Kamis, 16 April 2015

KONFLIK DAN PERMASALAHAN ETNIS KONTEMPORER DI YUGOSLAVIA



KONFLIK DAN PERMASALAHAN ETNIS KONTEMPORER DI YUGOSLAVIA

M Dian Mutahar                   140731603572
Muhammad Hasmal M         140731600175
Raisa Rahmawati                  140731600695

Abstrak : Konflik etnis di Yugoslavia pada tahun 1990an sampai 2001 disebabkan tingginya prasangka etnis ditambah runtuhnya komunisme, vaccum of power setelah kematian Josep Broz Tito, dan semangat nasionalisme etnis disetiap bangsa yang ada didalam wilayah Yugoslavia. Konflik Yugoslavia yang terkenal adalah konflik Bosnia. Konflik ini menewaskan korban dalam jumlah besar. Dampak konflik ini adalah banyaknya korban jiwa, krisis ekonomi, dan disintegrasi Yugoslavia.

Kata Kunci : Konflik, Etnis, Kontemporer, Yugoslavia.

Akar konflik etnis yang berkepanjangan di Yugoslavia telah muncul pada tahun 1918 saat bubarnya kerajaan Austria-Hongaria dan bersatunya Serbia, Kroasia, dan Slovenia, akan tetapi Kroasia ingin negara berbentuk federasi sedangkan Serbia menginginkan sebuah negara kesatuan (Wikipedia, 2013). Hal ini menimbulkan sebuah konflik yang nantinya meluas menjadi konflik antar etnis yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Selain itu juga memunculkan negara-negara baru merdeka seperti Kroasia.

PEMBAHASAN
Awal Perpecahan Negara Yugoslavia
Perpecahan (atau lebih tepat dipecahkan) kembali terjadi pada tanggal 17 April 1941 (Perang Dunia II) tentara pemberontak Yugoslavia menyerah dan berhasil ditaklukan oleh tentara NAZI Jerman. Hitler membagi Yugoslavia kepada sekutu porosnya yaitu Italia, Hongaria, Bulgaria dan penguasa boneka setempat. Yugoslavia saat itu terdiri dari Serbia (dibawah pemerintahan Jerman), Makedonia (diduduki Bulgaria), Montenegro (diduduki Italia), Negara Kroasia Merdeka, Slovenia (diduduki Jerman, Italia, dan Hongaria), Baranja (diduduki Hongaria), Dalmatia (diduduki Italia), dan Kosovo (diduduki Italia dan Albania) (Oktorino, 2014:5—7).
Berakhirnya Perang Dunia II memunculkan negara federal sosialis di bawah kepemimpinan Tito, setelah prestasinya dalam perang dunia kedua dia berhasil membubarkan monarki dan mengangkat dirinya sebagai diktator Yugoslavia. Dia menindas sentimen kesukuan dan keagamaan yang sifatnya memecah belah, dia memerintah dan mempersatukan negerinya dengan tangan besi (Oktorino, 2014:27). Pada masa kepemimpinannya inilah Yugoslavia bisa dikatakan berada pada masa puncaknya.
Pada tanggal 4 Mei 1980 Tito Sang diktator meninggal sebagaimana yang dituliskan Meier (2005:1) dalam bukunya“On 4 May 1980, Josip Broz Tito, President of the Socialist Federated Republic of Yugoslavia, died”. Kematian Tito membawa banyak dampak bagi Yugoslavia diantaranya  vacum of power (Kekosongan kekuasaan), hal ini membuktikan bahwa stabilitas negara tergantung kepada sosok kharismatik dari seorang Tito sehingga setelah kematiannya, konflik etnis yang telah berhasil ditekan selama pemerintahannya kembali bergolak di Yugoslavia (Haryono, 2007:2).  Konflik etnis itu menimbulkan banyak korban dan kerugian-kerugian baik materiil maupun psikologis.
Pada dasarnya akar konflik berkepanjangan di daerah Yugoslavia menurut Wardhani (2011:222) disebabkan tingginya prasangka etnis, sebagai contoh konflik Bosnia disebabkan oleh keberhasilan Slobodan Milosevic memancing prasangka negatif antara kaum Bosnia dengan Kroasia dan memobilisasi tentara yang menghasilkan pembasmian etnis yang tujuan akhirnya adalah menciptakan Serbia Raya.
Tingginya prasangka etnis ditambah runtuhnya komunisme, vaccum of power, semangat nasionalisme disetiap bangsa yang ada didalam wilayah Yugoslavia dan kepentingan asing menjadi latar belakang yang sempurna bagi tragedi kemanusiaan berupa berbagai konflik etnis dikawasan ini.
Munculnya Akar Konflik Etnis Yugoslavia
Awal mula konflik etnis berkepanjangan yang terjadi di Yugoslavia dimulai pada tahun 1918 ketika bubarnya kerajaan Austria-Hongaria dan bersatunya kerajaan dari Serbia, Kroasia, dan Slovenia setelah Perang Dunia I. Pada tahun 1929 kerajaan dari Serbia, Kroasia, dan Slovenia tersebut berubah nama menjadi Yugoslavia. Yugoslavia sendiri memiliki arti, yaitu ‘orang-orang Slavia Selatan. Yugoslavia menjadi sebuah negara kerajaan yang dipimpin oleh Raja Alexander I (Susilo, 2009:110). Setelah kerajaan-kerajaan tersebut bergabung dan membentuk negara kerajaan Yugoslavia, nama Yugoslavia semakin memiliki eksistensi di dunia Internasional.
Namun, setelah bergabungnya Serbia, Kroasia, dan Slovenia bersatu timbul permasalahan yang dimulai dengan Serbia yang menginginkan sebuah negara kesatuan, sedangkan Kroasia yang menginginkan negara yang berbentuk federasi. Pada tahun 1928, Kroasia mencoba melepaskan diri dari Yugoslavia setelah seorang anggota parlemen dari Kroasia dibunuh. Raja Alexander, sejak tahun 1921, bereaksi keras dengan membubarkan parlemen dan mencanangkan diktatorialisme (Wikipedia, 2015). Perbedaan keinginan dari dalam negara itu, memicu akar konflik dan perepecahan yang nantinya menimbulkan konflik yang berlatarbelakang etnis.
Konflik etnis yang terjadi di Yugoslavia merupakan konflik dan kekerasan yang terjadi selama 1990-2001, namun bibit konflik etnis ini sudah muncul pada Perang Dunia I tahun 1918. Konflik etnis ini melibatkan warga Yugoslavia yang kebanyakan antara bangsa Serbia melawan Kroasia, Bosnia dan Albania. Sering disebut perang paling mematikan di Eropa setelah terjadinya Perang Dunia. Perang ini dicirikan sebagai kejahatan perang dan pembersihan etnis secara besar-besaran. Perang pertama setelah terjadinya Perang Dunia II yang dianggap sebagai genosida dan banyak tokoh kunci perang ini yang dituduh melakukan kejahatan perang (Wikipedia, 2013). Hal ini karena terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap etnis lain oleh Serbia.
Yugoslavia merupakan salah satu negara komunis yang makmur pada masanya. Ketenaran Yugoslavia memuncak ketika Yugoslavia dipimpin Josip Broz Tito yang berkuasa selama 40 tahun.  Namun, tahun 1990-an adalah era yang paling pahit bagi Yugoslavia, dimana pada era itu terjadi pertarungan berdarah dan berbau agama serta etnis yang mengorbankan banyak nyawa manusia. Hal ini diakibatkan tidak adanya tokoh kharismatik seperti Tito yang mampu memimpin Yugoslavia. Pada akhirnya Kroasia, Slovenia, Herzegovina dan Makedonia memisahkan diri. Yang tersisa sebagai negara Yugoslavia hanya Montenegro dan Serbia (Susilo, 2009:111). Pemisahan itu mengakibatkan Yugoslavia hanya tinggal tersisa wilayah Serbia dan Montenegro saja. Dua kawasan itu masih bersatu sejak 2003 hingga 2006 dan pusatnya ada di Beograd. Urusan pertahanan, kebijakan luar negeri, hubungan ekonomi internasional, dan hak asasi manusia (HAM) ditangani bersama, sedangkan urusan sehari-hari ditangani secara terpisah (Susilo, 2009:111). Hal ini layaknya negara-negara federasi yang memiliki kewenangan mengurusi negara bagiannya sendiri dalam bidang-bidang tertentu.
Terbentuknya negara Yugoslavia pada awalnya lebih disebabkan oleh banyaknya persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Misalnya, masalah multinasional, struktural dan upaya demokratisasi Kerajaan Serbia-Kroasia. Untuk mengatasi itu, Raja Alexander menyetujui terbentuknya negara Yugoslavia tersebut (Susilo, 2009:111). Hal ini dimaksudkan untuk meredam persoalan-persoalan yang terjadi.
Pembagian entitas politik Bosnia-Herzegovina terpecah-belah pada 1991 setelah runtuhnya rezim-rezim komunis di Eropa Timur. Mengikuti contoh Kroasia dan Slovenia yang telah merdeka sebelumnya, pada Maret 1992 Bosnia-Herzegovina menyatakan kemerdekaannya melalui referendum yang diikuti oleh masyarakat muslim dan Kroasia-Bosnia. Hal tersebut ditentang oleh penduduk Serbia yang ingin menguasai seluruh wilayah eks Yugoslavia (Susilo, 2009:111). Karena keinginan dari pihak Serbia inilah yang mengakibatkan konflik-konflik yang terjadi semakin memuncak dan akhirnya muncul pembersihan etnis muslim dan Kroasia-Bosnia.
Di bawah pimpinan Radovan Karadzic, orang-orang Serbia di Bosnia memproklamasikan Republik Srpska. Dengan bantuan pasukan federal Jenderal Ratko Maldic, orang-orang Serbia-Bosnia menguasai 70 persen wilayah negeri itu. Dalam konflik ini, etnis Serbia, yag menjadi masyarakat mayoritas, berusaha melenyapkan etnis Muslim dan Kroasia. Terjadilah pembantaian terbesar dalam sejarah yang jumlah korbannya tidak kalah banyak dengan Perang Dunia (Susilo, 2009:111).
Pembunuhan, penyiksaan, dan pemerkosaan oleh kaum Serbia kemudian menyebabkan pemimpin-pemimpin Serbia dituduh sebagai penjahat perang oleh PBB. Akhirnya, setelah perang berdarah yang berlarut-larut, perdamaian di antara ketiga kelompok tersebut berhasil dipaksakan oleh NATO. Sesuai dengan Kesepakatan Dayton 1995, keutuhan wilayah Bosnia-Herzegovina ditegakkan, namun negara tersebut dibagi dalam dua bagian yakni 51 persen wilayah gabungan Muslim-Kroasia (Federasi Bosnia dan Herzegovina) dan 49 persen Serbia (Republik Srpska) (Susilo, 2009:112).
Kemelut Konflik Di Negara Bosnia-Herzegovina
Konflik di Bosnia bermula dari kemelut politik di bekas negara Yugoslavia pada tahun akhir 1980-an dan awal 1990-an yang berujung pada pecahnya beberapa negara anggota federasi Yugoslavia, mengikuti pecahnya Uni Soviet. Kroasia, Slovenia, Makedonia, dan Bosnia-Herzegovina memerdekakan diri pada 1991-1992, dilanjutkan dengan berpisahnya Montenegro pada 2006 dan Kosovo pada 2008. Akan tetapi, deklarasi kemerdekaan Bosnia tidak berjalan mulus, meskipun dunia internasional (PBB dan USA) mengakui kemerdekaan Bosnia-Herzegovina, namun di dalam negeri kemelut baru telah lahir (Susilo, 2009:112). Kemelut permasalahan di dalam negeri itu bersumber pada permasalahan etnis yang ada.
Etnis Bosnia dan Kroasia bersepakat atas kemerdekaan Bosnia, namun tidak bagi etnis Serbia. Etnis Serbia di Bosnia melalui politisinya memboikot referendum kemerdekaan bahkan meluncurkan serangan militer ke Sarajevo ibu kota Bosnia-Herzegovina pada tahun 1992. Pemimpin Serbia di Bosnia kemudian mendirikan Republik Srpska dan membangun tentaranya dengan dukungan penuh dari federasi Yugoslavia (Serbia) (Susilo, 2009:113). Federasi Yugoslavia yang ada saat itu adalah gabungan dari negara-negara yang masih tersisa yakni Serbia dan Montenegro. Federasi Yugoslavia tersebut mendukung etnis Serbia di Bosnia.
Puncak kekejaman Serbia di Bosnia adalah apa yang disebut sebagai pembantaian di Srebrenica pada Juli 1959 (Srebrenica Massacre). Tentara Bosnia yang memang sejak awal amat lemah dibanding kekuatan militer Yugoslavia-Serbia, didukung oleh pasifnya dukungan pasukan PBB di Srebrenica, memudahkan tentara Serbia di Bosnia (tentara Republik Srpska) merangsek masuk ke Srebrenica di bawah pimpinan Jenderal Ratko Mladic. Turut bergabung dalam serangan tersebut para militer (milisi) Serbia yang menggunakan nama Scorpions. Dalam serangan selama kurang lebih sepekan, sekitar 8.700 jiwa tewas, baik tentara maupun masyarakat sipil (bayi, anak-anak, kaum perempuan, dan laki-laki dewasa yang tidak ikut berperang).
Tidak hanya pembantaian, dalam pembersihan etnis ini juga terjadi pemerkosaan dan penganiyaan yang luar biasa kejam. Serangan balasan dari NATO pada tentara Republik Srpska pada Agustus 1995, dilanjutkan dengan Perjanjian Dayton pada Desember 1995 dan akhirnya menghentikan konflik Bosnia. Hingga perjanjian ditandatangani oleh presiden dari tiga negara (Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, dan Serbia) jumlah total korban tewas sekitar 110.000 jiwa dan 1.8 juta jiwa terpaksa menjadi pengungsi (Susilo,2009:114). Hal inilah yang memunculkan keprihatinan dari berbagai kalangan yang berperikemanusiaan dan menginginkan kedamaian.
Kondisi Negara-Negara Eks Yugoslavia Pasca Konflik
Saat ini negara-negara tersebut mulai menghirup perdamaian dan ketiga belah pihak berusaha membangun saling percaya. Akan tetapi, memang perlu waktu lama untuk menghapuskan permusuhan berabad-abad itu. Salah satu hal yang diusahakan untuk membangun saling percaya tersebut adalah mengadili para penjahat perang. Mantan Presiden Republik Srpska Ravadon Karadzic berhasil ditangkap pada 21 Juli 2008, sementara mantan Panglima Tentara Federal Jenderal Ratko Mladic belum tertangkap. Dan kini negara Yugoslavia telah tidak ada karena dunia internasional tidak mengakuinya sebagai negara merdeka. Akhirnya Serbia mendirikan nama negaranya dengan nama Serbia yang sampai kini diakui oleh dunia internasional sejak 2003 sebagai negara merdeka. Sehingga kini Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina dan Serbia adalah negara merdeka yang berdiri sendiri.
Dampak Dari Konflik Etnis di Yugoslavia
Konflik etnis yang terjadi  di Yugoslavia menimbulkan dampak-dampak yang tidak kecil. Dampak tersebut berupa korban jiwa, materiil dan psikis bagi masyarakat Yugoslavia. Dengan adanya konflik etnis tersebut, mereka sempat merasakan kecemasan dan juga ketakuatan. Dampak-dampak dari konlfik etnis Yugoslavia tersebut antara lain:
1.      Dalam bidang politik
Sepeninggal dari Josep Broz Tito, kehidupan politik dan Negara seakan kehilangan arah. Kemudian, di pimpin secara kolektif oleh suatu badan Presidensi yang berjumlah delapan orang dan partai yang juga dipimpin oleh presdium beranggotakan 24 orang. Namun praktek pengambilan keputusan sering berbenturan satu sama lain, sesuai dengan kepentingan masing-masing dan memperdalam perpecahan. Perkembangan ini membawa pada jurang perpecahan Yugoslavia pada 1991-an. Kejadian ini mulai memuncak ketika Slovenia dan Kroasia memproklamirkan kemerdekaannya pada 25 Juni 1991. Kedua negara ini membentuk angkatan bersenjata dan menentukan batas negaranya secara sepihak.
2.      Timbulnya korban jiwa
Konflik yang terjadi dibekas negara Yugoslavia membawa korban yang banyak. Terutama pada saat terjadinya pembersihan etnis muslim dan Kroasia-Bosnia oleh bangsa Serbia. Dan juga konflik di negara-negara bekas Yugoslavia ini bisa dikataan sebagai pembunuhan dan pembantaian paling kejam yang pernah dilakukan seytelah perang dunia kedua. Hal ini karena jumlah korban yang berjatuhan banyak dan diperkirakan sekitar 110.000 jiwa dan 1,8 juta jiwa menjadi pengungsi (Susilo,2009:114).
3.      Disintegrasi Yugoslavia
Konflik etnis ternyata membawa dampak yang cukup berpengaruh terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa dari negara-negara bekas Yugoslavia. Adanya konflik ini menimbulkan munculnya negara-negara merdeka pecahan dari Yugoslavia, anatara lain Serbia, Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina.

PENUTUP
Konflik Etnis Yugoslavia mulai muncul kepermukaan setelah kematian dari pemimpinnya yang sangat berpengaruh yakni Josep Broz Tito. Kematian Josep Bros Tito ternyata membawa pengaruh terhadap keberlangsungan negara Yugoslavia. Semenjak itu, Yugoslavia megalami perpecahan menjadi negara-negara kecil yang memerdekakan sendiri. Negara yang memproklamirkan kemerdekaannya antara lain, Serbia, Kroasia, Makedonia, Slovenia dan Bosnia-Herzegovina. Akibat dari pemisahan diri dari negara Federasi Republik Sosialis Yugoslavia adalah munculnya konflik-konflik antar etnis di negara-negara eks Yugoslvia. Konflik ini dipicu oleh Serbia yang etnisnya sebagian besar tersebar di bekas negara-negara bagian dari Federasi Yugoslavia. Konflik etnis ini telah mengakibatkan banyak korban yang berjatuhan. Meskipun konflik saat ini sudah tidak terjadi kembali, namun hingga saat ini permasalahan konflik etnis di eks Yugoslavia ini masih sulit untuk ditangani karena masalah kesepakatan yang sulit didapatkan dari pihak-pihak yang bertikai. Sehingga masih dapat memicu timbulnya konflik etnis kembali.

DAFTAR RUJUKAN
Meier, Viktor. 1929. Yugoslavia: A History of Its Demise. Terjemahan Sabrina Ramet. 2005. London. Taylor & Francis e-Library.
Oktorino, Nino. 2014. Konflik Bersejarah-Target: Tito-Kisah Operasi Militer Jerman Menyingkirkan Sang Pemimpin Partisan Yugoslavia. Jakarta. Elex Media Komputindo.
Susilo, T.A. 2009. Mengenal Benua Eropa. Jogjakarta: Garasi.
Haryono, I.D. 2007. Intervensi Kemanusiaan Dalam Konflik Kosovo. (Online). (https://indronet.files.wordpress.com/2007/09/kosovo-2.pdf). diakses Februari 2015.
Wardhani, Baiq. 2011. Nasionalisme dan Etnisitas di Eropa Kontemporer. Global & Strategis, (Online), 5 (3):217-236, (http://journal.unair.ac.id). diakses Februari 2015.
Wikipedia. 2013. Perang Yugoslavia. (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Yugoslavia). diakses Februari 2015.
Wikipedia. 2013. Sejarah Yugoslavia. (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Yugoslavia). diakses Februari 2015.




81 komentar:

  1. Assalamualaikum, membuka diskusi dari kelompok Hasmal, dkk ya
    saya ingin bertanya,
    1. apa yang menyebabkan kematian Tito hingga menyebabkan vacum of power di Yugoslavia?
    2. siapa yang pertama kali memicu terjadinya konflik etnis tersebut? apakah dari rakyat sipil atau dari pejabat?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. sosok tito adalah sosok dikatator yang kharismatik dengan tangan besinya dia mempersatukan yugoslavia saat dia mati tidak ada pengganti yang sekharismatik beliau sehingga menyebabkan kekosongan pemimpin yang bisa mempersatukan Yugoslavia yang dalam artikel kami menyebutnya dengan istilah vaccum of power.

      Hapus
    2. Waalaikumslam wr wb.
      1. Kematian Tito merupakan faktor usia dan kesehatan, karena kematian Tito tidak ada sosok yang seperti Tito yang sanggup memegang tampuk kekuasaan yang notabene adalah negara federasi atau gabungan dari negara-negara. Sehingga terjadi vacum of power atau kekososngan kekuasaan di Yugoslavia.
      2. Untuk pemicu dari konflik ini menurut kelompok kami karena bangsa Serbia yang merasa lebih berhak atas kuasa daripada yang lainnya, serta ada beberapa negara bagian yang memerdekakan diri.
      itu dari kelompok kami...

      Hapus
  2. saya ingin bertanya:
    1. dulu, Yugoslavia terdiri dari Serbia, Makedonia, Montenegro, Negara Kroasia Merdeka, Slovenia, Baranja, Dalmatia, dan Kosovo. lalu saat ini, Yugoslavia terdiri dari bagian negara apa saja?
    2. diartikel dijelaskan tentang latar belakang terjadinya konflik etnis, salah satunya tentang kepentingan asing. lalu apa maksud dari kepentingan asing itu bagaimana? dan negara asing yang berperan didalamnya negara apa saja?
    3. di artikel ada penjelasan tentang akar permasalahan yang ditimbulkan setelah Serbia, Kroasia, dan Slovenia. Namun yang terjadi perang itu yaitu antara Serbia melawan Kroasia, Bosnia dan Albania. lalu peran dari Slovenia dimana? dan apa yang dituntut oleh Bosnia dan Albania?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Yugoslavia telah pecah menjadi negara-negara Slovenia, Kroasia, Makedonia, Bosnia Herzegovina, Montenegro, Serbia, dan Kosovo

      Hapus
    2. saya ingin bertanya jawabannya Hasmal, jadi sekarang Yugoslavia hanya terdiri dari negara Yugoslavia saja dan tidak ada lagi negara-negara bagiannya????

      Hapus
    3. Yugoslavia kini hanya tinggal kenaNgan...
      Negara Yugoslavia tidak ada lagi sekarang...

      Hapus
    4. Jadi seperti ini mbk, setelah pecahnya negara-negara Yugoslavia menjadi merdeka, banyak terjadi konflik. Karena pada dasrnya Yugoslavia adalah gabungan dari negara-negara yang berbeda etnis yang disatukan oleh Josep Bros Tito. Setelah Tito meninggal banyak negara bagian Yugoslavia yang memerdekakan diri. Nah untuk Yugoslavia yang saat ini, itu berganti nama menjadi Serbia-Montenegro.

      Hapus
    5. Mengenai kepentingan asing sendiri dari nalisis kami bahwa pada saat itu sedang ada perang dingin, dengan pengaruh negara adidya tersebut pasti mereka juga melakukan bantuan-bantuan terhadap negara-negar di Yugoslavia saat itu.
      Untuk yang Slovenia, sebenarnya juga ada, akan tetapi keterbatasan sumber mengenai hal tersebut, kelompok kami lebih cenderung pada permasalahan etnis yang sekiranya dapat di temukan data-data secara lebih banyak. Kami mohon maaf jika tidak dapat menampilkan semua konflik di eks Yugoslavia.

      Hapus
    6. Apa yang dituntut oleh Bosnia adalah kemerdekaan penuh. Sedangakan Albania pun juga sama, Etnis Albania yang banyak mendiami Kosovo menginginkan kemerdekaan dari Serbia.

      Hapus
  3. mau bertanya ya,
    1.diatas kan dijelaskan bahwa Konflik etnis di Yugoslavia pada tahun 1990an sampai 2001, mengapa konflik tersebut terus berlarut-larut, adakah solusi pemecahan dari konflik tersebut?
    2. Pembagian wilayah di Yugoslavia yakni Serbia (dibawah pemerintahan Jerman), Makedonia (diduduki Bulgaria), Montenegro (diduduki Italia), Negara Kroasia Merdeka, Slovenia (diduduki Jerman, Italia, dan Hongaria), Baranja (diduduki Hongaria), Dalmatia (diduduki Italia), dan Kosovo (diduduki Italia dan Albania), pembagian tersebut didasarkan atas dasar apa?
    3. saat konflik tersebut berlangsung apakah berdampak pada bidang ekonomi, dan setelah konflik selesai bagaimana keadaan ekonomi Yugoslavia?
    terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2. Hitler membagi Yugoslavia saat perang dunia ke 2 untuk memecah kekuatan militernya dan sekaligus berbagi dengan sesama blok poros

      Hapus
    2. apakah ada alasan mengapa makedonia diduduki Bulgaria?
      Terimakasih...

      Hapus
    3. Kenapa makedonia diduduki Bulgaria?
      Sebenarnya hal itu merupakan pembagian daerah kekuasaan yang dilakukan oleh blok poros, sesuai dengan kesepakatan mereka masing-masing...

      Hapus
    4. Menambahkan fdari teman-teman sebelumnya, pembagian itu benar berdasarkan kesepakatan pasca perang dunia. jadi z itu jadi rahasia mereka mengapa membaginya seperti itu. Nah untuk dampak ekonomi, jelas kita ketahui bahwa konflik etnis ini membawa dampak pada perekonomian yang menjadi kacau. Karena konflik itu telah membawa pemerintahan tidak stabil.

      Hapus
    5. Menambahkan menjawab untuk nmer satu. Knpa konfliknya berlarut larut? Karena Yugoslavia itu gabungan dari negara-negara dengan mayoritas etnis dan agama yang berbeda. Sudah tentu konflik selalu muncul. Apalagi kemauan dari Serbia untuk menguasai eks Yugoslavia.

      Hapus
  4. bagus amrulloh eri pradana
    "Namun, tahun 1990-an adalah era yang paling pahit bagi Yugoslavia, dimana pada era itu terjadi pertarungan berdarah dan berbau agama serta etnis yang mengorbankan banyak nyawa manusia."
    bagaimana maksud dari pertarungan berbau agama tersebut ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang dimaksud berbau agama yakni karena negara Yugoslavia sendiri selain berdasarkan latar belakang sejarah yang berbeda juga berlatar belakang etnis, suku dan agama yang beragam. Sehingga sering muncul konflik antar negara tersebut yang telah bersatu. Nah untuk beragam agamanya dapat disebutkan seperti ini Kroasia itu mayoritas Katholik, Bosnia mayoritas Muslim, Makedonia dan Serbia mayoritas Kristen Ortodoks.

      Hapus
  5. permisi, numpang tanya
    "Pembunuhan, penyiksaan, dan pemerkosaan oleh kaum Serbia kemudian menyebabkan pemimpin-pemimpin Serbia dituduh sebagai penjahat perang oleh PBB." Lalu adakah langkah konkrit dari PBB untuk mencampuri lebih lanjut menanggulangi konflik ini, padahal kan kita tahu bahwa terjadi pemerkosaan yang jelas itu kejahatan terhadap kaum perempuan yang istilahnya tidak mempunyai senjata dan juga dalam PBB kan tidak diperbolehkan perempuan dijadikan sebagai sasaran perang. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik terimakasih, kami berusaha mnjelaskan. Bahwa konflik etnis ini telah ditangani PBB dengan menurunkan pasukan dibawah dewan keamanannya. Hal ini sesuaI dengan pernyataan kelompok kami pada artikel yakni ", setelah perang berdarah yang berlarut-larut, perdamaian di antara ketiga kelompok tersebut berhasil dipaksakan oleh NATO. Sesuai dengan Kesepakatan Dayton 1995" yang dikutip dari buku Mengenal Benua Eropa. Jogjakarta: Garasi karya Susilo, 2009, halaman 112...
      Untuk masalah boleh atau tidaknya, ini kan dalam kondisi koflik mbak, jadi hal boleh tidaknya kurang diperhatikan, mereka mementingkan kepentingannya daripada hal tsb.

      Hapus
  6. Selamat Malam.:D

    Vika Puspitasari
    Mau bertanya ya

    1.a Hitler membagi Yugoslavia kepada sekutu porosnya yaitu Italia, Hongaria, Bulgaria dan penguasa boneka setempat.
    Meminta tolong kepada kelompok terakhir ini untuk menjelaskan, mengapa terdapat istilah penguasa boneka setempat? Bukankah boneka itu, cenderung seperti mainan?
    b. Tito memerintah dan mempersatukan negerinya dengan tangan besi, bagaimana mungkin pemerintahan dengan tangan besi seperti ini dapat membawa dalam puncak Yugoslavia? Puncak seperi apakah itu?

    Sementara ini itu saja ya…. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kepada mbk vika, yang dimaksud negar boneka disini adalah negar-negara yang dibagi kecil agar mudah dikontrol, sama sperti halnya negara boneka pada saat Indonesia dipecah-pecah oleh Belanda menjadi negar sunda , negara kalimnatan dll. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi persatuan yang dapat mengancam pihak mereka (dalam hal ini poros).
      Untuk pertanyaan yg kedua, kenapa bisa dikatakan pada puncaknya, karena Tito dengan tangan besi mampu menyatukan wilayah-wilayah yang sebelumnya berebntuk monarki dan bersifat kesukuan. Sesuai pernyataan dari Oktorino yakni "Berakhirnya Perang Dunia II memunculkan negara federal sosialis di bawah kepemimpinan Tito, setelah prestasinya dalam perang dunia kedua dia berhasil membubarkan monarki dan mengangkat dirinya sebagai diktator Yugoslavia. Dia menindas sentimen kesukuan dan keagamaan yang sifatnya memecah belah, dia memerintah dan mempersatukan negerinya dengan tangan besi." (Oktorino, 2014:27)

      Hapus
    2. saya mau ikut bertanya
      lalu apakah ada kesamaan faham antara tito dan hitler ?? yang disebutkan mereka sama-sama diktator ??
      dan tadi mas dian menyebutkan dibawah jawabanya disebutka bahwa ada pengaruh dari uni soviet yg menganut paham komunis sedangkan ygv kita tahu hitler penganut faham fasis ? bagaimana menurut kelompok apakah ini juga salah satu pemicu konflik ??

      Hapus
    3. Menurut analisis kami, kalau kesamaan sifat sebagai diktator ada. Akan tetapi mengenai paham yang dianut oleh Hitler dengan Tito kalau berbeda itu harus kita lihat dari latarbelakang tokoh tersebut. Dari pertanyaan untuk kaitannya Hitler dengan tito mengenai paham komunis menurut kami itu pertanyaannya kurang jelas, sehingga kami belum bisa menjawab.

      Hapus
  7. saya mau bertanya
    1) sebelumnya serbia, kroasia dan slovenia pecah, pecahnya negara tersebut karena apa?
    2) Mengapa kroasia melepaskan diri dari yugoslavia apa karena salah satu anggotanya dari kroasia dibunuh atau bagaimana?
    3) Apa yang dimaksud dengan perjanjian dayton?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya boleh nanya juga ga?
      kenapa tito dekat dengan indonesia ?
      perbedaan ras dan suku serta agama sering menyebabkan perpecahan?
      pelajaran apa yang bisa diambil dari kasus yugoslavia ini untuk penerapan politik strategi nasional?

      Hapus
    2. lho mamal, inikan artikel kamu, kenapa kamu nanya?
      kalau kamu nanya terus yang jawab siapa?

      Hapus
    3. membantu menjawab pertanyaan mbak yuni ya yang nomor
      3. Perjanjian Dayton adalah nama untuk perjanjian untuk menghentikan perang Yugoslavia yang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir, terutamanya untuk masa depan Bosnia-Herzegovina. Perjanjian ini disetujui di Pangkalan Udara Wright-Patterson di Dayton, Ohio.

      Pertemuan tersebut berlangsung sejak 1 November hingga 2 November 1995. Peserta utamanya adalah presiden Serbia, Slobodan Milošević, presiden Kroasia, Franjo Tuđman, presiden Bosnia, Alija Izetbegović, kepala negosiator Amerika Serikat, Richard Holbrooke dan Jenderal Wesley Clark.

      Persetujuannya ditanda tangani di Paris, Perancis pada 14 Desember.

      Pembagian politik Bosnia-Herzegovina saat ini dan struktur pemerintahannya merupakan hasil persetujuan dari Perjanjian Dayton.

      Hapus
    4. menjawab pertanyaan hasmal
      1. Tito sendiri memiliki hubungan yang khusus dengan Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno. Keduanya, bersama dengan tiga pemimpin negara yang lain (Perdana Menteri India Nehru, Presiden Ghana Kwame Nkrumah serta Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser), merupakan pemrakarsa dibentuknya Gerakan Non Blok (GNB). Gerakan tersebut sedikit banyak mampu mengimbangi dua kutub kekuatan dunia saat itu yang saling berebut pengaruh, terutama dari negara-negara yang baru merdeka.
      2. karena perbedaan itulah yang menyebabkan banyak orang tertindas dan disakiti, selain itu juga akan menimbulkan stratifikasi sosial antar masyarakat.

      Hapus
    5. Kalau dari analisis kelompok kami, sebelumnya tiga negar Serbia, Kroasia dan slovenia adalah negara monarki atau negar republik yang berdiri sendiri, akan tetapi mereka menggabungkan diri menjadi sebuah negar yang disebut Yugoslavia. Nah untuk lepasnya Kroasia karena perbedaan pendapat dengan Serbia, yang Serbia menginginkan negar Federasi dan Kroasia menginginkan Federasi. Dan kematian salah satu anggota parlemennya yang dibunuh itu sebagai salah satu jalan untuk melepskan diri dari Yugoslavia karena merasa sudah tidak cocok lagi.

      Hapus
    6. Untuk pertanyaan Hasmal yang ketiga...
      Pelajaran yang dapat kita ambil untuk penerapan politik strategi nasional adalah, sebagai berikut:

      Seperti kita ketahui bahwa dalam konflik ini Broz Tito sebagai pemimpin dari Yugoslavia lebih berpihak kepada etnis Serbia sehingga beliau bersama pendukungnya mendiskriminasi etnis selain Serbia, yakni Bosnia...
      Dalam hal ini Indonesia yang terdiri dari banyak etnis, untuk pemimpin/presiden Indonesia harus bersifat netral dan berusaha untuk meredam konflik tidak dengan cara yang keras seperti di Yugoslavia...

      Hapus
  8. Saya mau bertanya
    1.mengapa yugoslavia disebut salah satu negara komunis yang makmur dimasanya ?
    2.faktor apa yg menyebabkan negara yugoslavia tersebut menjadi negara yg komunis ?

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Faktor penyebab Yugoslavia menjadi komunis karena banyaknya pengaruh dari Uni Soviet, Bisa jadi karena Uni Soviet saat itu termasuk pihak yang menang dalam PD II. Dan Yugoslavia bisa jadi negar komunis yang makmur karena pada masa Tito dapat menggabungkan negara-negara komunis lainnya disekitarnya, sehingga dapat membangun ekonomi. Sam seperti halnya uni soviat, pada awalnya juga mengalami perkembangan ekonomi yang baik, akan tetapi kendala-kendala kahirnya juga muncul dan sulkit untuk mengatasinya, hingga akhirnya Yugoslavia bubar.

      Hapus
  9. maaf mau bertanya,
    apa dampak konflik yang Yugoslavia terhadap Indonesia?
    Terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nur insyaf kasian pemateri pusing menjawab .. sabar nur :D

      Hapus
    2. Biasanya, kejadian seperti ini juga dapat menyulur konflik di daerah lain mbk nur. Bisa jadi konflik etnis Yugoslavia ini juga berkaitan dengan konflik-konflik SARA di Indonesia. Untuk detailnya nati masih dicarikan oleh pemateri dulu.

      Hapus
    3. membantu menjawab
      di indonesia hampir mirip adanya konflik anatar suku, daerah yang berbeda contoh di sulawesi masih sering terjadi konflik antar suku, di papua pun begitu juga adanya gerakan aceh merdeka (GAM) mereka intinya sama ingin memerdekakan daerah mereka, bedanya jika di indonesia masih bisa di cegah dengan berunding kembali bahwa kita adalah negara kesatuan yg menganut semboyan bhineka tunggal iki mungkin seperti itu :)

      Hapus
    4. menambahkan jawaban untuk mbak nur ya, dampak konflik yugoslavia bagi Indonesia adalah berkaca pada sejarah kehancuran yugoslavia, dapat dilihat dan membaca ulang pada kejadian reformasi 1998 dengan skema balkanisasi Nusantara yang dipicu dari gerakan reformasi 1998 tetapi skema ini gagal. tetapi dengan itu tadi, indonesia harus waspada karena Indonesia sudah masuk dalam agenda besar kaum imperialis Timur dan Barat.

      Hapus
  10. saya mau bertanya
    apa saja dampak konflik yugoslavia terhadap bosnia dan kroasia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf bagi mbk Yuni, konflik Yugoslavia ini terjadinya za di negar Bosnia dan Kroasia itu, karena pada saat itu kedua negara itu ternasuk Negara Yugoslavia, jadi dampaknya bisa dibaca di artikel di atas.

      Hapus
  11. assalamu'alaikum wr. wb
    "bergabungnya Serbia, Kroasia, dan Slovenia bersatu timbul permasalahan yang dimulai dengan Serbia yang menginginkan sebuah negara kesatuan, sedangkan Kroasia yang menginginkan negara yang berbentuk federasi"..
    alasan yang menjadi perbedaan bentuk negara yang diinginkan Serbia dan Kroasia ??
    terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumslam wr wb. Kita tahu bahwa latarbelakang sejarah, agama , dan etnis yang berbeda itu juga berpengaruh. Menurut analisis kami Serbia ingin menjadikan Yugoslavia menjadi republik karena etnis Serbia ingin berkuasa penuh atas Yugoslavia, sedangkan negra federasi kan negar dengan pembagian kekuasaan (otonomi ) terhadap negara bagian, meskipun ada urusan tertentu yang dijalankan pemerintah federal. Jadi untuk mengkaji itu, kita harus melihat latarbelakang dari masing-masing negara yang bergabung menjadi Yugoslavia tersebut.

      Hapus
  12. "Dua kawasan itu masih bersatu sejak 2003 hingga 2006 dan pusatnya ada di Beograd. Urusan pertahanan, kebijakan luar negeri, hubungan ekonomi internasional, dan hak asasi manusia (HAM) ditangani bersama, sedangkan urusan sehari-hari ditangani secara terpisah (Susilo, 2009:111)"

    Nah ini maksudnya itu mereka punya dua kepala negara ta? trus kalau mengurusi urusan pertahanan, ekonomi, ham itu secara bersamaan yang paling berkuasa itu siapa? apakah pernah terjadi konflik karena beda pendapat gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Kedua kawasan itu menerapkan sistem federasi, jadi untuk urusan negara bagian mereka punya pemerintahan sndiri, akan tetapi untuk negara federasi.y hanya diperintah oleh satu kepala negara. mungkin lebih jelasnya nanti pemateri akan mencari kembali.

      Hapus
    3. bagus amrulloh eri pradana
      sedikit menghubungkan berkaitan dengan bentuk negara,kalau memilih federasi berarti terdapat 2 pemerintahan yaitu pada pusat dan negara bagian.Negara pusat dan bagian memiliki beberapa kewenangan namun kewenangan bagian yang diberikan pada pusat (kewenangan yang didelegasikan) biasanya menyangkut hal-hal urgen dan vital seperti pertahanan,luar negeri,telekomunikasi dan urusan lainya selebihnya bisa diurus negara bagian.Untuk kasus ini negara bagian mendelegasikan wewenang pertahanan,ekonomi dan Ham. Berkaitan dengan kepala negara,kepala negara tetap satu (presiden) dan penguasa negara bagian adalah gubernur negara bagian.Bisa dilihat di model Amerika Serikat sebagai contoh model pemerintahan federasi

      Hapus
  13. assallamuallaikum
    saya mau bertanya :
    1. tito mempersatukan yugoslavia dengan tangan besi ?? lalu apakah memang sudah tidak ada tokoh lagi yang berusaha mempersatukan yugoslavia sehingga mereka terjadi konflik ? atau memang mereka tidak puas dengan tito ?
    2. tingginya prasangka etnis ? prasangka yang bagaimana ? apakah prasangka terhadap umat muslim itu ??
    3. di artikel disebutkan bahwa serbia ingin meny=jadi negara kesatuan dan kroasia menjadi negara ferderasi apakah sekarang mereka menjadi negara seperti itu ?? apakah ada campur tangan amerika atau negara komunis lain yang mempengaruhi itu ??
    4. diartikel di sebutkan adanya masalah multi nasional ? maksut dari masalah itu yang bagaimana ?
    mohon di jawab :) owh iya kalau bisa mbak raisa juga ikut aktif menjawab :) terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum wr. wb.
      Iya nanti kami akan konfirmasi kpd mbk raisa agar segera ikut aktif berpartisipasi. Saya mencoba menjawab.
      1. Dari artikel sudah dijelaskan bahwa setelah kematian Tito tidak ada tokoh kharismatik lagi sperti Tito. seperti pada kutipan artikel ;"), hal ini membuktikan bahwa stabilitas negara tergantung kepada sosok kharismatik dari seorang Tito sehingga setelah kematiannya, konflik etnis yang telah berhasil ditekan selama pemerintahannya kembali bergolak di Yugoslavia (Haryono, 2007:2)"

      Hapus
    2. melanjutkan menjawab yang masih kurang.
      2. Prasngka etnis yakni tingkat rasa curiga dan keinginan menguasia atas etnis yang lain. Kita tahu bahwa Yugoslavia itu terdiri dari beragam etnis dan juga agama, mulai dari etnis serbia sampai etnis kroasia, dan agamanya pun beragam, yakni Kristen ortodoks, Katholik dan juga muslim.
      3. Masalah multinasional yakni masalah yang menyangkup kehidupan negar secara nasional, jadi bukan hanya bnegara bagian ataupun daerah saja. Akan tetapi sudah mencakup permasalahan yang berskala nasional.,

      Hapus
  14. Maaf mau tanya lagi
    Mengapa konflik etnis itu membawa dampak yg cukup berpengaruh terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa dari negara2 bekas yugoslavia dan pengaruhnya itu seperti apa ?

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari artikel disebutkan kalau dampak dan pengaruh dari konflik etnis ini adalah terpecahnya negara-negara bekas Yugoslavia menjadi negara-negara yang merdeka.

      Hapus
  15. Maaf mau tanya lagi
    Mengapa konflik etnis itu membawa dampak yg cukup berpengaruh terhadap kehidupan bernegara dan berbangsa dari negara2 bekas yugoslavia dan pengaruhnya itu seperti apa ?

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang membuat konflik etnis ini memiliki dampak yang cukup berpengaruh terhadap kehidupan bernegara adalah karna pada akhirnya konflik memunculkan negara-negara baru dan tentunya status kewarganegaraan baru
      selain itu berbicara pengaruh besar muncul karna besarnya angka kematian dalam konflik ini. tidak bisa disangkal bahwa urusan nyawa memuliki dampak besar dan menakutkan disetiap konflik yang ada.

      Hapus
    2. Konflik etnis ini membawa dampak yang berpengararuh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, karena sampai sekarang masih terjadi ketegangan antar negara-negara eks Yugoslavia, terlebih bagi negara yang kemerdekaannya belum diakui secara penuh.

      Hapus
  16. Yovi Rijal bertanya
    :: keutuhan wilayah Bosnia-Herzegovina ditegakkan, namun negara tersebut dibagi dalam dua bagian. kenapa ditegagkan namun di bagi menjadi dalam dua bagian?
    :: wilayah yang di bagi gabungan Muslim-Kroasia (Federasi Bosnia dan Herzegovina) dan 49 persen Serbia (Republik Srpska). bedanya (Federasi Bosnia dan Herzegovina) dan (Republik Srpska)...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita harus melihat kembali pemerintahannya mas, kan Bosnia-Herzegovina menggunakan federasi. Mereka satu negara tetapi dalam mengurusi negara bagiannya, biasany6a mereka memiliki pemerintahan bagian sendiri.
      Bedanya apa ? z jelas beda mas, Republik Srpska dan Federasi Bosnia-Herzegovina kan akhirnya menjadi negara berbeda.

      Hapus
  17. saya mau bertanya za tetapi ini tidak dicantumkan dalam blog, akan tetapi masih berkaitan dengan pembahasan ini,
    1). apa maksud dari KLA dan Ustase?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menambahkan, Solusi temporer FRY (Federal Republic Yugoslavia), solusi yang diberikan pemerintah Federal Yugoslavia saat itu hanya bersifat temporer (sementara) untuk membendung gerakan – gerakan ini. Isu diskriminasi Etnis, selama bertahun – tahun etnis Albania merasa didiskriminasi Pemerintah Serbia di Belgrade. mereka menjadi sasaran kekerasan dan tindakan represif. Perkembangan situasi ini mendorong terjadinya perang antara kelompok etnis Albania yang menamakan diri Kosovo Liberation Army (KLA) melawan pasukan Yugoslavia yang dengan kekuatan militer ingin mencegah Kosovo memisahkan diri dari Republik Federal Yugoslavia.

      Hapus
  18. assakamualaikum guys
    baru muncul

    untuk para pemateri mungkin bisa dijelaskan napak tilas seorang TITO, seoerti halnya HITLER yang dari seorang kopral. apakah Tito punya rekam jejak khusus ??

    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. menambahkan untuk rekam jejak josep broz tito, kalau untuk rekam jejak khusus josep tito saya kurang tahu. tetapi untuk rekam josep tito yang saya tahu, josep tito ini pernah menjadi perdana menteri yugoslavia periode 1945-1963, lalu menjadi menteri pertahanan yugoslavia pada periode 1945-1953 dan yang terakhir beliau menjabat sebagai presiden dari yugoslavia.

      Hapus
  19. menjawab pertanyaan mas faza, Josip Broz Tito adalah presiden Yugoslavia yang dipilih oleh parlemen. beliau memimpin yugoslavia hingga berakhirnya perang dunia II. dari sumber wikipedia, Josip broz tito ini bersama presiden soekarno dan presiden lainnya menjadi salah seorang penggerak gerakan non blok sebagai reaksi dari perang dingin yang terjadi antara blok barat dan timur.

    BalasHapus
  20. menjawab pertanyaan saudari yuni, KLA adalah Kosovo Liberation Army. mengenai KLA ini, saya belum tahu secara detail maksud KLA ini apa. mungkin akan saya cari tahu. sedangkan Ustase ini adalah gerakan revolusioner kroasia. anggotanya yaitu ustase, yang bertanggung jawab atas kematian ratusan ribu penduduk yugoslavia, terutama kebangsaan serbia (mungkin warga yang berkebangsaan serbia). ideologi yang digunakan oleh gerakan Ustase adalah fasisme dengan ultrakonservatisme. gerakan ustase ini mendukung pendirian negara kroasia raya yang terbentang hingga sungai drina sampai perbatasan belgrade.

    BalasHapus
  21. assalammualaikum....
    saya mau tanya..
    1. pada masa Tito masih berkuasa sebagai pemimpin di Yugoslavia, apakah ada pertentangan atau konflik antar negara-negara di Yugoslavia?
    2. meneruskan pertanyaannya mbak dina, "Pemisahan itu mengakibatkan Yugoslavia hanya tinggal tersisa wilayah Serbia dan Montenegro saja. Dua kawasan itu masih bersatu sejak 2003 hingga 2006 dan pusatnya ada di Beograd." bagaimana hubungan kedua negara ini sebelum tahun 2003 dan apa yang terjadi setelah tahun 2006? apakah mereka berpisah atau bagaimana??
    terimakasiihh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjawab pertanyaanmu, bismillah. yang nomor 2 dulu yah.
      pada tahun 2006, montenegro tepatnya 21 mei 1996, Montenegro menyelenggarakan suatu referendum untuk mencapai kemerdekaan penuh dan pada tanggal 31 mei 2006, hasil akhir dari referendum tadi menghasilkan 55% suara yang memilih merdeka. uni negara ini berakhir setelah serbia mendeklarasikan kemerdekaanya pada 5 juni 2006 dan montenegro pada 3 Juni 2006. yang terjadi setelah tahun 2006 adalah hubungan serbia dan juga montenegro semakin erat. bisa dilihat dari kerja sama yang dilakukan oleh kedua negara ini. namun kerja sama kedua negara ini hanya dalam sejumlah bidang politik saja, misalnya pertahanan.

      Hapus
    2. menjawab pertanyaan no 1.Sejak awal bibit pertentangan etnis sudah ada tapi sosok Tito dengan tangan besinya memberangus habis perbedaan itu dan menyatukan yugoslavia dengan komunismenya

      Hapus
    3. menambahkan, jadi sebelum tahun 2003 Serbia dan Montenegro masih bersatu dalam RFY (Republik Federasi Yugoslavia), pada tahun 1992 setelah Yugoslavia bubar karena melemah eksistensinya didunia internasional, kedua negara bagian ini yakni Serbia dan Montenegro bersepakat untuk membentuk persemakmuran yang tidak begitu mengikat dengan nama Uni Negara Serbia dan Montenegro pada tahun 2003. Nah pada 2003--2006 mereka dalam satu persemakmuran, dan pada tahun 2006 kedua negara mendeklarasikan kemerdekaannya masing-masing. Kalau dari analisis kami, dara tahun 2003 -- 2006 mereka dalam satu persemakmuran, juga untuk mempersiapkan segala hal untuk kemerdekaannya nantinya.

      Hapus
  22. menjawab pertanyaan ufir, masih nomor 2. apakah mereka berpisah atau bagaimana? jawabannya iya, mereka berpisah. serbia dan juga montenegro memiliki kebijakan ekonomi dan mata uang yang terpisah. kedua negara ini juga tidak lagi memiliki satu ibukota yang sama dan juga lembaganya dibagi menjadi dua antara di serbia, terletak di Beograd dan Montenegro di Podgorica.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa mata uang yang digunakan di yugoslavia ?? apakah sama atau berbeda setiap negara ??

      Hapus
    2. Ketika masih bergabung dalam negara federasi Yugoslavia, mereka menggunakan mata uang dinar Yugoslavia.. nah setelah masing-masing negara bagian memerdekakan diri mereka menggunakan uang masing-masing.

      Hapus
    3. diketahui mata uang yugoslavia adalah dinar yugoslavia

      Hapus
    4. apa saja kebijakan ekonomi serbia?

      Hapus
    5. menambahkan untuk mbak karin, ketika yugoslavia masih dalam bentuk federasi mata uang yang digunakan adalah krone yugoslavia (1918-1920) dan dinar yugoslavia (1920-2003). setelah serbia dan montenegro berpisah dan mendirikan negara sendiri, mata uang kedua negara ini juga berganti. serbia dengan mata uang dina serbia dan montenegro dengan euro.

      Hapus
    6. untuk yuni, saya sendiri belum tahu kebijakan ekonomi serbia itu seperti apa. tetapi untuk ekonomi di negara serbia, PDBnya tidak sebesar montenegro yang mencapai 60%. ekonomi di serbia juga lambat karena mereka (serbia) menggunakan strategi yang mengharuskan negara serbia memakai mata uangnya (dinar serbia) meskipun euro juga terkadang digunakan.

      Hapus
  23. saya mau bertanya
    1. diartikel disebutkan pemimpin-pemimpin serbia sebagai penjahat perang siapakah mereka yang dimaksut ?
    2.waktu menjadi yugoslavia pusat pemerintahan mereka berada dimana ??

    BalasHapus
  24. 1. International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia (ICTY) menyatakan bahwa para pemimpin serbia bersalah diantaranya adalah Slobodan Milosevic Presiden Republik Federal Yugoslavia dan Radovan Karadzic mantan pemimpin republic serbia bosnia-herzegovina dan Ratko Mladic pemimpin militer Serbia.
    2. saat belum pecah dan masih bernama republik federal sosialis Yugoslavia beribukota di International Beograd.

    BalasHapus
  25. Assalamualaikum wr.wb
    kita ketahui bahwa kaum serbia melakukan tindakan yang kurang etis terhadap kaum kroasia dan muslim kosovo....
    yang mau saya tanyakan

    1. mengapa kaum muslim yang menjadi bulan-bulanan kaum serbia...sedangkan kita ketahui bahwa kaum muslim pernah jaya di daerah kosovo dan sekitarnya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumslam wr. wb.
      Kalau dari apa yang pernah saya baca,Kosovo itu sebelumnya adalah salah satu propinsi atau daerah otonom dari Serbia, Sehingga Serbia tetp mempertahankan Kosovo agar tidak merdeka dan tetap menjadi bagian dari Serbia.

      Hapus
  26. Bagaimana hubungan antara Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina dan Serbia, saat ini? baik dari segi politik, ekonomi, dll. Apakah rasa dendam akan masa lalu masih tertanam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat ini negara-negara tersebut mulai menghirup perdamaian dan ketiga belah pihak berusaha membangun saling percaya. Akan tetapi, memang perlu waktu lama untuk menghapuskan permusuhan (rasa dendam) berabad-abad itu. Salah satu hal yang diusahakan untuk membangun saling percaya tersebut adalah mengadili para penjahat perang. Mantan Presiden Republik Srpska Ravadon Karadzic berhasil ditangkap pada 21 Juli 2008, sementara mantan Panglima Tentara Federal Jenderal Ratko Mladic belum tertangkap. Dan kini negara Yugoslavia telah tidak ada karena dunia internasional tidak mengakuinya sebagai negara merdeka. Akhirnya Serbia mendirikan nama negaranya dengan nama Serbia yang sampai kini diakui oleh dunia internasional sejak 2003 sebagai negara merdeka. Sehingga kini Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina dan Serbia adalah negara merdeka yang berdiri sendiri.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus