta jiwa menjadi
pengungsi (Susilo,2009:114).
3.
Disintegrasi
Yugoslavia
Konflik etnis ternyata membawa dampak yang cukup berpengaruh terhadap
kehidupan bernegara dan berbangsa dari negara-negara bekas Yugoslavia. Adanya
konflik ini menimbulkan munculnya negara-negara merdeka pecahan dari
Yugoslavia, anatara lain Serbia, Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina.
PENUTUP
Konflik
Etnis Yugoslavia mulai muncul kepermukaan setelah kematian dari pemimpinnya
yang sangat berpengaruh yakni Josep Broz Tito. Kematian Josep Bros Tito
ternyata membawa pengaruh terhadap keberlangsungan negara Yugoslavia. Semenjak
itu, Yugoslavia megalami perpecahan menjadi negara-negara kecil yang
memerdekakan sendiri. Negara yang memproklamirkan kemerdekaannya antara lain,
Serbia, Kroasia, Makedonia, Slovenia dan Bosnia-Herzegovina. Akibat dari
pemisahan diri dari negara Federasi Republik Sosialis Yugoslavia adalah
munculnya konflik-konflik antar etnis di negara-negara eks Yugoslvia. Konflik
ini dipicu oleh Serbia yang etnisnya sebagian besar tersebar di bekas
negara-negara bagian dari Federasi Yugoslavia. Konflik etnis ini telah
mengakibatkan banyak korban yang berjatuhan. Meskipun konflik saat ini sudah
tidak terjadi kembali, namun hingga saat ini permasalahan konflik etnis di eks
Yugoslavia ini masih sulit untuk ditangani karena masalah kesepakatan yang
sulit didapatkan dari pihak-pihak yang bertikai. Sehingga masih dapat memicu
timbulnya konflik etnis kembali.
DAFTAR RUJUKAN
Meier, Viktor. 1929. Yugoslavia:
A History of Its Demise. Terjemahan Sabrina Ramet. 2005. London. Taylor
& Francis e-Library.
Oktorino, Nino. 2014. Konflik
Bersejarah-Target: Tito-Kisah Operasi Militer Jerman Menyingkirkan Sang
Pemimpin Partisan Yugoslavia. Jakarta. Elex Media Komputindo.
Susilo, T.A. 2009. Mengenal Benua Eropa. Jogjakarta:
Garasi.
Haryono, I.D. 2007. Intervensi
Kemanusiaan Dalam Konflik Kosovo. (Online). (https://indronet.files.wordpress.com/2007/09/kosovo-2.pdf).
diakses Februari 2015.
Wardhani, Baiq. 2011. Nasionalisme
dan Etnisitas di Eropa Kontemporer. Global & Strategis, (Online), 5
(3):217-236, (http://journal.unair.ac.id).
diakses Februari 2015.
Wikipedia. 2013. Perang
Yugoslavia. (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Yugoslavia).
diakses Februari 2015.
Wikipedia. 2013. Sejarah
Yugoslavia. (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Yugoslavia).
diakses Februari 2015.
Assalamualaikum, membuka diskusi dari kelompok Hasmal, dkk ya
BalasHapussaya ingin bertanya,
1. apa yang menyebabkan kematian Tito hingga menyebabkan vacum of power di Yugoslavia?
2. siapa yang pertama kali memicu terjadinya konflik etnis tersebut? apakah dari rakyat sipil atau dari pejabat?
terima kasih
1. sosok tito adalah sosok dikatator yang kharismatik dengan tangan besinya dia mempersatukan yugoslavia saat dia mati tidak ada pengganti yang sekharismatik beliau sehingga menyebabkan kekosongan pemimpin yang bisa mempersatukan Yugoslavia yang dalam artikel kami menyebutnya dengan istilah vaccum of power.
HapusWaalaikumslam wr wb.
Hapus1. Kematian Tito merupakan faktor usia dan kesehatan, karena kematian Tito tidak ada sosok yang seperti Tito yang sanggup memegang tampuk kekuasaan yang notabene adalah negara federasi atau gabungan dari negara-negara. Sehingga terjadi vacum of power atau kekososngan kekuasaan di Yugoslavia.
2. Untuk pemicu dari konflik ini menurut kelompok kami karena bangsa Serbia yang merasa lebih berhak atas kuasa daripada yang lainnya, serta ada beberapa negara bagian yang memerdekakan diri.
itu dari kelompok kami...
saya ingin bertanya:
BalasHapus1. dulu, Yugoslavia terdiri dari Serbia, Makedonia, Montenegro, Negara Kroasia Merdeka, Slovenia, Baranja, Dalmatia, dan Kosovo. lalu saat ini, Yugoslavia terdiri dari bagian negara apa saja?
