Kamis, 26 Februari 2015

UNI SOVIET NEGARA ADIKUASA YANG SUDAH RUNTUH



                        UNI SOVIET NEGARA ADIKUASA YANG SUDAH RUNTUH
                                                                        Oleh :
               Bagus Amrulloh Eri Pradana                       (140731602432)
   Devi Intan Permatasari                               (140731600835)
   Yuni Susanti                                                (140731601514)
Mahasiswa Jurusan Sejarah, Program Studi Pendidikan Sejarah
Universitas Negeri Malang

ABSTRAK : Rusia merupakan negara yang menjadi pelopor terbentuknya negara Uni Soviet Uni Soviet dalam melaksanakan pemerintahannya menggunakan ideologi  komunisme.            Glasnot dan Perestoika merupakan penyebab runtuhnya Uni Soviet. Selain itu, penerapan            ekonomi yang awalnya diperkirakan akan memakmurkan rakyat Uni Soviet ternyata malah membuat penderitaan yang mendalam, seperti penerapan  yang dilakukan Stalin, Grigory Yalinsky dan juga Gorbachev. Akibat dari ekonomi yang semakin memburuk  dan tidak kuatnya negara melawan pemberontakan,akhirnya pada tanggal 25 Desember 1991, Uni Soviet secara resmi runtuh.
            Kata Kunci : Keruntuhan Uni Soviet, komunis, glasnost, peristoika, pakta Warsawa
Perubahan  merupakan sebuah keharusan yang tidak dapat disingkirkan dari kehidupan manusia. Tanpa perubahan, manusia tidak akan bisa berkembang dan terlambat dalam penerapan teknologi dan informasi yang semakin hari semakin berkembang.
Begitu pula perubahan yang terjadi pada berbagai negara di dunia. Perubahan akan menjadi sebuah cahaya untuk negara yang ingin berkembang. Namun,  tidak sedikit dampak dari perubahan tersebut membuat keruntuhan, yaitu keruntuhan Uni Soviet menjadi beberapa negara bagian.
Hasil dan Pembahasan
Politik dan Pemerintahan Uni Soviet
            Uni Soviet merupakan negara adikuasa yang menjadi pusat dalam percaturan dunia selain Amerika Seikat. Uni Soviet yang mampu berjaya dengan peralatan teknologi dan militer yang serba canggih tersebut ternyata tidak mampu bertahan selama Amerika Serikat. Hingga pada akhirnya negeri yang awalnya dibangun oleh Lenin tersebut mengalami keruntuhan.
Uni Soviet berdiri pada tanggal 26 Desember 1922 melalui sebuah Revolusi yang mengubah kondisi Rusia secara keseluruhan. Revolusi ini menandai lahirnya ideologi baru yang diterapkan di pemerintahan sebagai reaksi atas berkembangnya paham liberalisme yang dianut oleh sebagian negara Eropa. Kelak negara ini akan menjadi negara besar dan mampu mengubah politik percaturan dunia (Henry Schmand.2005:547).
            Model pemerintahan Uni Soviet merupakan model pemerintahan yang menerapkan komunisme yang menitikberatkan pada semua alat-alat produksi dikuasai oleh negara sebagai lawan dari liberalisme dan corak pemerintahan yang begitu otoriter. Pengorganisasiran ideologi tersebut dikendalikan oleh partai yang dalam pemerintahan komunis terdapat satu partai (mono partai).
            Pada hal ini, kita bisa menyatakan bahwa Uni Soviet pada awalnya merupakan negara yang mempunyai sistem sebagai lawan dari liberalisme yang pada saat itu digadang-gadang akan membuat negara menjadi makmur dengan model yang begitu bebas. Ideologi komunisme merupakan lawan dari ideologi liberalisme yang juga diterapkan dalam negara.
Uni Soviet didirikan oleh Vladimir Ilyich Ulyanov atau yang lebih dikenal dengan nama Lenin, seorang tokoh penganut setia paham Marxisme. Lenin merupakan tokoh Bolshevik yang termahsyur berani melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Tsar II sebagai pemegang kekuasaan Uni Soviet dengan dukungan dari partai Bolshevik yang pada waktu itu sedang tumbuh secara pesat kekuataanya yang didukung oleh sebagian masyarakat Rusia (Henry Schmand.2005:540).
Lenin menghabiskan dua puluh tahun mempersiapkan rancangan bagi gerakan revolusionernya melalui partai Bolsheviks untuk mengendalikan negara, sebelum revolusi terjadi terdapat dua partai yang saling berebut kekuasaan yaitu Bolsheviks dan Mensheviks pimpinan L.Martov. Antara dua partai ini berbeda pandangan, Bolseviks ingin segera dilakukan revolusi dan melarang kerjasama dengan partai non-sosialis, sementara Mensheviks ingin agar pemerintahan demokratis dan kerjasama dalam partai lain untuk partisipasi dalam pemerintahan parlementer (Henry Schmand.2005:545).
            Lenin adalah seorang penganut Marxis yang mampu pertama kali menerapkan pelaksanaan ideologi tersebut pada pemerintahan, yaitu Rusia dan dikembangkan lebih jauh lagi melalui Uni Soviet setelah meleburkan beberapa negara dalam satu negara.
Marxisme adalah paham yang mengikuti pandangan Karl Marx sang pencetus Marxisme. Pandangan Marx ialah bahwa kapitalisme menindas proletar dan kaum miskin karena memanfaatkan mereka bekerja dengan upah minimum, sementara hasilnya dinikmati oleh kaum pemilik modal (capital). Penyebab dari itu adalah kepemilikan pribadi dan penguasaan kekayaan kaum pemodal serta tidak ada keadilan dan kesejahteraan proletar (Sulaiman Effendi.2014:195).
            Dalam melaksanakan pemerintahan Uni Soviet, Lenin menjalankan model pemerintahan yang disebut dengan diktator proletariat. Hal ini dilakukan demi menjaminya ideologi komunis dan kelak akan mencapat tingkat maksimal dengan keberhasilan masyarakat komunis Internasional melalui semboyan “kaum proletar sedunia,bersatulah”.
