UNI
SOVIET NEGARA ADIKUASA YANG SUDAH RUNTUH
Oleh :
Bagus
Amrulloh Eri Pradana (140731602432)
Devi Intan Permatasari (140731600835)
Yuni Susanti (140731601514)
Mahasiswa Jurusan Sejarah, Program Studi Pendidikan
Sejarah
Universitas
Negeri Malang
ABSTRAK
: Rusia merupakan
negara yang menjadi pelopor terbentuknya negara Uni Soviet Uni Soviet dalam
melaksanakan pemerintahannya menggunakan ideologi komunisme. Glasnot
dan Perestoika merupakan penyebab runtuhnya Uni Soviet.
Selain itu, penerapan ekonomi
yang awalnya diperkirakan akan memakmurkan rakyat Uni Soviet ternyata malah
membuat penderitaan yang mendalam, seperti penerapan yang dilakukan Stalin, Grigory Yalinsky dan
juga Gorbachev. Akibat dari ekonomi yang semakin memburuk dan tidak kuatnya negara melawan
pemberontakan,akhirnya pada tanggal 25 Desember 1991, Uni Soviet secara resmi
runtuh.
Kata
Kunci : Keruntuhan Uni Soviet, komunis, glasnost, peristoika, pakta Warsawa
Perubahan merupakan sebuah keharusan yang tidak dapat
disingkirkan dari kehidupan manusia. Tanpa perubahan, manusia tidak akan bisa
berkembang dan terlambat dalam penerapan teknologi dan informasi yang semakin
hari semakin berkembang.
Begitu
pula perubahan yang terjadi pada berbagai negara di dunia. Perubahan akan
menjadi sebuah cahaya untuk negara yang ingin berkembang. Namun, tidak sedikit dampak dari perubahan tersebut
membuat keruntuhan, yaitu keruntuhan Uni Soviet menjadi beberapa negara bagian.
Hasil dan Pembahasan
Politik dan Pemerintahan Uni
Soviet
Uni Soviet
merupakan negara adikuasa yang menjadi pusat dalam percaturan dunia selain
Amerika Seikat. Uni Soviet yang mampu berjaya dengan peralatan teknologi dan
militer yang serba canggih tersebut ternyata tidak mampu bertahan selama
Amerika Serikat. Hingga pada akhirnya negeri yang awalnya dibangun oleh Lenin
tersebut mengalami keruntuhan.
Uni
Soviet berdiri pada tanggal 26 Desember 1922 melalui sebuah Revolusi yang
mengubah kondisi Rusia secara keseluruhan. Revolusi ini menandai lahirnya
ideologi baru yang diterapkan di pemerintahan sebagai reaksi atas berkembangnya
paham liberalisme yang dianut oleh sebagian negara Eropa. Kelak negara ini akan
menjadi negara besar dan mampu mengubah politik percaturan dunia (Henry
Schmand.2005:547).
Model pemerintahan Uni Soviet
merupakan model pemerintahan yang menerapkan komunisme yang menitikberatkan
pada semua alat-alat produksi dikuasai oleh negara sebagai lawan dari
liberalisme dan corak pemerintahan yang begitu otoriter. Pengorganisasiran
ideologi tersebut dikendalikan oleh partai yang dalam pemerintahan komunis
terdapat satu partai (mono partai).
Pada hal ini, kita bisa menyatakan
bahwa Uni Soviet pada awalnya merupakan negara yang mempunyai sistem sebagai
lawan dari liberalisme yang pada saat itu digadang-gadang akan membuat negara
menjadi makmur dengan model yang begitu bebas. Ideologi komunisme merupakan
lawan dari ideologi liberalisme yang juga diterapkan dalam negara.