2. diartikel dijelaskan tentang latar belakang terjadinya konflik etnis, salah satunya tentang kepentingan asing. lalu apa maksud dari kepentingan asing itu bagaimana? dan negara asing yang berperan didalamnya negara apa saja?
3. di artikel ada penjelasan tentang akar permasalahan yang ditimbulkan setelah Serbia, Kroasia, dan Slovenia. Namun yang terjadi perang itu yaitu antara Serbia melawan Kroasia, Bosnia dan Albania. lalu peran dari Slovenia dimana? dan apa yang dituntut oleh Bosnia dan Albania?
1. Yugoslavia telah pecah menjadi negara-negara Slovenia, Kroasia, Makedonia, Bosnia Herzegovina, Montenegro, Serbia, dan Kosovo
Hapussaya ingin bertanya jawabannya Hasmal, jadi sekarang Yugoslavia hanya terdiri dari negara Yugoslavia saja dan tidak ada lagi negara-negara bagiannya????
HapusYugoslavia kini hanya tinggal kenaNgan...
HapusNegara Yugoslavia tidak ada lagi sekarang...
Jadi seperti ini mbk, setelah pecahnya negara-negara Yugoslavia menjadi merdeka, banyak terjadi konflik. Karena pada dasrnya Yugoslavia adalah gabungan dari negara-negara yang berbeda etnis yang disatukan oleh Josep Bros Tito. Setelah Tito meninggal banyak negara bagian Yugoslavia yang memerdekakan diri. Nah untuk Yugoslavia yang saat ini, itu berganti nama menjadi Serbia-Montenegro.
HapusMengenai kepentingan asing sendiri dari nalisis kami bahwa pada saat itu sedang ada perang dingin, dengan pengaruh negara adidya tersebut pasti mereka juga melakukan bantuan-bantuan terhadap negara-negar di Yugoslavia saat itu.
HapusUntuk yang Slovenia, sebenarnya juga ada, akan tetapi keterbatasan sumber mengenai hal tersebut, kelompok kami lebih cenderung pada permasalahan etnis yang sekiranya dapat di temukan data-data secara lebih banyak. Kami mohon maaf jika tidak dapat menampilkan semua konflik di eks Yugoslavia.
Apa yang dituntut oleh Bosnia adalah kemerdekaan penuh. Sedangakan Albania pun juga sama, Etnis Albania yang banyak mendiami Kosovo menginginkan kemerdekaan dari Serbia.
Hapusmau bertanya ya,
BalasHapus1.diatas kan dijelaskan bahwa Konflik etnis di Yugoslavia pada tahun 1990an sampai 2001, mengapa konflik tersebut terus berlarut-larut, adakah solusi pemecahan dari konflik tersebut?
2. Pembagian wilayah di Yugoslavia yakni Serbia (dibawah pemerintahan Jerman), Makedonia (diduduki Bulgaria), Montenegro (diduduki Italia), Negara Kroasia Merdeka, Slovenia (diduduki Jerman, Italia, dan Hongaria), Baranja (diduduki Hongaria), Dalmatia (diduduki Italia), dan Kosovo (diduduki Italia dan Albania), pembagian tersebut didasarkan atas dasar apa?
3. saat konflik tersebut berlangsung apakah berdampak pada bidang ekonomi, dan setelah konflik selesai bagaimana keadaan ekonomi Yugoslavia?
terimakasih...
2. Hitler membagi Yugoslavia saat perang dunia ke 2 untuk memecah kekuatan militernya dan sekaligus berbagi dengan sesama blok poros
Hapusapakah ada alasan mengapa makedonia diduduki Bulgaria?
HapusTerimakasih...
Kenapa makedonia diduduki Bulgaria?
HapusSebenarnya hal itu merupakan pembagian daerah kekuasaan yang dilakukan oleh blok poros, sesuai dengan kesepakatan mereka masing-masing...
Menambahkan fdari teman-teman sebelumnya, pembagian itu benar berdasarkan kesepakatan pasca perang dunia. jadi z itu jadi rahasia mereka mengapa membaginya seperti itu. Nah untuk dampak ekonomi, jelas kita ketahui bahwa konflik etnis ini membawa dampak pada perekonomian yang menjadi kacau. Karena konflik itu telah membawa pemerintahan tidak stabil.
HapusMenambahkan menjawab untuk nmer satu. Knpa konfliknya berlarut larut? Karena Yugoslavia itu gabungan dari negara-negara dengan mayoritas etnis dan agama yang berbeda. Sudah tentu konflik selalu muncul. Apalagi kemauan dari Serbia untuk menguasai eks Yugoslavia.
Hapusbagus amrulloh eri pradana
BalasHapus"Namun, tahun 1990-an adalah era yang paling pahit bagi Yugoslavia, dimana pada era itu terjadi pertarungan berdarah dan berbau agama serta etnis yang mengorbankan banyak nyawa manusia."
bagaimana maksud dari pertarungan berbau agama tersebut ?