Diktator proletariat merupakan ideologi dengan menempatkan pemimpin negara yang berasal dari wakil kelas yang terbaik, mempunyai kesadaran penuh dan komunis loyal yang tercerahkan oleh pengalaman yang diperoleh dalam perjuangan revolusioner yang keras dan bila perlu kekerasan demi mewujudkan tujuan negara yang diprogram partai. Dalam hal ini partai komunis (Henry Schmand.2005;550)
Lenin meninggal pada tanggal 21 Januari 1924 akibat serangan jantung. Kepemimpinan Uni Soviet digantikan oleh kadernya yakni Leon Trotsky. Namun karena terdapat konflik dengan Joseph Stalin berkaitan dengan jabatan partai,Trotsky disingkirkan hingga Stalin menjadi penguasa Uni Soviet yang memerintah dengan tangan besi terkenal dengan kekejaman melebihi Lenin sehingga disebut “manusia baja” (Sulaiman Effendi.2014:161).
            Masa Stalin ini merupakan masa mulainya pembangunan secara aktif dengan berbagai kebijakan yang dibuat dengan tujuan menunjukkan kejayaan Uni Soviet. Stalin merupakan sahabat Lenin yang mempunyai pemahamaan yang sama terhadap teori Marxisme yang diterapkan dalam pemerintahan.
Jugapada masa Stalin ini totalitarianisme berkembang secara pesat dengan kekuasaan pemerintah yang kaku dan terpusat. Untuk melaksanakan kekuasaanya, Stalin memberlakukan dua sistem yang mengerikan kepada rakyat dengan dalih demi kondusifnya pembangunan yaitu Gulag dan Deportasi. Gulag merupakan sistem yang mengatur tahanan seseorang dengan berbagai faktor seperti kriminalitas dan faktor politik, sementara Deportasi berupa pencabutan kewarganegaraan dan pengusiran seseorang dari negara Uni Soviet karena faktor kriminal dan politik (Henry Schmand.2005:550).
Totalitarianisme merupakan upaya-upaya komunisme dengan teror dan indoktrinasi demi mengerahkan rakyat untuk tugas-tugas negara yang dibangu dengan sendi komunisme. Tugas mengatur rakyat akan lebih mudah jika warga negara bisa diminta menerima ideologi penguasa.Tidak sebagaimana diktator masa lalu yang berusaha melindungi status quo, totalitarianisme abad dua puluh berusaha menghancurkan institusi tradisional dan menggantikanya dengan masyarakat yang dipolakan pada cetak biru ideal tertentu (Henry Schmand.2005:560).
            Kebijakan represif Stalin tersebut sangat mengekang kebebasan yang ada pada rakyatnya, tetapi ternyata masih ada rakyat yang berani menyuarakan kritik terhadap kebijakan Stalin tersebut dengan resiko yang besar berupa gulag dan deportasi. Era ini merupakan penerapan Komunisme-Marxisme yang dilakukan secara kaku dan kejam.
            Dalam hal hubungan internasional, Stalin dengan ideologi komunisnya membentuk persekutuan negara-negara Soviet, kebanyakan berdasarkan “persatuan kebangsaan” atau sedapat mungkin mengandung prinsip etnis. Selama bertahun-tahun negara Uni Soviet ini diisolasi dari pergaulan internasional dalam perang dingin (Taufik Adi Susilo.2009:106).
            Selain itu, Uni Soviet juga aktif menyebarkan paham komunisme melalui aneksasi daerah tertentu ke dalam salah satu Uni Soviet  dan menjadikanya negara satelit sebagai sekutu melawan Amerika. Negara satelit tersebut kebanyakan berada di Eropa Timur seperti Polandia, Rumania, Bulgaria, Cekoslovakia, Moldova, Belarus, Estonia, Latvia, Ukraina, Georgia, Belarus dan Lithuania. Selain itu juga terdapat negara satelit Uni Soviet di kawasan Asia Tengah seperti Azerbaijan, Kazakhstan, Kirzigstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan (Taufik Adi Susilo.2009:103).
            Akibat dari perang dingin tersebut adalah persaingan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam beberapa hal seperti ekonomi, politik, spionase, teknologi, aliansi militer ruang angkasa dan sosial budaya demi membuktikan siapa yang lebih unggul dan menguasai dunia. Selain itu kedua negara ini aktif dalam memberikan perlindungan kepada negara lain yang dirasa mempunyai keinginan mewujudkan negara dengan basis komunis atau liberalis.
            Joseph Stalin meninggal pada tanggal 5 Maret 1953, pengganti Stalin ialah Nikita Khrushchev dengan kebijakan yang lebih longgar bila dibandingkan dengan Stalin. Nikita Khrushchev mengakui Stalin mengambil kebijakan yang kaku berakibat pada peperangan yang meluas seperti yang dialami pada negara-negara anggota Uni Soviet sepert Polandia pada tahun 1956 dan juga di Hongaria pada waktu yang sama akibat kritik akan kebijakan Stalin (Malvin Perry.2014:427).
            Nikita Khrushchev melakukan kebijakan diplomasi secara aktif ke berbagai negara dengan berbagai tujuan seperti politik dan ekonomi. Nikita Khrushchev melihat pentingnya diplomasi ini untuk mengurangi ketegangan dunia meskipun pada awalnya bermotif untuk kepentingan ideologi komunis. Pada masa Khruschev inilah terjadi beberapa sengketa dengan Amerika Seikat di berbagai wilayah dengan dalih membantu pihak yang seideologi dengan mereka.
Nikita Khruschev berusaha mengurangi peran tentara namun dia juga membuat langkah provokatif seperti mengancam akses ke Berlin Barat (Tembok Berlin), penempatan misil-misil di Kuba dengan persetujuan Fidel Castro (Insiden Teluk Babi), penguatan Pakta Warsawa yang mengalami krisis ekonomi dan yang menarik adalah pada tahun 1960 meskipun mempunyai kesamaan ideology dengan Cina ternyata Khruschev tidak ingin membantu pembangunan nuklir Cina dan berakibat pada retaknya hubungan Uni Soviet dengan Cina. Sepanjang tahun 1954-1956 inilah mulai banyak dilakukan perundingan bilateral sepeti dengan Austria, Jerman Barat, Jepang, India, Myanmar, Afghanistan dan termasuk Indonesia (Malvin Perry.2014:427).
            Pakta Warsawa adalah aliansi militer yang diprakarsai Uni Soviet dengan negara-negara Blok Timur pada tahun 1955 sebagai tandingan akan aliansi militer yang dibangun Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat dalam rangka membangun pertahanan antar negara demi membendung paham komunisme (Wahjudi Djaja.2012:212).
            Setelah Nikita Khruschvev mundur tahun 1964, pemerintahan selanjutnya dipegang oleh Leonid Brezhnev yang sekaligus juga ketua Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet.
Leonid Brezhnev mempunyai model kepemimpinan tersendiri daam sejarah Soviet seperti membuka akses terhadap dunia luar seperti musik dan fashion barat, membuka kesempatan kepada orang yang memeluk agama, dan perdebatan publik mulai dibuka untuk masyarakat. Tetapi masih saja beberapa kebijakan pelonggaran tersebut belum dilaksanakan secara penuh seperti pada Andrei Almarik dan Aleksander Solzhenitsyn (sastrawan),serta Andrei Sakharov pembuat H-bom Soviet yang menjadi kekhawatiran Amerika Serikat masih dikenakan hukuman deportasi akibat menyuarakan kebebasan hak asasi manusia yang bertentangan dengan ideologi pemerintah (Wahyudi Djaja.2012:214).
Pengganti Brezhnev ialah mantan kepala KGB Yuri Andropov melalui kesepakatan di kalangan pejabat puncak partai. Faktor kesehatan yang memburuk membuat Yuri Andropov meninggal pada tahun 1984 dan digantikan Konstantin Cerenko. Konstantin Cerenko meninggal pada tahun 1985 karena faktor kesehatan dan digantikan oleh Mikhail Gorbachev (Marvin Perry.2014:436).
            Naiknya Mikhael Gorbhacev membuat perubahan dalam sejarah Uni Soviet berupa kebijakan yang bertentangan dengan ideologi Komunisme. Wujud perubahan tersebut adalah melalui kebijakan glasnost dan perestroika. Hal ini terlihat pada perundingan antara Gorbachev dengan presiden Amerika Serikat Ronald Reagen dan penggantinya, yaitu George Bush.
            Mikhail Gorbachev melakukan ini dilandasi dengan kondisi Uni Soviet yang mengalami keterpurukan, bila hal ini tidak segera diatasi maka Uni Soviet akan mengalami kesulitan yang amat parah. Bahkan sainganya, Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang berbeda berupa kondisi yang stabil tanpa kesulitan pemerintahan yang berarti. Oleh karena itu Gorbachev melakukan suatu terobosoan.
Perestroika merupakan restrukturiasi (penataaan kembali struktur) yang sudah rusak. Tujuanya ialah mengatasi kondisi stagnan untuk askelerasi (penyamaan) kemajuan sosial dan ekonomi. Juga perestroika merupakan pengembangan menyeluruh dari demokrasi yang diprakasai massa. Perestroika merupakan langkah pembaharuan untuk mempersatukan sosialisme dengan demokrasi melalui keterbukaan politik atau glasnost (Wahjudi Djaja.2012:217).
            Kebijakan ini membuat terjadinya beberapa kudeta dan secara berangsur-angsur menyebabkan Uni Soviet runtuh secara politik. Soviet runtuh secara politik dikarenakan kebrobokan politik yang hanya dikuasai satu partai yang berpotensi terjadinya korupsi secara besar-besaran, diperparah dengan sistem isolasi pada negara-negara anggota Uni Soviet dan penyebaran ideologi komunisnya. Ketika keterbukaan dimulai, media memberitakan kebrobokan tersebut dan menyebabkan masyarakat ingin perubahan pada sistem yang lebih baik serta para cendekiawan menyuarakan kritik terhadap jalanya pemerintahan yang sebelumnya mengkritik pemerintah adalah hal yang tabu.
Perkenomian Uni Soviet
Dalam bidang ekonomi, Stalin memerintahkan serangkaian Rencana Lima Tahun pada tahun 1928. Dorongan industrialisasi digembar-gemborkan sebagai suatu revolusi ekonomi dan sosial yang luas,  yang dilaksanakan oleh negara berdasarkan pada suatu rencana rasional. Penekanan terletak pada industri berat, pembangunan jalur-jalur kereta api, pembangkit tenaga listrik, pabrik baja, dan perangkat militer seperti tank dan pesawat tempur. Produksi barang-barang konsumsi dibatasi hingga pada batas minimal, dan semua perdagangan swasta skala kecil, yang dihidupkan dibawah NEP, berakhir dengan akibat-akibat yang membawa bencana bagi ekonomi Rusia. (Perry, 2014:307)
Dalam revolusi selanjutnya yang dilakukan oleh Stalin yaitu pertanian Soviet. Para petani dipaksa bergabung ke dalam ekonomi terencana melalui kolektivitas. Pertanian—petani, hewan piaran, dan lading mereka—harus tunduk pada kendali rasional yang sama dengan industry. Kolektivitas berarti penyatuan tanah pertanian, hewan piaran, dan peralatan demi produksi berskala  besar yang lebih efisien. Solusi Bolshevik untuk keterbelakangan pertanian Rusia sudah lama ialah bahwa petani harus menjadi seperti para pekerja. (Perry, 2014:308)
Namun, hal tersebut ditolak oleh para petani. Mereka merasa sudah sangat terikat dengan tanah yang memang merupakan bagian terpenting dari pertanian, mereka tidak mau bersikap seolah-olah mereka adalah pekerja, mereka ingin bekerja seperti majikan dari tanah pertanian miliknya. Namun, stalin menegaskan bahwa apabila hal ini tidak dilakukan maka kemakmuran yang selama ini diimpikan tidak akan pernah tercapai dan demi pencapaian tersebut tidak ada pilihan lain selain menuruti perintah dari penguasa.
Menurut Perry (2014:308), para petani harus membayar dengan harga yang sangat tinggi. Stalin mendeklarasikan perang pada daerah pedalaman Rusia. Dia memerintahkan bahwa kulaks, para petani yang paling giat dan berada, “dihapuskan sebagai suatu kelas.” Banyak yang dibunuh seketika, dan jutaan digiring ke kamp-kampkerja paksa di utara yang jauh. Para tetangganya yang lebih miskin dan kurang efisien digirng ke lahan-lahan pertanian kolektif dengan todongan bayonet.
Para petani juga sering melakukan pembalasan, terkadang pembalasan yang dilakukan teratur tapi lebih sering melakukan pembalasan yang terkesan tidak teratur dan bahkan berantakan.  Walau dalam perang tersebut petani  kalah, tapi mereka tidak mau menyerahkan ternaknya. Salh satu cara yang dilakkukan oleh para petani adalah dengan membantai hewan peliharaannya lalu dimakan secara membabi buta tanpa memikirkan makanan untuk hari  selanjutnya. Akibatnya, selama berhari-hari mereka dilanda kelaparan dan  banyak yang mati secara mengenaskan. Rencana Lima Tahun yang direncanakan oleh Stalin kacau, mulai dari 1931 hingga 1933 jutaan orang mati kelaparan.
Penderitaan yang paling tragis terjadi di Ukraina, dimana kelaparan menewaskan kira-kira 7 juta orang, banyak diantaranya meninggal setelah mengalami perlakuan yang kejam dan penyiksaan yang sangat tidak berperikemanusiaan. Agar dapat membeli peralatan industri di luar negeri dan industrialisasi dapat mencapai target, Uni Soviet harus mengekspor makanan sebanyak mungkin dengan harga-harga yang teramat rendah karena Depresi Besar. Membiarkan para petani di lumbung makanan Ukraina tewas agar negeri itu dapat tumbuh kuat. Lagi pula  Stalin menikmati kesempatan untuk membinasakan rakyat Ukraina karena ketaksetiaan mereka selama perang saudara dan perlawanan mereka terhadap kolektivitas. (Perry, 2014:309)
Pada tahun 1938, pengadilan terakhir dan paling besar yang dipertontonkan mengajukan tuduhan  yang paling aneh dari semuanya: sabotase, spionase, dan usaha untuk memecah belah Uni Soviet dan membunuh semua  pemimpinnya (termasuk Lenin pada 1918). Teror menghantam pertama kali semua anggota partai, khususnya para Bolsheviks Tua yang bergabung sebelum revolusi. Ribuan teknisi, ilmuwan, manajer industry, sarjana dan seniman lenyap. Mereka ditembak atau dikirim ke kamp-kamp kerja paksa, dimana sebagian besar diantaranya binasa, tidak ada yang selamat. (Perry, 2014:312)
Stalin, yang sudah mengalami perlakuan dari para polisi tsaris dan berpartisasi di dalam penyembelihan besar-besaran  saat perang saudara, tidak merasa terganggu dengan pemborosan nyawa. Dia  percaya bahwa tanpa kepatuhan total rakyat Rusia, ekonomi Soviet tidak akan dimobilisasi secara efektif dan cepat dan bahwa teror diperlukan untuk memmaksakan kepatuhan. (Perry, 2014:312) 
Menurut Perry (2014:425) pemerintahan Stalin rusak akibat kekuasaan tak terbatas dan pujian berlebihan yang tak terkendali, pada tahun-tahun terakhirnya Stalin menunjukkan kekejaman yang tak kenal henti dan kecurigaan yang meninggi hingga kepuncak paronia. Ambisi Stalin yang sukar dikekang yaitu membangun kekuatan Soviet dimasa hidupnya, berapapun ongkos manusianya. Makin banyak Rencana Lima Tahun, maka teror semakin dibutuhkan. (Perry, 2014:425)
Sejak musim panas, pemerintah memperbolehkan sistem kepemilikan pribadi (sebelumnya hal ini dilarang) dan privatisasi. Dimulailah apa yang kemudian dikenal dengan “Ekonomi Pasar” di mana salah satu program yang cukup terkenal : “Program 500 Hari”, yang dikedepankan oleh Grigory Yavlinsky. Program ini adalah upaya menuju “Ekonomi Pasar” dalam waktu 500 hari (satu setengah tahun) dengan cara memindahkan perusahaan perdagangan dan industri (milik negara) kepada kepemilikan pribadi (swasta) yang diikuti dengan perubahan kebijakan keuangan, pengenalan harga bebas yang ditentukan oleh pasar. Langkah-langkah tersebut bukannya memperbaiki keadaan, tetapi justru menambah beban hidup dan kecemasan di masyarakat. (http://runtuhnya uni soviet.html)
Pada tahun 1985, Gorbachev yang merupakan pemimpin terakhir Uni Soviet, melakukan perbaikan ekonomi Uni Soviet, Gorbachev meminta tak kurang dari reorganisasi fundamental sistem Soviet, partai tetap bekerja tetapi lebih tanggap kepada rencana-rencana dan harapan-harapan warga negara Soviet. Bahkan melebihi para pendahulunya, dia menganjurkan “demokratisasi masyarakat”, dengan harapan untuk merangsang partisipasi warga negara biasa, khususnya ditempat kerja mereka dan di administrasi lokalnya. Dia menyerukan berbgai kandidat untuk pos-pos yang terpilih, suatu pengalaman baru bagi para pemberi suara Soviet. Untuk melonggarkan kekakuan administratif, dia juga memberikan kebebasan yang lebih besar kepada para usahawan lokal dibidang pertanian, industri, dan jasa konsumen, meminta agar persediaan dan permintaan dikoordinasikan, seperti dalam pasar bebas. (Perry, 2014:437)
Gorbachev mendorong kebijakan baru mengenai keterbukaan (glasnost) dalam menndiskusikan urusan-urusan publik. Membiarkan semua masalah masyarakat Soviet, yang hingga pada saat itu dirahasiakan, didiskusikan secara terbuka, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, pengabaian legalitas, dan pencekikan kritik. Sewaktu kontak dengan dunia luar bertambah, cita-cita, kebudayaan, dan penghargaan Barat kepada hak-hak asasi manusia memasuki pikiran Soviet yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perubahan-perubahan ekonomiyang berjangkauan luas dirancang untuk melonggarkan kekangan perencanaan pusat dan untuk mendorong ekonomipasar yang disertai dengan pembaruan politik. (Perry, 2014:437)
Perubahan-perubahan ekonomi yang berjangkauan luas dirancang untuk melonggarkan kekangan perencanaan pusat dan untuk mendorong ekonomi pasar yang disertai dengan pembaruan politik. Transformasi dan kelahiran kembali spiritual yang diharapkan Gorbachev tidak terjadi. Uni Soviet mengalami kemacetan pemerintahan yang efektif, keruntuhan ekonomi, korupsi, dan kejahatan yang berlingkar-lingkar.
Keruntuhan Uni Soviet
                        Gorbachev mendorong kebijakan baru mengenai keterbukaan (glasnost) dalam mendiskusikan urusan-urusan publik. Membiarkan semua masalah masyarakat Soviet dirahasiakan, di diskusi secara terbuka: korupsi, penyalanggunaan kekuasaan, pengabaian legalitas dan pencekikan kritik. Pada saat perang dingin berakhir Gorbachev berusaha meredakan ketegangan internasioanl. Gorbachev menarik tentara Soviet dari Afganistan pada akhir 1988, mengakui bahwa invasi 1979 adalah suatu kekeliruan. Ia membebaskan Eropa Timur dari dominasi Soviet, mengizinkan pembubaran Pakta Warsawa, aliansi militer Soviet di wilayah itu, dan memberikan persetujuan kepada penyatuan kembali Jerman. Dia meninggalkan klaim Leninis atas superioritas komunisme Soviet, menghentikan dukungan rezim-rezim Marxis di Dunia Ketiga.(perry, marvin. 2013: 438).
Pada tahun 1990, Gorbachev mengakui negerinya. Akan tetapi, pemerintahan di negerinya mengalami kemerosotan hingga menimbulkan perdebatan antara kedua belah pihak. Dalam perdebatan antara Moscow dan leningrad dengan Boris Yeltsin, untuk memulihkan perdebatan yang menimbulkan perlawanan akhirnya mengandalkan tentara dan pasukan keamanan . Pada agustus 1991, Gorbachev dipenjara,dipecat sebagai presiden Uni Soviet dan ia bersiap membentuk pemerintahan yang kediktatoran komunis baru. Dengan adanya keruntuhan partai komunis, maka pada akhir bulan Desember Gorbachev berakhir menjadi pemimpin Uni Soviet. (perry, marvin. 2013: 441-442).
Pada akhirnya, pemerintahan berhaluan komunis di Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria, Jerman Timur, Polandia, dan Rumania yang berkuasa sejak akhir Perang Patriotik Raya runtuh. Pada tanggal 7 Februari1990, Komite Pusat Partai Komunis setuju untuk melepaskan monopoli atas kekuasaannya. Republik-republik anggota Uni Soviet mulai menegaskan kedaulatan nasional mereka terhadap Moskwa dan mulai melancarkan "perang undang-undang" dengan pemerintah pusat. (Wikipedia, 2013)
Dalam hal ini, pemerintahan republik-republik anggota Uni Soviet, terutama Trio Baltik, yaitu Estonia, Lituania, dan Latvia, membatalkan semua undang-undang federal jika undang-undang itu bertentangan dengan undang-undang setempat, menegaskan kendali mereka terhadap perekonomian setempat, dan menolak membayar pajak kepada pemerintah pusat di Moskwa. (Wikipedia, 2013)
 Negara-negara satelit di Eropa Timur seperti Polandia, Cekoslovasia, Rumania, dan Bulgaria melepaskan diri dari pengawasan Uni Soviet. (Susilo,2009:102). Pada abad ke-19 negara Azerbaijan, Armenia, Polandia, Lithuania, Latvia, Estonia, Finlandia, Georgia dan kekaisaran Persia diambil oleh tsar dan negara tersebut menjadi negara merdeka sedangkan di Armenia, Georgia, Azerbaijan dan daerah-daerah di Asia kaum komunis menang dengan bantuan militer Bolshevik. Polandia dibagi antara Rusia, dan Austria-Hungaria (Habsburg). (Susilo, 2009:107).
Secara resmi, pada tanggal  25 Desember 1991, Uni Soviet resmi runtuh dan menyisakan kepingan-kepingan negara-negara bagian kecil Uni  Soviet, setelah presiden Mikhail Gorbachev mengundurkan diri menjadi presiden Uni Soviet. (http://runtuhnya uni soviet.html)
Daftar Rujukan
Perry,Malvin. 2013. Peradabat Barat dari Revolusi Perancis Hingga Zaman Global. Kreasi             Wacana:Bantul
Effendi,Sulaiman. 2014. Tokoh-tokoh Dunia Yang Mempengaruhi Bung Karno.       Palapa:Yogyakarta
Susilo Adi Taufik. 2009. Mengenal Benua Eropa. Garasi:Yogyakarta
Djaja,Wahyudi. 2010. Sejarah Eropa Dari Eropa kuno Hingga Eropa Modern.        Ombak:Yogyakarta
Schmand,Henry. 2005. Filsafat Politik Dari Yunani Kuno Sampai Zaman Modern. Pusataka             Pelajar:Yogyakarta.
Wahyu. 2013. Runtuhnya Uni  Soviet. (Online),         (http://ibnunasrul.blogspot.com/2013/02/runtuhnya-uni-soviet_18.html), diakses 26    Februari 2015
Allen, Hendry, dkk. 2013. Sejarah Uni Soviet (1982-1991). (Online),          (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah Uni Soviet %281982%E2%80%931991%29),      diakses 26 Februari 2015





                                                                                                                  

                                                                                                                   













Masyarakat Ekonomi ke Uni Eropa



                

           
DARI MASYARAKAT EKONOMI EROPA KE UNI EROPA
Oleh:
1. Andri Nur Malida    (140731602813)
2. Hardi Seto Kusumo (140731603578)
3. St Nurmala               (140731602378)
Mahasiswa Jurusan Sejarah, Program Studi Pendidikan Sejarah
Universitas Negeri Malang

ABSTRAK       : Uni Eropa adalah organisasi yang menaungi 28 negara-negara Eropa. Pada awalnya Uni Eropa adalah kumpulan dari beberapa negara yang memiliki tujuan untuk memajukan bidang ekonomi karena pada saat itu banyak negera-negara eropa yang mengalami ketidakstabilan ekonomi setelah perang dunia II. Hingga pada tahun 1952 dilaksanakan The Treaty of Paris yang menjadi tonggak awal terbentuknya Uni Eropa, dan berlanjut membuat traktat-traktat lainnya.

Kata Kunci      : uni eropa, traktat, negara.

PENDAHULUAN
                Terbentuknya Uni Eropa memiliki sejarah yang dimulai dari adanya kerjasama antar Negara-negara di Eropa. Hal yang melatar belakangi keinginan untuk bekerjasama dalam bidang ekonomi adalah karena keterpurukan eknomi yang dialami oleh Negara-negara Eropa setelah Perang Dunia II. Kerjasama dilakukan untuk merekontruksi kondisi pereknomian di Negara-negara Eropa agar dapat pulih kembali.
            Pemulihan dalam bidang ekonomi dimulai dari adanya rancangan yang disebut “Marshall Plan”, Rancangan tersebut merupakan bentuk bantuan yang diberikan oleh Negara Amerika Serikat agar kondisi perekenomian di Eropa dapat pulih kembali. Bantuan diberikan untuk Negara-negara Eropa yang mengalami kesulitan modal. Marshall plan merupakan awal dari integrasi Negara-negara Eropa yang merupakan awal terbentuknya Masyarakat Eknomi Eropa.
            Masyarakat Eknomi Eropa pada mulanya dibentuk untuk melanjutkan kerjasama antar Negara-negara Eropa dalam bidang ekonomi. Kerjasama dimulai dari bergabungnya enam Negara, yang merupakan Negara-negara yang kini menjadi Negara Uni Eropa. Kesepakatan dibuat untuk membuat kebijakan yang mengatur hubungan antar Negara, khususnya dalam bidang ekonomi. Hingga semakin bertambah Negara-negara yang bergabung dan kini menjadi Uni Eropa.


PEMBAHASAN

Uni Eropa adalah kumpulan dari negara-negara di eropa yang terdiri dari 28 negara. Pada awalnya ketika dibentuk tahun 1951, untuk bekerja sama secara ekonomi hanya terdapat enam nagara yang bergabung yaitu Belgium, Prancis, Jerman, Itali, Luxembourg dan Belanda, namun seiring berjalannya waktu jumlah negara-negara uni eropa semakin bertambah. Berikut adalah daftar negara-negara Uni Eropa hingga tahun 2013 beserta tahun bergabungnya: Austria (1995), Belgium (1952), Bulgaria (2007), Cyprus (2004), Czech Republic (2004), Denmark (1973), Estonia (2004), Finland (1995), France (1952), Germany (1952), Greece (1981), Hungary (2004), Ireland (1973), Italy (1952), Latvia (2004), Lithuania (2004), Luxembourg (1952), Malta (2004), Netherlands (1952), Poland (2004), Portugal (1986), Romania (2007), Slovakia (2004), Slovenia (2004), Spain (1986) Sweden (1995), United Kingdom (1973), dan Croatia (2013). Hingga saat ini terdapat calon-calon negara yang akan bergabung dengan Uni Eropa, yaitu Albania, Iceland, Montenegro, Serbia, The former Yugoslav Republic of Macedonia, dan Turkey  (europa.eu).

Dalam bidang pemerintahan uni eropa bekerja melalui sistem supranasional dan antar pemerintahan. Keputusan-keputusan ditetapkan melalui perundingan antar negara anggota dan supranasional, yaitu keputusan dibuat tanpa perlu persetujuan negara lain. Lembaga penting di Uni Eropa adalah komisi eropa, Dewan Uni Eropa, Dewan Eropa, Mahkamah Eropa, dan Bank Sentral Eropa serta Parlemen Eropa (Djaja, 2012: 222).

Sejarah terbentuknya Uni Eropa dimulai dari hubungan ekonomi bangsa-bangsa Eropa, yang telah dimulai semenjak dibuat kebijakan Marshall Plan oleh Amerika Serikat. Setelah perang dunia kondisi ekonomi masyarakat eropa semakin memburuk. Upaya rekontruksi dilakukan agar perekonomian negara-negara Eropa dapat stabil. Marshall plan adalah program pemulihan perekonomian Eropa dengan bantuanberupa peminjaman modal dari negara Amerika Serikat. “June 5, 1947 Secertary of State George C. Marshall made a bold new proposal, invinting the nation of Europe to get together, draft a program for the recontruction for their economics and then invite the friendly aid of United States” (Kent, 1964: 610). Jadi sebelum komunitas masyarakat ekonomi Eropa terbentuk, telah ada hubungan antar negara-negara Eropa dalam bidang ekonomi hingga berlanjut menuju masyarakat ekonomi Eropa.

Masyarakat ekonomi Eropa dibentuk karena beberapa hal, Namun, yang paling mendasari pembentukan Uni Eropa itu sendiri karena Perang Dunia II atau Perang Eropa telah membawa dampak yang sangat mengerikan di segala aspek. Tidak terkecuali ekonomi. Saat itu, Eropa mengalami depresi ekonomi yang sangat menyedihkan. Selain kalah perang, negara-negara di Eropa juga harus membayar biaya perang yang dikeluarkan negara-negara pemenang perang. Sehingga, hampir semua birokrasi pemerintahan dan infrastrukturnya tidak dijalankan dengan benar. Akibatnya, terjadi keterpurukan ekonomi  makro dan mikro. Kelaparan dan kekurangan lapangan kerja menyebabkan angka kriminalitas semakin meninggi. Kekacauan di Eropa pasca perang mengundang perhatian lebih dari masing-masing pemimpin negara yang kemudian bersepakat untuk secara perlahan memperbaiki keadaan ekonomi Eropa yang nantinya akan sedikit demi sedikit membangkitkan Eropa secara keseluruhan. Eropa tidak akan dengan sekejap bisa membangun kebersamaan: Eropa akan terbentuk melalui perwujudan nyata. Perhimpunan bangsa-bangsa Eropa memerlukan agar pertentangan antara  bangsa Prancis-Jerman  disingkirkan dahulu (jean Carpenter, 2011:380). Oleh karena itu dibentuklah bersama persatuan ekonomi bangsa-bangsa eropa. Berikut adalah traktat-traktat yang telah dilakukan oleh Uni Eropa.

a. The Treaty of Paris ( European Coal and Steel Community/ECSC)
Pada 1951, dibentuk Komunitas Batu Bara dan Baja Eropa (ECSC) untuk penghapusan berbagai hambatan perdagangan dan membentuk pasar bersama dimana produk, pekerja, dan modal dari sektor  batu bara dan baja dari negara-negara anggoanya dapat bergerak tanpa adanya hambatan. Komunitas ini juga bermaksud untuk menaruh kompleks industri Ruhr, jantung kekuatan industri Jerman, dibawah kendli internasional, dengan cara itu mendorong kerjasama dan kerukunan, dan juga kekuatan ekonomi(Perry,2013:416). Adapun Komunitas ini dibentuk untuk  meredam pertikaian antara Jerman-Prancis. Komunitas ini dibentuk oleh enam negara anggota yaitu Prancis, Jerman Barat, Belanda, Belgia, Luksenburg, dan Italia yang melakukan penandatanganan traktat pada tanggal 18 April 1951 di Paris dan diberlakukan mulai tanggal 25 Juli 1952. Dibentuknya Komunitas Batu Bara dan Baja Eropa adalah dasar dari terbentuknya Uni Eropa.

b. The Treaty of Rome (Euratom dan EEC) 1957
Pada tanggal 25 Maret 1957 di Romaditandatangani European Atomic Energy Community (EAEC), namun lebih dikenal dengan Euratom dan European Economic Community (EEC). Menurut Ralona didalam bukunya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE/EEC) adalah kelompok dagang enam negara yaitu Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Luxemburg, dan Belanda yang tujuannya menggabungkan negara  menjadi satu unit ekonomi tanpa bea,kuota, dan dengan satu tarif tunggal terhadap negara bukan anggota (2006:187).Traktat EEC adalah traktat yang brisikan kerangka kerja. Traktat ini memiliki tujuan utama, yaitu penciptaan suatu pasar bersama melalui kesatuan kepabeanan dengan penghapusan bea masuk (Custom Unions), kuota impor, dan berbagai hambatan perdagangan didalam negara anggota, serta pemberian biaya kepabeanan kepada negara selain Uni Eropa. Dibuat pula kebijakan The four freedom movement yaitu pembebasan barang, jasa, pekerja, dan perlintasan modal diantara negera UE.

Ketiga komunitas tersebut masing-masing memiliki organ ekskutif berbeda-beda. Namun sejak 1 Juli 1967 dibentuk satu dewan dan satu komisi untuk memudahkan manajemen kebijakan bersama, diamana Komisi Eropa mewarisi wewenang ECSCHigh Authority, EEC Commision dan Euratom Commission yang sejak itu ketiganya dikenal sebagai European Community (EC). Selain itu dibentuk Dewan Menteri UE yang menggantikan Special Council Presidency, melembagakan Rotating Council Presidency, serta membentuk bedan audit Masyarakat Eropa, menggantikan Badan-badan Audit ECSC, Euratom dan EEC (Djaja, 2010: 225).
c. Schengen Agreement, 1985
Pada 14 Juni 1985, Belgia, Jerman, Luksemburg dan Prancis mendatangani perjanjian Schengen, merupakan perjanjian yang dibuat oleh sejumlah negara Eropa untuk menghapuskan pengawasan perbatasan di antara mereka. Dikesepakatan ini terdapataturan kebijakan bersama untuk izin masuk jangka pendek (termasuk di dalamnya Visa Schengen), penyelarasan kontrol perbatasan eksternal, dan kerjasama polisi lintas batas. Namanya diambil dari tempat penandatanganan perjanjian ini, suatu desa di Luksemburg. Kesepakatan ini dilakukan secara bertahap untuk menghapuskan pemeriksaan perbatasan dan menjamin pergerakan bebas untuk negara UE maupun negara lain. Perjanjian ini diperluas, hingga bergabung beberapa negara diantaranya, Italia, Portugal, Spanyol, Yunani, Austria, Denmark, Finlandia, Norwegia dan Swedia (Djaja, 2010: 226).

d. Single European Act, Brussels, 1987
Perancangan pembentukan Pasar Tunggal Eropa ditandangani pada Februari 1986, dan mulai berlaku mulai 1 Juli 1987 yang mencanangkan pembentukan sebuah Pasar Tunggal Eropa.Tujuan utamanya adalah pencapaian pasar internal yang dtargetkan dicapai sebelum 31 Desember 1992. Hasil utamanya adalah Melembagakan pertemuan reguler antara Kepala Negara dan/atau Pemerintahan negara anggota Masyarakat Eropa, yang bertemu paling tidak setahun dua kali, dengan dihadiri oleh Presiden Komisi Eropa.European Political Cooperation secara resmi diterima sebagai forum koordinasi dan konsultasi antar pemerintah.Seluruh persetujuan asosiasi dan kerjasama serta perluasan Masyarakat Eropa harus mendapat persetujuan Parlemen Eropa (Djaja, 2010: 226).

e. The Treaty of Maastricht (Treaty on European Union), 1992
Traktat ini ditandangani di Maastricht pada 7 Februari 1992 dan mulai berlaku 1 November 1993, mengubah European Communties (EC) menjadi European Union (EU), dibentuk tiga pilar kerja sama EU, yaitu European Communities, Common Foreign and Security Policy (CFSP) dan Justice and Home Affairs (JHA). Parlemen dan Dewan EU memiliki wewenang untuk mengatur bidang-bidang, diantaranya pergerakan bebas pekerja, psar tunggal, pendidikan, penelitian, lingkungan, trans-european Network, kesehatan, budaya, dan perlindungan konsumen. Selain itu diputuskan perpanjangan masa jabatan komisoner dan pengengkatannya harus dengan persetujuan palemen, menambah area kebijakan dengan mekanisme “qualified majority” dan mengenalkan prinsip subsidiarity, yaitu EU hanya menangani masalah yang memang lebih tepat dibahas di EU (Djaja, 2010: 227).

f. The Treaty of Amsterdam, 1997
Pada tanggal 17 Juni 1997 di Amsterdam, European Council merevisi TEU dan menghasilkan traktat baru. Traktat ini memiliki kesepakatan diantaranya adalah memprioritaskan hak-hak warga negara, penyediaan lapangan kerja, menyuarakan Uni Eropa dalam dunia, kemungkinan adanya enhanced coorperation, dan memasukan perjanjian Schengen dalam TEU, serta kebijakan bersama untuk suaka, visa dan imigrasi (kecuali Inggris dan Irlandia) (Djaja, 2010: 228). Selain itu, traktat ini juga membahas tentang perluasan perlindungan terhadap prinsip anti-diskriminasi (Pranoto, 2012:608)

g. The Treaty of Nice, 2000
Pada tanggal 7—9 Desember ditetapkan traktat baru, menghasilkan kesepakatan mengenai perubahan bagi empat masalah konstitusional. Hasil kesepakatan tersebut adalah perluasan anggota Uni Eropa, pembatasan anggota parlemen, mengganti mekanisme pengambilan keputusan, dan pembatasan jumlah komisoner. (Djaja, 2010: 229)

PENUTUP
Simpulan
Terbentuknya Uni Eropa dimulai dari kerjasama dalam bidang ekonomi antar negara-negara Eropa yang mengalami keterpurukan ekonomi setelah Perang Dunia II. Dimulai dari rancangan “Marshall Plan” yakni, bantuan dari Amerika Serikat dalm bentuk modal untuk negara-negara Eropa. Sejak saat itu hubungan ekonomi Eropa berlanjut hingga terbentuk komunitas Masyarakat Ekonomi Eropa yang pada awalnya diikuti oleh enam negara. Traktat pertama adalah komunitas Batu Bara dan Baja pada tahun 19951, The Treaty of Rome 1957, Schengen Agreement 1985, Single European Act, Brussels 1987, The Treaty of Maastricht 1992, The Treaty of Amsterdam 1997 dan The Treaty of Nice, 2000.

Saran
Bagi pembaca diharapkan dapat mengambil segi positif dari kerjasama ekonomi yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa, yakni dapat membentuk kerjasama dalam segala bidang agar dapat terbentuk integritas yang dapat menguntungkan semua pihak.


DAFTAR RUJUKAN
_______. Tanpa tahun. EU member countries. (online), (http://europa.eu/about-eu/countries/member-countries/index_en.htm), diakses 22 Februari 2015.
Djaja,Wahjudi.2012.Sejarah Eropa Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern. Yogyakarta:Penerbit Ombak.
Iskandar, Pranoto. 2012. Hukum Hak Asasi Manusia Internasional: Sebuah Pengantar Kontekstual. Cianjur:IMR Press.
Jean Carpenter & Fancois Lebrun. 2011. Sejarah Prancis dari Zaman Prasejarah Hingga akhir Abad ke-20. Jakarta: Forum Jakarta-Paris.
Perry, Marvin.2014.Peradaban Barat Dari Revolusi Perancis Hingga ZamanGlobal. Bantul:Kreasi Wacana.
R, Kent. 1964. The United States An Interpretive History. New York: Harper & Row Publisher Inc.
Ralona. 2006. Kamus Istilah Ekonomi Populer.Jakarta: Gorga media.