Uni
Soviet didirikan oleh Vladimir Ilyich Ulyanov atau yang lebih dikenal dengan
nama Lenin, seorang tokoh penganut setia paham Marxisme. Lenin merupakan tokoh
Bolshevik yang termahsyur berani melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Tsar
II sebagai pemegang kekuasaan Uni Soviet dengan dukungan dari partai Bolshevik
yang pada waktu itu sedang tumbuh secara pesat kekuataanya yang didukung oleh
sebagian masyarakat Rusia (Henry Schmand.2005:540).
Lenin
menghabiskan dua puluh tahun mempersiapkan rancangan bagi gerakan
revolusionernya melalui partai Bolsheviks untuk mengendalikan negara, sebelum
revolusi terjadi terdapat dua partai yang saling berebut kekuasaan yaitu
Bolsheviks dan Mensheviks pimpinan L.Martov. Antara dua partai ini berbeda
pandangan, Bolseviks ingin segera dilakukan revolusi dan melarang kerjasama
dengan partai non-sosialis, sementara Mensheviks ingin agar pemerintahan
demokratis dan kerjasama dalam partai lain untuk partisipasi dalam pemerintahan
parlementer (Henry Schmand.2005:545).
Lenin adalah seorang penganut Marxis
yang mampu pertama kali menerapkan pelaksanaan ideologi tersebut pada
pemerintahan, yaitu Rusia dan dikembangkan lebih jauh lagi melalui Uni Soviet
setelah meleburkan beberapa negara dalam satu negara.
Marxisme
adalah paham yang mengikuti pandangan Karl Marx sang pencetus Marxisme.
Pandangan Marx ialah bahwa kapitalisme menindas proletar dan kaum miskin karena
memanfaatkan mereka bekerja dengan upah minimum, sementara hasilnya dinikmati
oleh kaum pemilik modal (capital). Penyebab dari itu adalah kepemilikan pribadi
dan penguasaan kekayaan kaum pemodal serta tidak ada keadilan dan kesejahteraan
proletar (Sulaiman Effendi.2014:195).
Dalam melaksanakan pemerintahan Uni
Soviet, Lenin menjalankan model pemerintahan yang disebut dengan diktator
proletariat. Hal ini dilakukan demi menjaminya ideologi komunis dan kelak akan
mencapat tingkat maksimal dengan keberhasilan masyarakat komunis Internasional
melalui semboyan “kaum proletar sedunia,bersatulah”.
Diktator
proletariat merupakan ideologi dengan menempatkan pemimpin negara yang berasal
dari wakil kelas yang terbaik, mempunyai kesadaran penuh dan komunis loyal yang
tercerahkan oleh pengalaman yang diperoleh dalam perjuangan revolusioner yang
keras dan bila perlu kekerasan demi mewujudkan tujuan negara yang diprogram partai.
Dalam hal ini partai komunis (Henry Schmand.2005;550)
Lenin
meninggal pada tanggal 21 Januari 1924 akibat serangan jantung. Kepemimpinan
Uni Soviet digantikan oleh kadernya yakni Leon Trotsky. Namun karena terdapat
konflik dengan Joseph Stalin berkaitan dengan jabatan partai,Trotsky
disingkirkan hingga Stalin menjadi penguasa Uni Soviet yang memerintah dengan
tangan besi terkenal dengan kekejaman melebihi Lenin sehingga disebut “manusia
baja” (Sulaiman Effendi.2014:161).
Masa Stalin ini merupakan masa mulainya
pembangunan secara aktif dengan berbagai kebijakan yang dibuat dengan tujuan
menunjukkan kejayaan Uni Soviet. Stalin merupakan sahabat Lenin yang mempunyai
pemahamaan yang sama terhadap teori Marxisme yang diterapkan dalam
pemerintahan.
Jugapada
masa Stalin ini totalitarianisme berkembang secara pesat dengan kekuasaan
pemerintah yang kaku dan terpusat. Untuk melaksanakan kekuasaanya, Stalin
memberlakukan dua sistem yang mengerikan kepada rakyat dengan dalih demi
kondusifnya pembangunan yaitu Gulag dan Deportasi. Gulag merupakan sistem yang
mengatur tahanan seseorang dengan berbagai faktor seperti kriminalitas dan
faktor politik, sementara Deportasi berupa pencabutan kewarganegaraan dan
pengusiran seseorang dari negara Uni Soviet karena faktor kriminal dan politik
(Henry Schmand.2005:550).
Totalitarianisme
merupakan upaya-upaya komunisme dengan teror dan indoktrinasi demi mengerahkan
rakyat untuk tugas-tugas negara yang dibangu dengan sendi komunisme. Tugas
mengatur rakyat akan lebih mudah jika warga negara bisa diminta menerima
ideologi penguasa.Tidak sebagaimana diktator masa lalu yang berusaha melindungi
status quo, totalitarianisme abad dua
puluh berusaha menghancurkan institusi tradisional dan menggantikanya dengan
masyarakat yang dipolakan pada cetak biru ideal tertentu (Henry
Schmand.2005:560).
Kebijakan represif Stalin tersebut
sangat mengekang kebebasan yang ada pada rakyatnya, tetapi ternyata masih ada
rakyat yang berani menyuarakan kritik terhadap kebijakan Stalin tersebut dengan
resiko yang besar berupa gulag dan deportasi. Era ini merupakan penerapan
Komunisme-Marxisme yang dilakukan secara kaku dan kejam.
Dalam hal hubungan internasional,
Stalin dengan ideologi komunisnya membentuk persekutuan negara-negara Soviet,
kebanyakan berdasarkan “persatuan kebangsaan” atau sedapat mungkin mengandung
prinsip etnis. Selama bertahun-tahun negara Uni Soviet ini diisolasi dari
pergaulan internasional dalam perang dingin (Taufik Adi Susilo.2009:106).
Selain itu, Uni Soviet juga aktif
menyebarkan paham komunisme melalui aneksasi daerah tertentu ke dalam salah
satu Uni Soviet dan menjadikanya negara
satelit sebagai sekutu melawan Amerika. Negara satelit tersebut kebanyakan
berada di Eropa Timur seperti Polandia, Rumania, Bulgaria, Cekoslovakia,
Moldova, Belarus, Estonia, Latvia, Ukraina, Georgia, Belarus dan Lithuania.
Selain itu juga terdapat negara satelit Uni Soviet di kawasan Asia Tengah
seperti Azerbaijan, Kazakhstan, Kirzigstan, Tajikistan, Turkmenistan dan
Uzbekistan (Taufik Adi Susilo.2009:103).
Akibat dari perang dingin tersebut
adalah persaingan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam beberapa hal
seperti ekonomi, politik, spionase, teknologi, aliansi militer ruang angkasa
dan sosial budaya demi membuktikan siapa yang lebih unggul dan menguasai dunia.
Selain itu kedua negara ini aktif dalam memberikan perlindungan kepada negara
lain yang dirasa mempunyai keinginan mewujudkan negara dengan basis komunis
atau liberalis.
Joseph Stalin meninggal pada tanggal
5 Maret 1953, pengganti Stalin ialah Nikita Khrushchev dengan kebijakan yang
lebih longgar bila dibandingkan dengan Stalin. Nikita Khrushchev mengakui
Stalin mengambil kebijakan yang kaku berakibat pada peperangan yang meluas
seperti yang dialami pada negara-negara anggota Uni Soviet sepert Polandia pada
tahun 1956 dan juga di Hongaria pada waktu yang sama akibat kritik akan
kebijakan Stalin (Malvin Perry.2014:427).
Nikita Khrushchev melakukan
kebijakan diplomasi secara aktif ke berbagai negara dengan berbagai tujuan
seperti politik dan ekonomi. Nikita Khrushchev melihat pentingnya diplomasi ini
untuk mengurangi ketegangan dunia meskipun pada awalnya bermotif untuk
kepentingan ideologi komunis. Pada masa Khruschev inilah terjadi beberapa
sengketa dengan Amerika Seikat di berbagai wilayah dengan dalih membantu pihak
yang seideologi dengan mereka.
Nikita
Khruschev berusaha mengurangi peran tentara namun dia juga membuat langkah
provokatif seperti mengancam akses ke Berlin Barat (Tembok Berlin), penempatan
misil-misil di Kuba dengan persetujuan Fidel Castro (Insiden Teluk Babi),
penguatan Pakta Warsawa yang mengalami krisis ekonomi dan yang menarik adalah
pada tahun 1960 meskipun mempunyai kesamaan ideology dengan Cina ternyata
Khruschev tidak ingin membantu pembangunan nuklir Cina dan berakibat pada
retaknya hubungan Uni Soviet dengan Cina. Sepanjang tahun 1954-1956 inilah
mulai banyak dilakukan perundingan bilateral sepeti dengan Austria, Jerman
Barat, Jepang, India, Myanmar, Afghanistan dan termasuk Indonesia (Malvin
Perry.2014:427).
Pakta Warsawa adalah aliansi militer
yang diprakarsai Uni Soviet dengan negara-negara Blok Timur pada tahun 1955
sebagai tandingan akan aliansi militer yang dibangun Amerika Serikat dan
negara-negara Eropa Barat dalam rangka membangun pertahanan antar negara demi
membendung paham komunisme (Wahjudi Djaja.2012:212).
Setelah Nikita Khruschvev mundur
tahun 1964, pemerintahan selanjutnya dipegang oleh Leonid Brezhnev yang
sekaligus juga ketua Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet.
Leonid
Brezhnev mempunyai model kepemimpinan tersendiri daam sejarah Soviet seperti
membuka akses terhadap dunia luar seperti musik dan fashion barat, membuka
kesempatan kepada orang yang memeluk agama, dan perdebatan publik mulai dibuka
untuk masyarakat. Tetapi masih saja beberapa kebijakan pelonggaran tersebut
belum dilaksanakan secara penuh seperti pada Andrei Almarik dan Aleksander
Solzhenitsyn (sastrawan),serta Andrei Sakharov pembuat H-bom Soviet yang
menjadi kekhawatiran Amerika Serikat masih dikenakan hukuman deportasi akibat
menyuarakan kebebasan hak asasi manusia yang bertentangan dengan ideologi
pemerintah (Wahyudi Djaja.2012:214).
Pengganti
Brezhnev ialah mantan kepala KGB Yuri Andropov melalui kesepakatan di kalangan
pejabat puncak partai. Faktor kesehatan yang memburuk membuat Yuri Andropov
meninggal pada tahun 1984 dan digantikan Konstantin Cerenko. Konstantin Cerenko
meninggal pada tahun 1985 karena faktor kesehatan dan digantikan oleh Mikhail
Gorbachev (Marvin Perry.2014:436).
Naiknya Mikhael Gorbhacev membuat
perubahan dalam sejarah Uni Soviet berupa kebijakan yang bertentangan dengan
ideologi Komunisme. Wujud perubahan tersebut adalah melalui kebijakan glasnost
dan perestroika. Hal ini terlihat pada perundingan antara Gorbachev dengan
presiden Amerika Serikat Ronald Reagen dan penggantinya, yaitu George Bush.
Mikhail Gorbachev melakukan ini
dilandasi dengan kondisi Uni Soviet yang mengalami keterpurukan, bila hal ini
tidak segera diatasi maka Uni Soviet akan mengalami kesulitan yang amat parah.
Bahkan sainganya, Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang berbeda berupa
kondisi yang stabil tanpa kesulitan pemerintahan yang berarti. Oleh karena itu
Gorbachev melakukan suatu terobosoan.
Perestroika
merupakan restrukturiasi (penataaan kembali struktur) yang sudah rusak.
Tujuanya ialah mengatasi kondisi stagnan untuk askelerasi (penyamaan) kemajuan
sosial dan ekonomi. Juga perestroika merupakan pengembangan menyeluruh dari
demokrasi yang diprakasai massa. Perestroika merupakan langkah pembaharuan
untuk mempersatukan sosialisme dengan demokrasi melalui keterbukaan politik
atau glasnost (Wahjudi Djaja.2012:217).
Kebijakan ini membuat terjadinya
beberapa kudeta dan secara berangsur-angsur menyebabkan Uni Soviet runtuh
secara politik. Soviet runtuh secara politik dikarenakan kebrobokan politik
yang hanya dikuasai satu partai yang berpotensi terjadinya korupsi secara
besar-besaran, diperparah dengan sistem isolasi pada negara-negara anggota Uni
Soviet dan penyebaran ideologi komunisnya. Ketika keterbukaan dimulai, media
memberitakan kebrobokan tersebut dan menyebabkan masyarakat ingin perubahan
pada sistem yang lebih baik serta para cendekiawan menyuarakan kritik terhadap
jalanya pemerintahan yang sebelumnya mengkritik pemerintah adalah hal yang tabu.
Perkenomian Uni
Soviet
Dalam
bidang ekonomi, Stalin memerintahkan serangkaian Rencana Lima Tahun pada tahun
1928. Dorongan industrialisasi digembar-gemborkan sebagai suatu revolusi
ekonomi dan sosial yang luas, yang
dilaksanakan oleh negara berdasarkan pada suatu rencana rasional. Penekanan
terletak pada industri berat, pembangunan jalur-jalur kereta api, pembangkit
tenaga listrik, pabrik baja, dan perangkat militer seperti tank dan pesawat
tempur. Produksi barang-barang konsumsi dibatasi hingga pada batas minimal, dan
semua perdagangan swasta skala kecil, yang dihidupkan dibawah NEP, berakhir
dengan akibat-akibat yang membawa bencana bagi ekonomi Rusia. (Perry, 2014:307)
Dalam
revolusi selanjutnya yang dilakukan oleh Stalin yaitu pertanian Soviet. Para
petani dipaksa bergabung ke dalam ekonomi terencana melalui kolektivitas.
Pertanian—petani, hewan piaran, dan lading mereka—harus tunduk pada kendali
rasional yang sama dengan industry. Kolektivitas berarti penyatuan tanah
pertanian, hewan piaran, dan peralatan demi produksi berskala besar yang lebih efisien. Solusi Bolshevik
untuk keterbelakangan pertanian Rusia sudah lama ialah bahwa petani harus
menjadi seperti para pekerja. (Perry, 2014:308)
Namun,
hal tersebut ditolak oleh para petani. Mereka merasa sudah sangat terikat
dengan tanah yang memang merupakan bagian terpenting dari pertanian, mereka
tidak mau bersikap seolah-olah mereka adalah pekerja, mereka ingin bekerja
seperti majikan dari tanah pertanian miliknya. Namun, stalin menegaskan bahwa
apabila hal ini tidak dilakukan maka kemakmuran yang selama ini diimpikan tidak
akan pernah tercapai dan demi pencapaian tersebut tidak ada pilihan lain selain
menuruti perintah dari penguasa.
Menurut
Perry (2014:308), para petani harus membayar dengan harga yang sangat tinggi.
Stalin mendeklarasikan perang pada daerah pedalaman Rusia. Dia memerintahkan
bahwa kulaks, para petani yang paling
giat dan berada, “dihapuskan sebagai suatu kelas.” Banyak yang dibunuh
seketika, dan jutaan digiring ke kamp-kampkerja paksa di utara yang jauh. Para
tetangganya yang lebih miskin dan kurang efisien digirng ke lahan-lahan
pertanian kolektif dengan todongan bayonet.
Para
petani juga sering melakukan pembalasan, terkadang pembalasan yang dilakukan
teratur tapi lebih sering melakukan pembalasan yang terkesan tidak teratur dan
bahkan berantakan. Walau dalam perang
tersebut petani kalah, tapi mereka tidak
mau menyerahkan ternaknya. Salh satu cara yang dilakkukan oleh para petani
adalah dengan membantai hewan peliharaannya lalu dimakan secara membabi buta
tanpa memikirkan makanan untuk hari
selanjutnya. Akibatnya, selama berhari-hari mereka dilanda kelaparan
dan banyak yang mati secara mengenaskan.
Rencana Lima Tahun yang direncanakan oleh Stalin kacau, mulai dari 1931 hingga
1933 jutaan orang mati kelaparan.
Penderitaan
yang paling tragis terjadi di Ukraina, dimana kelaparan menewaskan kira-kira 7
juta orang, banyak diantaranya meninggal setelah mengalami perlakuan yang kejam
dan penyiksaan yang sangat tidak berperikemanusiaan. Agar dapat membeli
peralatan industri di luar negeri dan industrialisasi dapat mencapai target,
Uni Soviet harus mengekspor makanan sebanyak mungkin dengan harga-harga yang
teramat rendah karena Depresi Besar. Membiarkan para petani di lumbung makanan
Ukraina tewas agar negeri itu dapat tumbuh kuat. Lagi pula Stalin menikmati kesempatan untuk
membinasakan rakyat Ukraina karena ketaksetiaan mereka selama perang saudara
dan perlawanan mereka terhadap kolektivitas. (Perry, 2014:309)
Pada tahun 1938, pengadilan terakhir
dan paling besar yang dipertontonkan mengajukan tuduhan yang paling aneh dari semuanya: sabotase,
spionase, dan usaha untuk memecah belah Uni Soviet dan membunuh semua pemimpinnya (termasuk Lenin pada 1918). Teror
menghantam pertama kali semua anggota partai, khususnya para Bolsheviks Tua
yang bergabung sebelum revolusi. Ribuan teknisi, ilmuwan, manajer industry,
sarjana dan seniman lenyap. Mereka ditembak atau dikirim ke kamp-kamp kerja
paksa, dimana sebagian besar diantaranya binasa, tidak ada yang selamat.
(Perry, 2014:312)
Stalin, yang sudah mengalami
perlakuan dari para polisi tsaris dan berpartisasi di dalam penyembelihan
besar-besaran saat perang saudara, tidak
merasa terganggu dengan pemborosan nyawa. Dia
percaya bahwa tanpa kepatuhan total rakyat Rusia, ekonomi Soviet tidak
akan dimobilisasi secara efektif dan cepat dan bahwa teror diperlukan untuk
memmaksakan kepatuhan. (Perry, 2014:312)
Menurut Perry (2014:425)
pemerintahan Stalin rusak akibat kekuasaan tak terbatas dan pujian berlebihan
yang tak terkendali, pada tahun-tahun terakhirnya Stalin menunjukkan kekejaman
yang tak kenal henti dan kecurigaan yang meninggi hingga kepuncak paronia.
Ambisi Stalin yang sukar dikekang yaitu membangun kekuatan Soviet dimasa
hidupnya, berapapun ongkos manusianya. Makin banyak Rencana Lima Tahun, maka
teror semakin dibutuhkan. (Perry, 2014:425)
Sejak musim panas, pemerintah
memperbolehkan sistem kepemilikan pribadi (sebelumnya hal ini dilarang) dan
privatisasi. Dimulailah apa yang kemudian dikenal dengan “Ekonomi Pasar” di
mana salah satu program yang cukup terkenal : “Program 500 Hari”,
yang dikedepankan oleh Grigory Yavlinsky. Program ini
adalah upaya menuju “Ekonomi Pasar” dalam waktu 500 hari (satu setengah tahun)
dengan cara memindahkan perusahaan perdagangan dan industri (milik negara)
kepada kepemilikan pribadi (swasta) yang diikuti dengan perubahan kebijakan keuangan,
pengenalan harga bebas yang ditentukan oleh pasar. Langkah-langkah tersebut
bukannya memperbaiki keadaan, tetapi justru menambah beban hidup dan kecemasan
di masyarakat. (http://runtuhnya uni soviet.html)
Pada tahun 1985, Gorbachev yang
merupakan pemimpin terakhir Uni Soviet, melakukan perbaikan ekonomi Uni Soviet,
Gorbachev meminta tak kurang dari reorganisasi fundamental sistem Soviet,
partai tetap bekerja tetapi lebih tanggap kepada rencana-rencana dan harapan-harapan
warga negara Soviet. Bahkan melebihi para pendahulunya, dia menganjurkan
“demokratisasi masyarakat”, dengan harapan untuk merangsang partisipasi warga
negara biasa, khususnya ditempat kerja mereka dan di administrasi lokalnya. Dia
menyerukan berbgai kandidat untuk pos-pos yang terpilih, suatu pengalaman baru
bagi para pemberi suara Soviet. Untuk melonggarkan kekakuan administratif, dia
juga memberikan kebebasan yang lebih besar kepada para usahawan lokal dibidang
pertanian, industri, dan jasa konsumen, meminta agar persediaan dan permintaan
dikoordinasikan, seperti dalam pasar bebas. (Perry, 2014:437)
Gorbachev mendorong kebijakan baru
mengenai keterbukaan (glasnost) dalam
menndiskusikan urusan-urusan publik. Membiarkan semua masalah masyarakat
Soviet, yang hingga pada saat itu dirahasiakan, didiskusikan secara terbuka,
korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, pengabaian legalitas, dan pencekikan kritik.
Sewaktu kontak dengan dunia luar bertambah, cita-cita, kebudayaan, dan
penghargaan Barat kepada hak-hak asasi manusia memasuki pikiran Soviet yang
belum pernah terjadi sebelumnya. Perubahan-perubahan ekonomiyang berjangkauan
luas dirancang untuk melonggarkan kekangan perencanaan pusat dan untuk
mendorong ekonomipasar yang disertai dengan pembaruan politik. (Perry,
2014:437)
Perubahan-perubahan ekonomi yang
berjangkauan luas dirancang untuk melonggarkan kekangan perencanaan pusat dan
untuk mendorong ekonomi pasar yang disertai dengan pembaruan politik.
Transformasi dan kelahiran kembali spiritual yang diharapkan Gorbachev tidak
terjadi. Uni Soviet mengalami kemacetan pemerintahan yang efektif, keruntuhan
ekonomi, korupsi, dan kejahatan yang berlingkar-lingkar.
Keruntuhan
Uni Soviet
Gorbachev
mendorong kebijakan baru mengenai keterbukaan (glasnost) dalam mendiskusikan
urusan-urusan publik. Membiarkan semua masalah masyarakat Soviet dirahasiakan,
di diskusi secara terbuka: korupsi, penyalanggunaan kekuasaan, pengabaian
legalitas dan pencekikan kritik. Pada saat perang dingin berakhir Gorbachev
berusaha meredakan ketegangan internasioanl. Gorbachev menarik tentara Soviet
dari Afganistan pada akhir 1988, mengakui bahwa invasi 1979 adalah suatu
kekeliruan. Ia membebaskan Eropa Timur dari dominasi Soviet, mengizinkan
pembubaran Pakta Warsawa, aliansi militer Soviet di wilayah itu, dan memberikan
persetujuan kepada penyatuan kembali Jerman. Dia meninggalkan klaim Leninis
atas superioritas komunisme Soviet, menghentikan dukungan rezim-rezim Marxis di
Dunia Ketiga.(perry, marvin. 2013: 438).
Pada tahun 1990, Gorbachev mengakui
negerinya. Akan tetapi, pemerintahan di negerinya mengalami kemerosotan hingga
menimbulkan perdebatan antara kedua belah pihak. Dalam perdebatan antara Moscow
dan leningrad dengan Boris Yeltsin, untuk memulihkan perdebatan yang
menimbulkan perlawanan akhirnya mengandalkan tentara dan pasukan keamanan .
Pada agustus 1991, Gorbachev dipenjara,dipecat sebagai presiden Uni Soviet dan
ia bersiap membentuk pemerintahan yang kediktatoran komunis baru. Dengan adanya
keruntuhan partai komunis, maka pada akhir bulan Desember Gorbachev berakhir
menjadi pemimpin Uni Soviet. (perry, marvin. 2013: 441-442).
Pada akhirnya, pemerintahan berhaluan
komunis di Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria, Jerman Timur, Polandia, dan Rumania yang berkuasa sejak
akhir Perang Patriotik Raya runtuh. Pada tanggal 7 Februari1990,
Komite Pusat Partai
Komunis setuju untuk
melepaskan monopoli atas kekuasaannya. Republik-republik anggota Uni Soviet mulai menegaskan kedaulatan nasional mereka
terhadap Moskwa dan mulai melancarkan "perang undang-undang" dengan
pemerintah pusat. (Wikipedia, 2013)
Dalam hal ini, pemerintahan
republik-republik anggota Uni Soviet, terutama Trio Baltik, yaitu Estonia, Lituania, dan Latvia, membatalkan semua undang-undang federal jika
undang-undang itu bertentangan dengan undang-undang setempat, menegaskan
kendali mereka terhadap perekonomian setempat, dan menolak membayar pajak
kepada pemerintah pusat di Moskwa. (Wikipedia, 2013)
Negara-negara satelit di Eropa Timur seperti
Polandia, Cekoslovasia, Rumania, dan Bulgaria melepaskan diri dari pengawasan
Uni Soviet. (Susilo,2009:102). Pada abad ke-19 negara Azerbaijan, Armenia,
Polandia, Lithuania, Latvia, Estonia, Finlandia, Georgia dan kekaisaran Persia
diambil oleh tsar dan negara tersebut menjadi negara merdeka sedangkan di
Armenia, Georgia, Azerbaijan dan daerah-daerah di Asia kaum komunis menang
dengan bantuan militer Bolshevik. Polandia dibagi antara Rusia, dan
Austria-Hungaria (Habsburg). (Susilo, 2009:107).
Secara resmi, pada tanggal 25 Desember 1991, Uni Soviet resmi runtuh dan
menyisakan kepingan-kepingan negara-negara bagian kecil Uni Soviet, setelah presiden Mikhail Gorbachev
mengundurkan diri menjadi presiden Uni Soviet. (http://runtuhnya uni soviet.html)
Daftar Rujukan
Perry,Malvin.
2013. Peradabat Barat dari Revolusi
Perancis Hingga Zaman Global. Kreasi Wacana:Bantul
Effendi,Sulaiman.
2014. Tokoh-tokoh Dunia Yang Mempengaruhi
Bung Karno. Palapa:Yogyakarta
Susilo
Adi Taufik. 2009. Mengenal Benua Eropa. Garasi:Yogyakarta
Djaja,Wahyudi.
2010. Sejarah Eropa Dari Eropa kuno
Hingga Eropa Modern. Ombak:Yogyakarta
Schmand,Henry.
2005. Filsafat Politik Dari Yunani Kuno
Sampai Zaman Modern. Pusataka Pelajar:Yogyakarta.
Wahyu.
2013. Runtuhnya Uni Soviet. (Online), (http://ibnunasrul.blogspot.com/2013/02/runtuhnya-uni-soviet_18.html), diakses 26 Februari
2015
Allen, Hendry, dkk.
2013. Sejarah Uni Soviet (1982-1991).
(Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah
Uni Soviet %281982%E2%80%931991%29), diakses
26 Februari 2015