Yang dimaksud berbau agama yakni karena negara Yugoslavia sendiri selain berdasarkan latar belakang sejarah yang berbeda juga berlatar belakang etnis, suku dan agama yang beragam. Sehingga sering muncul konflik antar negara tersebut yang telah bersatu. Nah untuk beragam agamanya dapat disebutkan seperti ini Kroasia itu mayoritas Katholik, Bosnia mayoritas Muslim, Makedonia dan Serbia mayoritas Kristen Ortodoks.
Hapuspermisi, numpang tanya
BalasHapus"Pembunuhan, penyiksaan, dan pemerkosaan oleh kaum Serbia kemudian menyebabkan pemimpin-pemimpin Serbia dituduh sebagai penjahat perang oleh PBB." Lalu adakah langkah konkrit dari PBB untuk mencampuri lebih lanjut menanggulangi konflik ini, padahal kan kita tahu bahwa terjadi pemerkosaan yang jelas itu kejahatan terhadap kaum perempuan yang istilahnya tidak mempunyai senjata dan juga dalam PBB kan tidak diperbolehkan perempuan dijadikan sebagai sasaran perang. Terimakasih
Baik terimakasih, kami berusaha mnjelaskan. Bahwa konflik etnis ini telah ditangani PBB dengan menurunkan pasukan dibawah dewan keamanannya. Hal ini sesuaI dengan pernyataan kelompok kami pada artikel yakni ", setelah perang berdarah yang berlarut-larut, perdamaian di antara ketiga kelompok tersebut berhasil dipaksakan oleh NATO. Sesuai dengan Kesepakatan Dayton 1995" yang dikutip dari buku Mengenal Benua Eropa. Jogjakarta: Garasi karya Susilo, 2009, halaman 112...
HapusUntuk masalah boleh atau tidaknya, ini kan dalam kondisi koflik mbak, jadi hal boleh tidaknya kurang diperhatikan, mereka mementingkan kepentingannya daripada hal tsb.
Selamat Malam.:D
BalasHapusVika Puspitasari
Mau bertanya ya
1.a Hitler membagi Yugoslavia kepada sekutu porosnya yaitu Italia, Hongaria, Bulgaria dan penguasa boneka setempat.
Meminta tolong kepada kelompok terakhir ini untuk menjelaskan, mengapa terdapat istilah penguasa boneka setempat? Bukankah boneka itu, cenderung seperti mainan?
b. Tito memerintah dan mempersatukan negerinya dengan tangan besi, bagaimana mungkin pemerintahan dengan tangan besi seperti ini dapat membawa dalam puncak Yugoslavia? Puncak seperi apakah itu?
Sementara ini itu saja ya…. terimakasih
Terimakasih kepada mbk vika, yang dimaksud negar boneka disini adalah negar-negara yang dibagi kecil agar mudah dikontrol, sama sperti halnya negara boneka pada saat Indonesia dipecah-pecah oleh Belanda menjadi negar sunda , negara kalimnatan dll. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi persatuan yang dapat mengancam pihak mereka (dalam hal ini poros).
HapusUntuk pertanyaan yg kedua, kenapa bisa dikatakan pada puncaknya, karena Tito dengan tangan besi mampu menyatukan wilayah-wilayah yang sebelumnya berebntuk monarki dan bersifat kesukuan. Sesuai pernyataan dari Oktorino yakni "Berakhirnya Perang Dunia II memunculkan negara federal sosialis di bawah kepemimpinan Tito, setelah prestasinya dalam perang dunia kedua dia berhasil membubarkan monarki dan mengangkat dirinya sebagai diktator Yugoslavia. Dia menindas sentimen kesukuan dan keagamaan yang sifatnya memecah belah, dia memerintah dan mempersatukan negerinya dengan tangan besi." (Oktorino, 2014:27)
saya mau ikut bertanya
Hapuslalu apakah ada kesamaan faham antara tito dan hitler ?? yang disebutkan mereka sama-sama diktator ??
dan tadi mas dian menyebutkan dibawah jawabanya disebutka bahwa ada pengaruh dari uni soviet yg menganut paham komunis sedangkan ygv kita tahu hitler penganut faham fasis ? bagaimana menurut kelompok apakah ini juga salah satu pemicu konflik ??
Menurut analisis kami, kalau kesamaan sifat sebagai diktator ada. Akan tetapi mengenai paham yang dianut oleh Hitler dengan Tito kalau berbeda itu harus kita lihat dari latarbelakang tokoh tersebut. Dari pertanyaan untuk kaitannya Hitler dengan tito mengenai paham komunis menurut kami itu pertanyaannya kurang jelas, sehingga kami belum bisa menjawab.
Hapussaya mau bertanya
BalasHapus1) sebelumnya serbia, kroasia dan slovenia pecah, pecahnya negara tersebut karena apa?
2) Mengapa kroasia melepaskan diri dari yugoslavia apa karena salah satu anggotanya dari kroasia dibunuh atau bagaimana?
3) Apa yang dimaksud dengan perjanjian dayton?
saya boleh nanya juga ga?
Hapuskenapa tito dekat dengan indonesia ?
perbedaan ras dan suku serta agama sering menyebabkan perpecahan?
pelajaran apa yang bisa diambil dari kasus yugoslavia ini untuk penerapan politik strategi nasional?
lho mamal, inikan artikel kamu, kenapa kamu nanya?
Hapuskalau kamu nanya terus yang jawab siapa?
yang jawab ALLAH SWT
Hapusmembantu menjawab pertanyaan mbak yuni ya yang nomor
Hapus3. Perjanjian Dayton adalah nama untuk perjanjian untuk menghentikan perang Yugoslavia yang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir, terutamanya untuk masa depan Bosnia-Herzegovina. Perjanjian ini disetujui di Pangkalan Udara Wright-Patterson di Dayton, Ohio.
Pertemuan tersebut berlangsung sejak 1 November hingga 2 November 1995. Peserta utamanya adalah presiden Serbia, Slobodan Milošević, presiden Kroasia, Franjo Tuđman, presiden Bosnia, Alija Izetbegović, kepala negosiator Amerika Serikat, Richard Holbrooke dan Jenderal Wesley Clark.
Persetujuannya ditanda tangani di Paris, Perancis pada 14 Desember.
Pembagian politik Bosnia-Herzegovina saat ini dan struktur pemerintahannya merupakan hasil persetujuan dari Perjanjian Dayton.
menjawab pertanyaan hasmal
Hapus1. Tito sendiri memiliki hubungan yang khusus dengan Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno. Keduanya, bersama dengan tiga pemimpin negara yang lain (Perdana Menteri India Nehru, Presiden Ghana Kwame Nkrumah serta Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser), merupakan pemrakarsa dibentuknya Gerakan Non Blok (GNB). Gerakan tersebut sedikit banyak mampu mengimbangi dua kutub kekuatan dunia saat itu yang saling berebut pengaruh, terutama dari negara-negara yang baru merdeka.
2. karena perbedaan itulah yang menyebabkan banyak orang tertindas dan disakiti, selain itu juga akan menimbulkan stratifikasi sosial antar masyarakat.
Kalau dari analisis kelompok kami, sebelumnya tiga negar Serbia, Kroasia dan slovenia adalah negara monarki atau negar republik yang berdiri sendiri, akan tetapi mereka menggabungkan diri menjadi sebuah negar yang disebut Yugoslavia. Nah untuk lepasnya Kroasia karena perbedaan pendapat dengan Serbia, yang Serbia menginginkan negar Federasi dan Kroasia menginginkan Federasi. Dan kematian salah satu anggota parlemennya yang dibunuh itu sebagai salah satu jalan untuk melepskan diri dari Yugoslavia karena merasa sudah tidak cocok lagi.
HapusUntuk pertanyaan Hasmal yang ketiga...
HapusPelajaran yang dapat kita ambil untuk penerapan politik strategi nasional adalah, sebagai berikut:
Seperti kita ketahui bahwa dalam konflik ini Broz Tito sebagai pemimpin dari Yugoslavia lebih berpihak kepada etnis Serbia sehingga beliau bersama pendukungnya mendiskriminasi etnis selain Serbia, yakni Bosnia...
Dalam hal ini Indonesia yang terdiri dari banyak etnis, untuk pemimpin/presiden Indonesia harus bersifat netral dan berusaha untuk meredam konflik tidak dengan cara yang keras seperti di Yugoslavia...
Saya mau bertanya
BalasHapus1.mengapa yugoslavia disebut salah satu negara komunis yang makmur dimasanya ?
2.faktor apa yg menyebabkan negara yugoslavia tersebut menjadi negara yg komunis ?
Terimakasih
Faktor penyebab Yugoslavia menjadi komunis karena banyaknya pengaruh dari Uni Soviet, Bisa jadi karena Uni Soviet saat itu termasuk pihak yang menang dalam PD II. Dan Yugoslavia bisa jadi negar komunis yang makmur karena pada masa Tito dapat menggabungkan negara-negara komunis lainnya disekitarnya, sehingga dapat membangun ekonomi. Sam seperti halnya uni soviat, pada awalnya juga mengalami perkembangan ekonomi yang baik, akan tetapi kendala-kendala kahirnya juga muncul dan sulkit untuk mengatasinya, hingga akhirnya Yugoslavia bubar.
Hapusmaaf mau bertanya,
BalasHapusapa dampak konflik yang Yugoslavia terhadap Indonesia?
Terimakasih...
nur insyaf kasian pemateri pusing menjawab .. sabar nur :D
HapusBiasanya, kejadian seperti ini juga dapat menyulur konflik di daerah lain mbk nur. Bisa jadi konflik etnis Yugoslavia ini juga berkaitan dengan konflik-konflik SARA di Indonesia. Untuk detailnya nati masih dicarikan oleh pemateri dulu.
Hapusmembantu menjawab
Hapusdi indonesia hampir mirip adanya konflik anatar suku, daerah yang berbeda contoh di sulawesi masih sering terjadi konflik antar suku, di papua pun begitu juga adanya gerakan aceh merdeka (GAM) mereka intinya sama ingin memerdekakan daerah mereka, bedanya jika di indonesia masih bisa di cegah dengan berunding kembali bahwa kita adalah negara kesatuan yg menganut semboyan bhineka tunggal iki mungkin seperti itu :)
menambahkan jawaban untuk mbak nur ya, dampak konflik yugoslavia bagi Indonesia adalah berkaca pada sejarah kehancuran yugoslavia, dapat dilihat dan membaca ulang pada kejadian reformasi 1998 dengan skema balkanisasi Nusantara yang dipicu dari gerakan reformasi 1998 tetapi skema ini gagal. tetapi dengan itu tadi, indonesia harus waspada karena Indonesia sudah masuk dalam agenda besar kaum imperialis Timur dan Barat.
Hapussaya mau bertanya
BalasHapusapa saja dampak konflik yugoslavia terhadap bosnia dan kroasia?
Maaf bagi mbk Yuni, konflik Yugoslavia ini terjadinya za di negar Bosnia dan Kroasia itu, karena pada saat itu kedua negara itu ternasuk Negara Yugoslavia, jadi dampaknya bisa dibaca di artikel di atas.
Hapusassalamu'alaikum wr. wb
BalasHapus"bergabungnya Serbia, Kroasia, dan Slovenia bersatu timbul permasalahan yang dimulai dengan Serbia yang menginginkan sebuah negara kesatuan, sedangkan Kroasia yang menginginkan negara yang berbentuk federasi"..
alasan yang menjadi perbedaan bentuk negara yang diinginkan Serbia dan Kroasia ??
terimakasih :)
Waalaikumslam wr wb. Kita tahu bahwa latarbelakang sejarah, agama , dan etnis yang berbeda itu juga berpengaruh. Menurut analisis kami Serbia ingin menjadikan Yugoslavia menjadi republik karena etnis Serbia ingin berkuasa penuh atas Yugoslavia, sedangkan negra federasi kan negar dengan pembagian kekuasaan (otonomi ) terhadap negara bagian, meskipun ada urusan tertentu yang dijalankan pemerintah federal. Jadi untuk mengkaji itu, kita harus melihat latarbelakang dari masing-masing negara yang bergabung menjadi Yugoslavia tersebut.
Hapus"Dua kawasan itu masih bersatu sejak 2003 hingga 2006 dan pusatnya ada di Beograd. Urusan pertahanan, kebijakan luar negeri, hubungan ekonomi internasional, dan hak asasi manusia (HAM) ditangani bersama, sedangkan urusan sehari-hari ditangani secara terpisah (Susilo, 2009:111)"
BalasHapusNah ini maksudnya itu mereka punya dua kepala negara ta? trus kalau mengurusi urusan pertahanan, ekonomi, ham itu secara bersamaan yang paling berkuasa itu siapa? apakah pernah terjadi konflik karena beda pendapat gitu?
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKedua kawasan itu menerapkan sistem federasi, jadi untuk urusan negara bagian mereka punya pemerintahan sndiri, akan tetapi untuk negara federasi.y hanya diperintah oleh satu kepala negara. mungkin lebih jelasnya nanti pemateri akan mencari kembali.
Hapusbagus amrulloh eri pradana
Hapussedikit menghubungkan berkaitan dengan bentuk negara,kalau memilih federasi berarti terdapat 2 pemerintahan yaitu pada pusat dan negara bagian.Negara pusat dan bagian memiliki beberapa kewenangan namun kewenangan bagian yang diberikan pada pusat (kewenangan yang didelegasikan) biasanya menyangkut hal-hal urgen dan vital seperti pertahanan,luar negeri,telekomunikasi dan urusan lainya selebihnya bisa diurus negara bagian.Untuk kasus ini negara bagian mendelegasikan wewenang pertahanan,ekonomi dan Ham. Berkaitan dengan kepala negara,kepala negara tetap satu (presiden) dan penguasa negara bagian adalah gubernur negara bagian.Bisa dilihat di model Amerika Serikat sebagai contoh model pemerintahan federasi
assallamuallaikum
BalasHapussaya mau bertanya :
1. tito mempersatukan yugoslavia dengan tangan besi ?? lalu apakah memang sudah tidak ada tokoh lagi yang berusaha mempersatukan yugoslavia sehingga mereka terjadi konflik ? atau memang mereka tidak puas dengan tito ?
2. tingginya prasangka etnis ? prasangka yang bagaimana ? apakah prasangka terhadap umat muslim itu ??
3. di artikel disebutkan bahwa serbia ingin meny=jadi negara kesatuan dan kroasia menjadi negara ferderasi apakah sekarang mereka menjadi negara seperti itu ?? apakah ada campur tangan amerika atau negara komunis lain yang mempengaruhi itu ??
4. diartikel di sebutkan adanya masalah multi nasional ? maksut dari masalah itu yang bagaimana ?
mohon di jawab :) owh iya kalau bisa mbak raisa juga ikut aktif menjawab :) terimakasih
Waalaikum wr. wb.
HapusIya nanti kami akan konfirmasi kpd mbk raisa agar segera ikut aktif berpartisipasi. Saya mencoba menjawab.
1. Dari artikel sudah dijelaskan bahwa setelah kematian Tito tidak ada tokoh kharismatik lagi sperti Tito. seperti pada kutipan artikel ;"), hal ini membuktikan bahwa stabilitas negara tergantung kepada sosok kharismatik dari seorang Tito sehingga setelah kematiannya, konflik etnis yang telah berhasil ditekan selama pemerintahannya kembali bergolak di Yugoslavia (Haryono, 2007:2)"
melanjutkan menjawab yang masih kurang.
Hapus2. Prasngka etnis yakni tingkat rasa curiga dan keinginan menguasia atas etnis yang lain. Kita tahu bahwa Yugoslavia itu terdiri dari beragam etnis dan juga agama, mulai dari etnis serbia sampai etnis kroasia, dan agamanya pun beragam, yakni Kristen ortodoks, Katholik dan juga muslim.
3. Masalah multinasional yakni masalah yang menyangkup kehidupan negar secara nasional, jadi bukan hanya bnegara bagian ataupun daerah saja. Akan tetapi sudah mencakup permasalahan yang berskala nasional.,
Maaf mau tanya lagi
BalasHapusMengapa konflik etnis itu membawa dampak yg cukup berpengaruh terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa dari negara2 bekas yugoslavia dan pengaruhnya itu seperti apa ?
Terimakasih
Dari artikel disebutkan kalau dampak dan pengaruh dari konflik etnis ini adalah terpecahnya negara-negara bekas Yugoslavia menjadi negara-negara yang merdeka.
HapusMaaf mau tanya lagi
BalasHapusMengapa konflik etnis itu membawa dampak yg cukup berpengaruh terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa dari negara2 bekas yugoslavia dan pengaruhnya itu seperti apa ?
Terimakasih
yang membuat konflik etnis ini memiliki dampak yang cukup berpengaruh terhadap kehidupan bernegara adalah karna pada akhirnya konflik memunculkan negara-negara baru dan tentunya status kewarganegaraan baru
Hapusselain itu berbicara pengaruh besar muncul karna besarnya angka kematian dalam konflik ini. tidak bisa disangkal bahwa urusan nyawa memuliki dampak besar dan menakutkan disetiap konflik yang ada.
Konflik etnis ini membawa dampak yang berpengararuh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, karena sampai sekarang masih terjadi ketegangan antar negara-negara eks Yugoslavia, terlebih bagi negara yang kemerdekaannya belum diakui secara penuh.
HapusYovi Rijal bertanya
BalasHapus:: keutuhan wilayah Bosnia-Herzegovina ditegakkan, namun negara tersebut dibagi dalam dua bagian. kenapa ditegagkan namun di bagi menjadi dalam dua bagian?
:: wilayah yang di bagi gabungan Muslim-Kroasia (Federasi Bosnia dan Herzegovina) dan 49 persen Serbia (Republik Srpska). bedanya (Federasi Bosnia dan Herzegovina) dan (Republik Srpska)...??
Kita harus melihat kembali pemerintahannya mas, kan Bosnia-Herzegovina menggunakan federasi. Mereka satu negara tetapi dalam mengurusi negara bagiannya, biasany6a mereka memiliki pemerintahan bagian sendiri.
HapusBedanya apa ? z jelas beda mas, Republik Srpska dan Federasi Bosnia-Herzegovina kan akhirnya menjadi negara berbeda.
saya mau bertanya za tetapi ini tidak dicantumkan dalam blog, akan tetapi masih berkaitan dengan pembahasan ini,
BalasHapus1). apa maksud dari KLA dan Ustase?
Menambahkan, Solusi temporer FRY (Federal Republic Yugoslavia), solusi yang diberikan pemerintah Federal Yugoslavia saat itu hanya bersifat temporer (sementara) untuk membendung gerakan – gerakan ini. Isu diskriminasi Etnis, selama bertahun – tahun etnis Albania merasa didiskriminasi Pemerintah Serbia di Belgrade. mereka menjadi sasaran kekerasan dan tindakan represif. Perkembangan situasi ini mendorong terjadinya perang antara kelompok etnis Albania yang menamakan diri Kosovo Liberation Army (KLA) melawan pasukan Yugoslavia yang dengan kekuatan militer ingin mencegah Kosovo memisahkan diri dari Republik Federal Yugoslavia.
Hapusassakamualaikum guys
BalasHapusbaru muncul
untuk para pemateri mungkin bisa dijelaskan napak tilas seorang TITO, seoerti halnya HITLER yang dari seorang kopral. apakah Tito punya rekam jejak khusus ??
terima kasih
menambahkan untuk rekam jejak josep broz tito, kalau untuk rekam jejak khusus josep tito saya kurang tahu. tetapi untuk rekam josep tito yang saya tahu, josep tito ini pernah menjadi perdana menteri yugoslavia periode 1945-1963, lalu menjadi menteri pertahanan yugoslavia pada periode 1945-1953 dan yang terakhir beliau menjabat sebagai presiden dari yugoslavia.
Hapusmenjawab pertanyaan mas faza, Josip Broz Tito adalah presiden Yugoslavia yang dipilih oleh parlemen. beliau memimpin yugoslavia hingga berakhirnya perang dunia II. dari sumber wikipedia, Josip broz tito ini bersama presiden soekarno dan presiden lainnya menjadi salah seorang penggerak gerakan non blok sebagai reaksi dari perang dingin yang terjadi antara blok barat dan timur.
BalasHapusmenjawab pertanyaan saudari yuni, KLA adalah Kosovo Liberation Army. mengenai KLA ini, saya belum tahu secara detail maksud KLA ini apa. mungkin akan saya cari tahu. sedangkan Ustase ini adalah gerakan revolusioner kroasia. anggotanya yaitu ustase, yang bertanggung jawab atas kematian ratusan ribu penduduk yugoslavia, terutama kebangsaan serbia (mungkin warga yang berkebangsaan serbia). ideologi yang digunakan oleh gerakan Ustase adalah fasisme dengan ultrakonservatisme. gerakan ustase ini mendukung pendirian negara kroasia raya yang terbentang hingga sungai drina sampai perbatasan belgrade.
BalasHapusassalammualaikum....
BalasHapussaya mau tanya..
1. pada masa Tito masih berkuasa sebagai pemimpin di Yugoslavia, apakah ada pertentangan atau konflik antar negara-negara di Yugoslavia?
2. meneruskan pertanyaannya mbak dina, "Pemisahan itu mengakibatkan Yugoslavia hanya tinggal tersisa wilayah Serbia dan Montenegro saja. Dua kawasan itu masih bersatu sejak 2003 hingga 2006 dan pusatnya ada di Beograd." bagaimana hubungan kedua negara ini sebelum tahun 2003 dan apa yang terjadi setelah tahun 2006? apakah mereka berpisah atau bagaimana??
terimakasiihh :)
menjawab pertanyaanmu, bismillah. yang nomor 2 dulu yah.
Hapuspada tahun 2006, montenegro tepatnya 21 mei 1996, Montenegro menyelenggarakan suatu referendum untuk mencapai kemerdekaan penuh dan pada tanggal 31 mei 2006, hasil akhir dari referendum tadi menghasilkan 55% suara yang memilih merdeka. uni negara ini berakhir setelah serbia mendeklarasikan kemerdekaanya pada 5 juni 2006 dan montenegro pada 3 Juni 2006. yang terjadi setelah tahun 2006 adalah hubungan serbia dan juga montenegro semakin erat. bisa dilihat dari kerja sama yang dilakukan oleh kedua negara ini. namun kerja sama kedua negara ini hanya dalam sejumlah bidang politik saja, misalnya pertahanan.
menjawab pertanyaan no 1.Sejak awal bibit pertentangan etnis sudah ada tapi sosok Tito dengan tangan besinya memberangus habis perbedaan itu dan menyatukan yugoslavia dengan komunismenya
Hapusmenambahkan, jadi sebelum tahun 2003 Serbia dan Montenegro masih bersatu dalam RFY (Republik Federasi Yugoslavia), pada tahun 1992 setelah Yugoslavia bubar karena melemah eksistensinya didunia internasional, kedua negara bagian ini yakni Serbia dan Montenegro bersepakat untuk membentuk persemakmuran yang tidak begitu mengikat dengan nama Uni Negara Serbia dan Montenegro pada tahun 2003. Nah pada 2003--2006 mereka dalam satu persemakmuran, dan pada tahun 2006 kedua negara mendeklarasikan kemerdekaannya masing-masing. Kalau dari analisis kami, dara tahun 2003 -- 2006 mereka dalam satu persemakmuran, juga untuk mempersiapkan segala hal untuk kemerdekaannya nantinya.
Hapusmenjawab pertanyaan ufir, masih nomor 2. apakah mereka berpisah atau bagaimana? jawabannya iya, mereka berpisah. serbia dan juga montenegro memiliki kebijakan ekonomi dan mata uang yang terpisah. kedua negara ini juga tidak lagi memiliki satu ibukota yang sama dan juga lembaganya dibagi menjadi dua antara di serbia, terletak di Beograd dan Montenegro di Podgorica.
BalasHapusapa mata uang yang digunakan di yugoslavia ?? apakah sama atau berbeda setiap negara ??
HapusKetika masih bergabung dalam negara federasi Yugoslavia, mereka menggunakan mata uang dinar Yugoslavia.. nah setelah masing-masing negara bagian memerdekakan diri mereka menggunakan uang masing-masing.
Hapusdiketahui mata uang yugoslavia adalah dinar yugoslavia
Hapusapa saja kebijakan ekonomi serbia?
Hapusmenambahkan untuk mbak karin, ketika yugoslavia masih dalam bentuk federasi mata uang yang digunakan adalah krone yugoslavia (1918-1920) dan dinar yugoslavia (1920-2003). setelah serbia dan montenegro berpisah dan mendirikan negara sendiri, mata uang kedua negara ini juga berganti. serbia dengan mata uang dina serbia dan montenegro dengan euro.
Hapusuntuk yuni, saya sendiri belum tahu kebijakan ekonomi serbia itu seperti apa. tetapi untuk ekonomi di negara serbia, PDBnya tidak sebesar montenegro yang mencapai 60%. ekonomi di serbia juga lambat karena mereka (serbia) menggunakan strategi yang mengharuskan negara serbia memakai mata uangnya (dinar serbia) meskipun euro juga terkadang digunakan.
Hapussaya mau bertanya
BalasHapus1. diartikel disebutkan pemimpin-pemimpin serbia sebagai penjahat perang siapakah mereka yang dimaksut ?
2.waktu menjadi yugoslavia pusat pemerintahan mereka berada dimana ??
1. International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia (ICTY) menyatakan bahwa para pemimpin serbia bersalah diantaranya adalah Slobodan Milosevic Presiden Republik Federal Yugoslavia dan Radovan Karadzic mantan pemimpin republic serbia bosnia-herzegovina dan Ratko Mladic pemimpin militer Serbia.
BalasHapus2. saat belum pecah dan masih bernama republik federal sosialis Yugoslavia beribukota di International Beograd.
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapuskita ketahui bahwa kaum serbia melakukan tindakan yang kurang etis terhadap kaum kroasia dan muslim kosovo....
yang mau saya tanyakan
1. mengapa kaum muslim yang menjadi bulan-bulanan kaum serbia...sedangkan kita ketahui bahwa kaum muslim pernah jaya di daerah kosovo dan sekitarnya ??
Waalaikumslam wr. wb.
HapusKalau dari apa yang pernah saya baca,Kosovo itu sebelumnya adalah salah satu propinsi atau daerah otonom dari Serbia, Sehingga Serbia tetp mempertahankan Kosovo agar tidak merdeka dan tetap menjadi bagian dari Serbia.
Bagaimana hubungan antara Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina dan Serbia, saat ini? baik dari segi politik, ekonomi, dll. Apakah rasa dendam akan masa lalu masih tertanam?
BalasHapusSaat ini negara-negara tersebut mulai menghirup perdamaian dan ketiga belah pihak berusaha membangun saling percaya. Akan tetapi, memang perlu waktu lama untuk menghapuskan permusuhan (rasa dendam) berabad-abad itu. Salah satu hal yang diusahakan untuk membangun saling percaya tersebut adalah mengadili para penjahat perang. Mantan Presiden Republik Srpska Ravadon Karadzic berhasil ditangkap pada 21 Juli 2008, sementara mantan Panglima Tentara Federal Jenderal Ratko Mladic belum tertangkap. Dan kini negara Yugoslavia telah tidak ada karena dunia internasional tidak mengakuinya sebagai negara merdeka. Akhirnya Serbia mendirikan nama negaranya dengan nama Serbia yang sampai kini diakui oleh dunia internasional sejak 2003 sebagai negara merdeka. Sehingga kini Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina dan Serbia adalah negara merdeka yang berdiri sendiri.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus