MASA
KEBANGKITAN EROPA DARI KEGELAPAN - RENAISANS AGE
Oleh:
1.
Melda Amelia Rohana (140731604240)
2.
Rachman Ardiansyah (140731601955)
3.
Rofiqatun Hasanah (140731601504)
4.
Yovi Rijal Khosiin (140731605488)
Mahasiswa
Jurusan Sejarah, Program Studi Pendidikan Sejarah
Universitas
Negeri Malang
Abstrak: Pada abad
pertengahan, Eropa mengalami masa-masa gelap, di mana gereja sangat mendominasi
segala aspek kehidupan masyarakat Eropa. Pada masa Dark Age ini, ilmu pengetahuan layaknya di “penjarakan”, susah
sekali berkembang karena adanya otoritas dari pihak gereja. Di abad ke-14
sampai abad ke-17, munculah sebuah gerakan perubahan
yang membuka jalan berkembangnya ilmu pengetahuan dan menjadi sebuah revolusi
kebudayaan. Zaman ini disebut sebagai zaman Renaisans
atau zaman bangkitnya Eropa dari masa gelap dari segala aspek kehidupan.
Kata Kunci:
Abad pertengahan, Dark Age, gereja,
ilmu pengetahuan, Renaisans.
Dewasa
ini, aspek dari semua kehidupan merupakan implikasi dari hasil budaya pemikiran
barat. Secara histori negara barat terbagi dalam empat periodisasi sejarah.
Pertama negara barat dikenal dengan peradaban tuanya yaitu Yunani Kuno dan
Romawi Kuno, kedua adalah abad pertengahan, ketiga adalah zaman abad modern,
dan keempat adalah abad kontemporer. Setiap periode atau zaman ada
peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di dalamnya.
Salah
satu contoh di abad pertengahan terjadi peristiwa yang kita kenal dengan
Renaisans. Renaisans terjadi sekitar abad ke-16 dimana peristiwa ini
dilatarbelakangi oleh penguasaan di Barat pada waktu itu yang lebih berpegang
teguh pada dogma-dogma agama, tetapi mereka disisi lain mengabaikan dogma-dogma
agama tersebut dan memenjarakn ilmu pengetahuan untuk berkembang.
Hasil
dan Pembahasan
Latar Belakang
Munculnya Renaisans
Renaisans lahir karena pada abad pertengahan (abad
ke-15—16) kala itu di Eropa khususnya di Italia mengalami perubahan yang sangat
drastis. Runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat dan ilmu-ilmu pengetahuan saat itu
dinilai tidak baik dan menyalahi aturan agama yang berkembang, yaitu agama
Kristen. Hal ini disebabkan oleh Kekaisaran Romawi barat yang menghadapi banyak
serangan pa abad ke-5
dan ke-6 yang menyebabkan Kekaisaran
tersebut runtuh
pada 476 M setelah Romulus Augustus
dipaksa untuk menyerah kepada pemimpin Jermanik,
Odoaker,
yang menandai dimulainya Zaman Kegelapan
di Eropa Barat.
Oleh karena itu yang pada awalnya bangsa Eropa merupakan
negara yang menghasilkan ilmuan ilmuan besar akhirnya harus mengakui kenyataan
bahwa ilmuan pada saat itu sudah tidak dianggap lagi dan juga harus menerima
bahwa Kekaisaran yang selama ini dianggap besar runtuh juga. Hal ini diperjelas
oleh pendapat seorang tokoh yang menyebutkan latar belakang Renaisans adalah
sebagai berikut.
“Kelahiran zaman Renaisans juga dikondisikan oleh
pertikaian serius antara agama Kristen dengan ilmu pengetahuan. Pertikaian atau
konflik itu tak terujukkan. Kaum cendikiawan dan pelopor ilmu pengetahuan
modern melawan dogma-dogma geraja. Mereka berdasarkan hasil penelitian empiris
dan metode induktif, berhasil mengungkapkan teori-teori paradigmatik yang
secara fundamental bertentangan dengan pandangan kitab suci dan doktri
gereja....” (Suhelmi, 2001:112).
Selain
itu, latar belakang munculnya Renaisans juga ditulis oleh seorang tokoh yang
isinya adalah sebagai berikut.
“Renaisans dipicu
kekalahan tentara Salib dalam perang suci. Kekalahan tersebut membuat para
pemikir dan seniman menyingkir dari Romawi Timur ke Romawi Barat. Mereka
menyadari telah dimulainya masa mesiu meledak dan untuk menguasai teknologi
tersebut mereka harus melepaskan diri dari pengaruh mistisme zaman Pertengahan.
Masa kembali pada sains zaman klasik yang sebelumnya dilarang karena melanggar
misi ketuhanan (Djaja, 2012:69).
Untuk pencetus dari
Renaisans sendiri bukanlah sejarawan Prancis yaitu Jules Michelet sebagaimana
yang seudah disebut, tapi Jules Michelet (1798—1874) adalah orang pertama yang
menulis buku tentang Renaisans pada tahun 1855. (Alison Brown,1999:20)
Definisi
Renaisans
Menurut Huijbers (1982:50) menyatakan “Salah satu hasil
dari penilaian kembali kebudayaan kuno ialah bahwa dalam zaman Renaisans manusia lebih-lebih dihargai
sebagai pribadi individual, entah dalam bidang kesenian dalam bidang hidup
lain. Karena titik berat diletakkan atas pribadi manusia, zaman ini disebut
juga zaman Humanisme.”
Menurut Alison Brown dalam Vasari (1999:5) menyatakan
“Renaisans sebagai suatu proses kemajauan dan kemunduran yang tak terelakkan.”
Menurut Alison Brown dalam Burckardt (1999:6) menyatakan
“Renaisans sebagai suatu periode historis yang meliputi semua aspek kehidupan
orang Italia pada masa itu-politik dan sosial juga budaya.”
Menurut Alison Brown (1999:12) menyatakan “Renaisans
adalah suatu gerakan yang menggambarkan ‘kapsul’ nilai-nilai dan minat-minat
yang dipandang progresif oleh para pendukungnya, karena didasarkan pada nalar
dan terang sebagai ganti takhayul dan kegelapan.”
Jadi dapat disimpulkan dari penjelasan menurut para ahli
diatas bawa Renaisans merupakan suatu gerakan perubahan diberbagai aspek
kehidupan pada masyarakat Eropa khususnya Italia pada abad pertengahan yang
tidak dapat dihindari keberadaannya karena merubah nilai-nilai yang bersifat
progrefis atau berkembang serta sebagai awal pencerahan pada masa kegelapan
yang menimpa Eropa.
Karakteristik
Renaisans
Menurut Alison Brown (1999:16) menyatakan “konsep Renaisans mensyaratkan
suatu skema historis, karena jika ada kelahiran kembali, maka harus ada
kelahiran yang disusul oleh kematian. Renaisans juga bersifat sebagai berikut.
a.
Anakronistik
Sebuah faham yang dimana
didasari oleh ketidakcocokan terhadap suatu zaman, sistem pemerintah, dan unsur
latar yang tidak sesuai dengan waktu.
b.
Humanisme
Menurut Soedarsono (1994:58) menyatakan “Di masa Renaisans muncullah gerakan Humanisme,
yang lebih mementingkan kehidupan manusia di dunia ini secara nyata, daripada
dogma tentang kehidupan kelak di alam baka. Gerakan Humanisme terutama
dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani dan Romawi kuno yang didasarkan atas
kekuasaan para dewa.
c.
Individualisme
Menurut Friedmann (1990:46)
menyatakan “Evolusi individu
sebagai ukuran akhir segala sesuatu, dan pertimbangan-pertimbangan pemerintah
dan kekuasaan, tidak sebagai hak pemberian Tuhan atau
tujuan dalam dirinya sendiri, tetapi sebagai alat untuk mencapai
perkembangan individu, dapat digambarkan sebagai dasar politik dan tujuan hukum
darimasyarakat Barat modern.”
Jadi faham
Individulisme titak selalu berarti hal yang negatif, tetapi juga dapat berupa
yang positif. Jadi faham individualisme juga dapat diartikan sebagai sikap optimisme yang utama dalam diri individu.
d.
Lepas
dari Agama
Hal ini dimaksudkan pada waktu
itu Eropa sangat dikuasai oleh agama, ketika munculnya Renaisans maka penduduk
Eropa yang mendukung Renaisans melepaskan diri dari agama, tidak mau diatur
oleh agama.
e.
Empirisme
Suatu faham yang berkembang
pada masa Renaisans yang mengkaji tentang sebuah pengetahuan
hanya bisa diperoleh dengan alam yang mengalami objek empiris atau berdasarkan pengalaman (hasil dari penelitian,
penemuan, percobaan yang telah dilakukan).
f.
Rasionalisme
Rasionalisme merupakan suatu faham yang hanya mengandalkan pikiran saja. Suatu
pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir dan bersifat tidak empiris.
Pengaruh
Renaisans
Begitu
banyak pengaruh yang ditimbulkan oleh Renaisans pada waktu itu, karena
Renaisans sendiri merupakan proses kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Aspek yang berubah karena adanya Renaisans adalah sebagai berikut.
1. Pengaruh
Positif
a.
Menurut Soedarsono (1994:58) menyatakan “Gerakan
Humanisme tidak bisa disangkal amat mempengaruhi kehidupan seni di masa Renaisans. Para seniman pematung dan
pelukis menghidupkan kembali tema dari zaman antik tentang keindahan tubuh
manusia, suatu yang dianggap tabu dan memalukan di masa Abad Pertengahan.”
b.
Menurut Paul
Strathern (1997:14) menyatakan “Keseluruhan
cara pandang kita atas
dunia mengalami transformasi. Eksistensi tak lagi dianggap sebagai suatu ujian
yang dimaksudkan untuk mempersiapkan ke dunia berikutnya, namun menjadi sebuah
arena yang menjadi tempat bagi semua orang untuk memperlihatkan keterampilannya
masing-masing.”
c.
Adanya Perubahan dalam Bidang Agama dan Ilmu Pengetahuan
Pembagian dalam ilmu pengetahuan seperti ilmu lain mulai lepas dari ilmu
agama dan falsafahnya, misalnya ilmu sosial: ilmu bumi, ilmu sejarah dan ilmu
eksak atau pasti seperti ilmu alam.
d.
Zaman ini membongkar hasil
peradaban Yunani-Romawi.
e.
Renaisans telah membentuk
masyarakat perdagangan yang maju. Keadaan ini telah melemahkan kedudukan dan
kekuasaan golongan gereja yang selalu berusaha menyekat perkembangan ilmu dan
masyarakat di Eropa.
f.
Tumbuhnya kebebasan, kemerdekaan,
dan kemandirian individu.
g.
Renaisans telah melahirkan
tokoh-tokoh perubahan di Eropa. Antara lain tokoh perubahan terkenal itu adalah
William Harvey, Leonardo da Vinci, Lucas Cranach, Christopher Columbus, Nicolaus Copernicus, Galileo Galilei, Johannes Kepler dan lain sebagainya.
h.
Renaisans juga melahirkan
masyarakat yang lebih progresif dan wujud semangat mandiri sehingga membawa
kepada aktivitis penjelajahan dan kemajuan
i.
Mendorong pencarian daerah baru
sehingga berkobarlah era penjelajahan samudera.
j.
Menurut Djaja (2012:72) menyatakan “Dengan semakin
kuatnya Renaisans sekulerisasi berjalan semakin kuat. Hal ini menyebabkan agama
semakin diremehkan bahkan kadang digunakan untuk kepentingan sekulerisasi itu
sendiri.”
2. Pengaruh Negatif
Pada masa Renaisans, banyak hal yang berubah bahkan tidak peduli terhadap
negaranya sendiri, hingga pada waktu itu Eropa mendapat ancaman dari
orang-orang Arab. Orang Arab sendiri melihat peluang untuk mengusai Eropa
ketika berlangsungnya masa Renaisans.
Menurut Alison Brown (1999:212) menyatakan
“Citra-diri yang berdampak terhadap pandangan yang berat sebelah dan terlalu
berbias atas dirinya dan memproyeksikan pada orang lain aspek-aspek yang
setidaknya mirip dengan mereka.”
Daftar
Rujukan
Brown, Alison. 1999. Sejarah
Renaisans Eropa. Terjemahan Saud Pasaribu.
2009. Bantul: Kreasi Wacana.
Djaja,
Wahjudi. 2012. Sejarah Eropa: Dari Zaman
Kuni Hingga Eropa Modern.
Yogyakarta:
Ombak
Friedmann, W. 1990. Teori dan
Filsafat Hukum: Hukum dan Masalah-masalah
Kontemporer (Susunan III). Terjemahkan
Mohamad Arifin. 1990. Jakarta:
Rajawali Pers.
Huijbers,
Theo. 1982. Filsafat Hukum dalam Lintasan
Sejarah. Yogyakarta:
Kanisius.
Soedarsono,
R. M. 1992. Pengantar Apresiasi Seni.
Jakarta: Balai Pustaka.
Suhelmi,
Ahmad. 2001. Pemikiran Politik Barat.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Strathern,
Paul. 1997. Machiavelli in 90 Minutes. Terjemahan
Frans
Kowa. 2001.
Jakarta: Erlangga.
ayo kawan,, waktunya berdiskusi :)
BalasHapusKok masih sepi?
BalasHapusentahlah pak,, mungkin yang lain masih sibuk :D
BalasHapusYuhuu, mana ini suaranya?
BalasHapusPetunjuk komentar: Pada saat mengajukan atau menjawab pertanyaan, mohon mencantumkan nama lengkap kalian di awal kolom comments, apabila nama akun tidak sama persis dengan nama lengkap. Thanks
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuspada artikel di sebutkan bahwa renaisans adalah pertentangan antara kristen dan ilmu pengetahuan. kenapa keduanya bertentangan? apakah ajaran kristen tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan?
BalasHapusmengapa di Italia pada abad pertengahan mengalami perubahan terhadap nilai-nilai yang bersifat progrefis dan apa penyebabnya sampai perubahan tersebut tidak dapat dihindari ?
BalasHapuskarena mereka sadar bahwa mereka butuh kebebasan dalam berpikir. Mereka sudah jenuh dengan dominasi gereja. Progresif disini berarti bersifat maju, bila dilihat, masa renaisans itu mengalami perubahan yang bersifat maju dalam beberapa nilai dan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai tersebut contohnya nilai yang mengutamakan manusia sebagai pusat kehidupan. kemampuan berpikir,menghasilkan sesuatu yang indah, lebih memaknai hidup. Mengapa itu tidak bisa dihindari, karena bila ilmu pengetahuan berkembang, maka nilai-nilai tersebut akan berjalan beriringan.
HapusThis is my opinion, :D
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussalah satu pengaruh positif renaisans adalah Tumbuhnya kebebasan, kemerdekaan, dan kemandirian individu. apakah pengaruh positif tersebut merupakan faktor terbentuknya atau latar belakang paham liberal?
BalasHapusyas....... correct :D
Hapuspada abad ke-5 dan ke-6 kekaisaran Romawi Barat banyak mendapat serangan, yang menyebabkan Kekaisaran itu runtuh pada tahun 476 M. serangan apa saja dan serangan apa yang paling besar yang pernah dihadapi oleh kekaisaran Romawi Barat sehingga mengakibatkan Kekaisaran itu runtuh?
BalasHapusMagfirotus, artikel kelompok 1 membahas tentang masa renaisans yang muncul pada abad ke 14 dan masuk dalam periode abad pertengahan, buka membahas tentang runtuhnya kekaisaran romawi pada abad ke 5.
HapusMeski beda pembahasan...
HapusTapi ada satu sih yang saya tahu
Penyerangan dari bangsa Huns yang dipimpin Attilla dari Huns
Melda amelia: meski beda pembahasan tetapi kelompok anda membahas latar belakang terbentuknya renaisans itu di awali dengan runtuhnya kekaisaran romawi pada abad ke 5. makanya saya tanya begitu, hehe.. :D
HapusSebenarnya apa tujuan dan maksud dari orang orang kristen pada jaman tersebut melarang ilmu pngetahuan berkembang ?
BalasHapusgereja berusaha mempertahankan dominasinya di peradaban barat. jawabannya sama seperti jawaban saya pada hasmal....
HapusM. Dian Mutahar : Mengapa harus kaum agama yang memiliki pengaruh atau otoritas yang kuat, lalu bagaimana dengan pihak militer atau keamanan pada kala itu?
BalasHapussemua aspek kehidupan dikuasai gereja, termasuk militer, contohnya perang salib, gereja mempunyai pengaruh kuat untuk menggerakan kekuatan militer untuk perang suci atas nama agama.
Hapusitu menurut saya :D
pendapat gue sob :D
Hapuskarena pada abad 15—16 sikon disana menekankan pada semua orang untuk memiliki agama, dan pada waktu itu militer atau keamanan berperan dari belakang Terhadap kaum beragama. :D
Rofiqatun Hasanah
BalasHapusUntuk menjawab pertanyaan hasmal.. Sekitar tahun 1300 sebagian besar Eropa diperintah oleh para raja dibantu oleh suatu kelompok terbatas penguasa yang terdiri dari rohaniwan dan bangsawan. mereka inilah yang mengontrol kota-kota besar dan kecil, bukan para pedagang dan para tukang ahli yang hidup dan berbisnis di dalamnya, dalam artian rohaniwan dan bangsawan yang monminasi. Pada suatu ketika para pedagang dan para tukang ahli mulai bersikeras untuk mempunyai andil di dalam pemerintahan sejak abad ke-11 hingga seterusnya.
Inilah yang menyebabkan mereka bertentang, bukan karena ajaran agama kristen yang tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan..
Menjawab dari pertanyaan Hasmal : Menurut asaya sebenarnya alasannya sudah disebutkan oleh kelompok pada bagian latar belakang yang sikutip dari Suhelmi. Mungkin bisa dibaca kembali. Intinya pertentangan dikarenakan oleh kaum ilmuwan yang telah melakukan penelitian empiris yang trnyata hasil.y tidak sesuai dengan apa yang di dogma kan oleh kaum agama. sehingga kaum ilmuwan melakukan perlawanan terhadap dogma-dogma agama yang menurut kaum ilmuwan itu kurang benar atau bahkan tidak benar.
BalasHapusSaya mau membantu menjawab, untuk pertanyaan dari dina amiria : menurut saya di dalam artikel juga disebutkan bahwa pertentangan yang muncul disebabkan karena anggapan bahwa ilmu pengetahuan telah menyalahi apa yang ada di dalam ajaran agama. sedangkan berdasarkan penelitian ilmuwan modern secara empirisnya bahwa hasil penelitiannya ternyata berbeda dengan dogma dari agama, sehingga para ilmuwan berushaha mempertahankan hasil dari peneltiannya, begitu pula kaum agama. menurut saya seperti itu.
BalasHapusRofiqatun Hasanah..
BalasHapusiya memang benar, tapi itu juga bisa dijadikan latar belakang dari apa yang dipertanyakan oleh hasmal, dan saya ketika menjawabnya tidak asal, saya menjawab berdasar buku milik Brown, Alison. 1999. Sejarah Renaisans Eropa. Terjemahan Saud Pasaribu. 2009. Bantul: Kreasi Wacana. halaman 31..
Rofiqatun Hasanah.
BalasHapusuntuk menjawab pertanyaan Dian.. Tidak ada kaum militer yang punya andil pada waktu itu, karena di artikel sudah jelas yang berkuasa pada waktu itu adalah agama yaitu kristen, seolah raja tidak mempunyai kekuasaan, justru malah gereja lah yang mengatur pemerintahan. Berbagai hal diberlakukan demi kepentingan gereja, tetapi hal-hal yang merugikan gereka akan mendapat balasan yang sangat kejam. Contohnya, pembunuhan Copernicus mengenai teori tata surya yang menyebutkan bahwa matahari pusat dari tata surya, tetapi hal ini bertolak belakang dari gereja sehingga Copernicus dibunuhnya.
Maaf, jika memang kaum militer tidak punya andil...
Hapusbagaimana cara pihak gereja mendisiplinkan pihak-pihak yang membangkang atau bertentangan dengan pihak geraja ?
mas desmond, pihak gerja menekankan pihak yang membangkang atau bertentangan untuk ikut pihak gerja. karena dengan agama atau ikut pihak gereja seseorang tidak akan bebas. my opinion
HapusM. Dian Mutahar : Bagaiamana hubungan dari Renaisans dengan peradaban Islam?
BalasHapusapakah renaisans yang mempengaruhi peradaban islam ataukah peradaban islam yang mempengaruhi renaisans?
Hubungannya sangat erat, Renaisans itu muncul karena terinspirasi oleh para ilmuan islam pada waktu itu. Setelah perang salib, terjadi kontak antara peradaban barat dengan peradaban islam. Di sinilah, bangsa Eropa mengenal dan mulai mempelajari ilmu pengetahuan di dunia islam, dan mulai menyalin hasil karya ilmuan-ilmuan islam dan menghadirkan kembali ilmu pengetahuan yunani yang telah dilupakan. (Bangsa islam mempelajari ilmu pengetahuan dari Yunani, lalu dibukukan dan bangsa barat mulai mempelajarinya)
HapusHasil karya ilmuan islam mana yang mereka salin?
HapusBanyak desmond, kan sudah diterangkan pak deni kemarin. Walau banyak karya ilmuan muslim yang dihancurkan, tetapi ada beberapa karya ilmuan muslim yang masih bisa diselamatkan dan disimpan di sebauh perpustakaan besar, kalau gak salah Cordoba ya...
HapusOrang barat menyalin, menerjemahkan dan menafsirkan karya-karya ilmuan islam yang menginspirasi mereka untuk lebih mengembangkan ilmu pengetahuan di peradaban barat. Di buku Sejarah Eropa milik Wahjudi Djaja malah dikatakan bahwa ironisnya banyak karya ilmuan muslim yang akhirnya diakui sebagai karya orang barat... untuk spesifiknya saya tidak tahu mond, karya apa saja.... tetapi menurut buku-buku yang saya baca semua menunjukkan seperti itu,
This is my answer, :D
itu kan hasil karya dari peradaban islam disalin, nah secara tidak langsung arsip asli masih ada dan dipegang pihak eropa, bagaimana? mungkin atau tidak?
Hapusmaaf, saya iku menjawab
Hapusbegini mbak vika, yang menemukan arsip Zaman Yunani-Romawi kuno adalah orang muslim dan dipelajari. kemungkinan arsip Zaman Yunani-Romawi kuno juga disimpan diperpustakan-perpustakaan orang muslim. dan pada perang salib, arsip-arsip tersebut kemungkinan juga ikut hilang. maaf mbak melda seingat saya sisa" arsip tersebut disimpan disalah satu perpustakaan di Mesir yang menjadi cikal bakal didirikannya universitas Al-Azhar
Berarti Mesir, thank's for your information :D
Hapuswhohoho
Jadi mesir juga ikut serta menyimpan ini?.
Hapusok thanks friend.:D
Hasmal, ada beberapa contoh bahwa gereja berusaha membatasi ilmu pengetahuan yang berkembang apalagi ilmu pengetahuan yang bertentangan dengan ajaran gereja pada waktu itu, example:
BalasHapusgalileo galilei yang membuat teori bahwa bumi itu bulat, karena ajaran gereja mengajarkan bahwa bumi itu datar, maka galileo dianggap mencoreng nama ajaran gereja, karena telah bertentangan dengan ajaran gereja selama ini. Paus melakukan tindakan pembatasan ini, karena paus ingin mempertahankan dominasi gereja.
Rofiqatun Hasanah.
BalasHapusUntuk menjawab pertanyaan Maghfiroh. Bnayak hal yang menyebabkan kekaisaran romawi runtuh, salah satunya adalah : meletusnya suatu perang saudara di Kekaisaran Romawi (perang saudara pertama sejak kematian Antonius pada tahun 30 SM), pada abad ke-3, Kekaisaran dihadapkan pada sebuah krisis dimana serangan bangsa bar-bar, dan hiperinflasi terjadi dalam waktu yang bersamaan dan terus menerus, perang Punik I dan II, pemberontakan Tiberius (133 SM), dan Spartacus (73-71 SM).
Kejauhan mbak, itu bukannya penyebab Romawi terbagi dua...
Hapussaya mau embantu menjawab, pertanyaan dari mustika : bisa jadi seperti itu, kana tetapi mungkin benih-benih liberalisme belum nampak secara nyata, karena perkembangan liberalisme pada abad-abad 19-20 an.. sepertinya seperti itu.
BalasHapusberarti liberalisme sendiri juga menilik dari pengaruh renaisans di eropa?
HapusIya mus, kan paham liberalisme adalah kebebasan individu sedangkan juga sudah dijelaskan bahwa pada zaman ini Tumbuhnya kebebasan, kemerdekaan, dan kemandirian individu.
Hapusthis opinion lagi.:D
menanggapi dari rofiqatun H. : berarti pada saat itu militer tidak ada, nah tidak adanya secara fidik atau secara kekuasaan. karena kita tahu setiap pemerintahan memiliki kuat otoriter bisa disebabkan karena kekuatan militernya... lalu bagaimana dengan pemerintahan saat itu, kenapa tidak menggunakan kekuatan militernya (jika ada)?
BalasHapusArini Rhosidatin
BalasHapusdi jelaskan karakteristik Renasaisans yang bersifat individualisme membawa dampak positif serta negatif. pertanyaanya contoh dari kedua dampak tersebut seperti apa saja, kemudian pertanyaan yang ke-2 hal yang menyebabkan dan faktor penduduk Eropa melepaskan diri dari agama akibat mendukung Renasaisans apa saja?
dampak positif: perkembangan ilmu pengetahuan, bidang arsitektur dan sains.
Hapusdampak negatif: krisis moral, karena ajaran agama sudah mulai tidak dianggap, maka terjadi banyak pelanggaran norma-norma, contoh mabuk-mabukan, judi, main perempuan. mereka menyalah artikan kebebasan bertindak dan berpikir pada masa itu.
Faktor penyebab: mereka mulai lelah dengan dominasi gereja, mereka ingin bebas bertindak dan berpikir.
Rofiqatun Hasanah.
BalasHapusUntuk menjawab pertanyaan Dian..Pada abad ke-12-13 cendekiawan pada periode ini tinggal beberapa dari mereka dan kemunduran muslim menjadi jelas. Para pemikir dan penulis kreatif muslim berkurang dalam jumlah yang besar, kecuali ahli sejarah-filosuf besar Ibnu Khaldun nyaris terhenti. Masa kejayaan barat abad renaisans berawal dari bangkitnya semangat keilmuan dari yunani dan romawi kuno. Eropa mengalami sebuah tantangan besar pada awal kebangkitannya, mereka harus menghadapi kekuatan islam yang sulit dikalahkan, terutama kerajaan Usmani di Turki. Mereka harus menembus lautan yang dipandang sebagai pembatas gerak mereka. Mereka melakukan berbagai penelitian tentang alam dan menjelajahi benua. Dalam waktu singkat, Eropa mampu mendominasi peradaban dunia. Dan terjadilah perputaran nasib yang sangat hebat dalam seluruh sejarah umat manusia. Peradaban Eropa yang maju dengan cepat karena terbukanya daerah baru baginya. Kemajuan Barat telah melampaui Islam yang sedang mengalami kemunduran. Kemajuan Barat dipercepat dengan penemuan dan perkembangan dalam ilmu pengetahuan, penemuan mesin uap yang kemudian melahirkan revolusi industry di Eropa dan perkembangan teknologi perkapalan dan militer. Negeri yang pertama jatuh ke tangan Eropa adalah negeri yang jauh dari kekuasaan Usmani. Meskipun mengalami kemunduran, namun masih dipandang kuat oleh bangsa Eropa. Penetrasi barat ke pusat dunia islam timur tengah pertama-tama dilakukan oleh dua bangsa Eropa terkemuka yaitu Inggris dan Perancis. Inggris lebih dulu menanamkan pengaruhnya di India. Perancis merasa perlu memutuskan hubungan komunikasi antar inggris di Barat dan India di Timur, oleh karena itu pintu gerbang ke India yaitu Mesir harus berada dibawah kekuasaannya untuk maksud tersebut Mesir dapat ditaklukkan Perancis tahun 1798 M.
LOL
BalasHapusmau tanya
BalasHapus1. Apakah Renaisan adalah awal dari modernisasi? Apa buktinya?
2. Arti dari Renaisan adalah kelahiran kembali, dalam hal pengetahuan, pemikiran rasional, kebebasan individu, dll yang telah ada pada zaman Yunani-Romawi Kuno dan dilahirkan kembali pada abad 15-16an. Pada zaman Yunani-Romawi kuno sudah mengenal pemujaan terhadap para dewa. Pertanyaannya mengapa para tokoh renaisan tidak melahirkan kembali kepercayaan tersebut? Mengingat keotoritasan gereja pada masa itu?
3. Jika pemikiran dari zaman Yunani-Romawi kuno dapat lahir kembali, apakah kejadian seperti Revolusi Gereja dapat lahir kembali?
terimakasih mohon tanggapannya
1. Yups, :D .... Modernitas berarti adalah bertindak maju dan sesuai tuntutan zaman, bila ditelaah kembali, masa Renaisans membawa kemajuan diberbagai aspek kehidupan bangsa Eropa, buktinya? Berkembangnya ilmu pengetahuan, kemajuan dalam bidang arsitektur, dll yang akan menjadi cikal bakal penemuan-penemuan besar masa selanjutnya :D
Hapus2. Melahirkan kembali kepercayaan mitologi atau dewa-dewa Yunani atau Romawi? untuk apa? pada abad awal masehi, di Romawi terjadi kekacauan agama, banyak kepercayaan terhadap dewa-dewa mengalami kerancuan, dan malah mereka akhrinya tetap melakukan ritual agama denga meniru bentuk-bentuk kristen. Itu adalah prototype agama Kristen selanjutnya, banyak terjadi akulturasi agama Kristen dengan kepercayaan kuno. Sehingga tidak perlu dilahorkan kembali :D
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus3. Bisa saja, setelah masa Renaisans, terjadi banyak perubahan pada struktur, pengaruh dan kebijakan dari gereja. Karena banyaknya orang yang sudah mulai muak dengan kengkangan gereja, maka terjadilah perubahan di dalam tubuh gereja itu sendiri, mungkin itu adalah sebagian kecil reformasi gereja pasca renaisans :D
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapustambahan
Hapusa. Renaisans juga melahirkan masyarakat yang lebih progresif dan wujud semangat mandiri sehingga membawa kepada aktivitas penjelajahan dan kemajuan. Dengan adanya aktivitas penjelajahan akan memajukan kehidupan masyarakat, dari pengertian modernisasi sendiri adalah proses mendunia kan?
b. Renaisans juga telah membentuk masyarakat perdagangan yang maju. Keadaan ini telah melemahkan kedudukan dan kekuasaan golongan gereja yang selalu berusaha menyekat perkembangan ilmu dan masyarakat di Eropa.
This my opinion.:D
terimakasih mbak melada
Hapussalah satu faktor dari lahirnya renaisan adalah kemuakan atas gereja itu sendiri, mengapa para tokoh renaisan juga tidak memikirkan akan pembentukan kepercayaan yang baru lagi? seperti halnya lahirnya agama Budha atas agama Hindu
Faktor pengalam masa lalu mungkin sam.:D
Hapusthis opinion
Melda, bukan MELADA !!!!
Hapusmengapa seperti itu, karena mereka sudah tidak terlalu dipusingkan dengan agama lagi, pusat mereka adalah antroposentris...dimana mereka lebih banyak berkonsentrasi mengembangkan ilmu pengetahuan, ekonomi, sains, bidang-bidang seni, etc. Tidak sepenuhnya agama dilupakan, tetapi mereka tidak ingin dipusingkan lagi dengan agama, agama hanya sebagai penentram hati, dan mendekatkan diri kepada Tuhan, Kesimpulannya... dari pada mengembangkan agama yang sudah ada, lebih baik mengembangkan iptek, ekonomi dan bidang-bidang seni.... :D
iya maaf atas kesalahan pengetikan
Hapusjadi dalam hal ini agama bukanlah tujuan mereka (kehidupan setelah mati) melainkan tujan kehidupan didunia. jadi mereka menganut semi-atheisme?
buka semi-atheis, orientasi pemahaman atau perspektif mereka dalam memandang agama di abad pertengahan dan pasca renaisans itu berbeda setooo, hanya berubah cara pandang ajahhhhhhhhhhh, yang sbelumnya hanya hidup untuk mencari kehidupan layak di dunia setelah mati menjadi atroposentris (man can do all things if they will),
Hapustrimakasaih atas jawabannya maaf merepotkan
HapusMau tanya...maaf kalo malem-malem...
BalasHapusDari pernyataan ini:
Menurut Huijbers (1982:50) menyatakan “Salah satu hasil dari penilaian kembali kebudayaan kuno ialah bahwa dalam zaman Renaisans manusia lebih-lebih dihargai sebagai pribadi individual, entah dalam bidang kesenian dalam bidang hidup lain. Karena titik berat diletakkan atas pribadi manusia, zaman ini disebut juga zaman Humanisme.”
Humanisme ??? Kok rasanya aneh ya ketika mendengarnya...
Humanisme itu sebenarnya apa sih?
Jikalau memang zamannya humanisme, kenapa pada zaman ini masih ada perbudakan?
membantu menjawab dari pertanyaan mas Desmon
Hapushumanisme dalam konteks kebebasan mengumandangkan atau mengutarakan pendapat, menurut sutarjo (2007:24) "Humanisme di zaman Renaisan mengumandangkan pandangan hidup yang antroposentris, liberal, sekular dan rasional", bukan dalam konteks humanisme perbudakan. akan tetapi dari lahirnya pemikiran tentang kebebasan berpendapat akan berlanjut kedalam pemikiran kesetaraan derajat dan kesamaan hak asasi manusia.
Menambah .
HapusHumanisme adalah istilah umum untuk berbagai jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan keluar umum dalam masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Humanisme telah menjadi sejenis doktrinberetika yang cakupannya diperluas hingga mencapai seluruh etnisitas manusia, berlawanan dengan sistem-sistem beretika tradisonal yang hanya berlaku bagi kelompok-kelompok etnis tertentu.
Humanisme modern dibagi kepada dua aliran. Humanisme keagamaan/religi berakar dari tradisi Renaisans-Pencerahan dan diikuti banyak seniman, umat Kristen garis tengah, dan para cendekiawan dalam kesenian bebas. Pandangan mereka biasanya terfokus pada martabat dan kebudiluhuran dari keberhasilan serta kemungkinan yang dihasilkan umat manusia.
Menurut Marteen Luther (1483-1546) menyatakan bahwa manusia didepan tuhan menjadi pribadinya sendiri, manusia menjadi lebih unggul dibanding orang lain. Jadi, jika disebut dengan perburuhan rasanya kurang pas.
Bukankah begitu sam?
Mengapa masa ini juga disebut sebagai masa humanisme?
HapusKarena pada masa Renaisans, tokoh atau aktor utama penggerak munculnya Renaisans adalah kaum humanis...
siapa mereka?
mereka adalah para sastrawan, seniman, kaum borjuis, ahli teologi, ilmuan, etc.
mereka adalah pendukung utama lahirnya Renaisans, dominasi mereka sangat terlihat, maka zaman Renaisans juga bisa disebut sebagai zaman humanisme.
Kenapa masih ada perbudakan, humanisme disini bukan memanusiakan manusia seutuhnya, humanisme disini diartikan sebagai kebebasan dalam bertindak dan berpikir, yang memusatkan semaunya kepada manusia (antroposentris), ada yang bilang bahwa renaisans adalah awal dari kapitalisme, apa itu benar, menurut saya benar... Inilah awal kebebasan dalam segala hal bisa dilakukan, walau belum sepenuhnya pada zaman Renaisans sudah bebas seutuhnya, karena zaman Renaisans adalah masa persiapan menuju peradaban eropa yang modern :D
this is my opinion, :D
RALAT... buka kapitalisme tp liberalisme :D
Hapuswhohoho
Sip dulur kabeh.
BalasHapusDi dalam karakteristik renaisan di bahas mengenai lepas dari agama, apakah orang yg mengikutinya menjadi ateis? terus apakah ini yang menjadi awal adanya ateis? makasih :)
BalasHapusVika Puspitasari membantu menjawab pertanyaan Alfia Hasanah
HapusDiatas sudah dijelaskan bahwa lepas agama adalah membabaskan diri dari pengaruh agama, menurutku dalam tahap ini bukan menimbulkan atheis hanya berusaha untuk membatasi pengaruh agama saja, mereka memakai kebebasan individu bukan malah menimbulkan paham Atheis.:D
saya setuju dengan vika, tetapi memang tidak bisa disangkal lagi, bahwa ada juga yang akhirnya melepaskan agama mereka dan menjadi atheis, mungkin pada abad pertengahan mereka telah banyak dikekang oleh gereja, sehingga mereka berasumsi bahwa agama itu membatasi mereka dalam bertindak dan berpikir, mereka ingin kebebasan.
HapusTetapi kembali lagi, tidak semuanya menjadi atheis, masih banyak yang masih percaya akan agama walau mungkin prakteknya tidak serumit abad pertengahan... :D
iya. pada dasarnya Atheis itu adalah sebuah pilihan dari individunya sendiri.
HapusIngat dalam teori perkembangan Piaget tadi.:D
maaf, saya iku menjawab
Hapuspada pertemuan ke 3 kemarin pak adit juga menjelaskan bahwasannya bibit-bibit atheis sendiri sudah ada pada Zaman Yunani-Romawi kuno. Masyarakat pada zaman itu membedakan antara urusan pengetahuan dengan urusan keagamaan mereka. jadi urusan agama untuk agama dan urusana pengetahuan untuk pengetahuan. seingat saya begitu
iya setuju, dengan terikat agama seseorang tidak bisa bebas, maka dari itu seseorang membebaskan diri dari agama untuk mencari kebebasan. contohnya seperti kita yang terikat agama kita tidak bisa bebas karena ada hukum yang berlaku. tidak harus menjadi atheis. pendapat saja teman.
Hapusterimakasih kak seto .:D
Maaf, anda merasa tak bebas sekarang mas Yovi ?
Hapusiya mas, karena saya punya agama yang didalamnya ada aturan dan hukum agama. :D jadi saya terikat dengan agama. :D
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAdmin. mau tanya ya
BalasHapusDari koment yang saya lihat dan pelajari, dampak negati dan positif sudah banyak ditanyakan.
Nah, sedikit saja: Menurut kalian dengan kita sudah mempelajari masa/zaman ini, adakah pengaruh yang nampak secara significant dalam perkembangan bangsa indonesia? dalam bentuk bagaimana?
serta apakah masih ada sebuah hal yang nampak jelas pada kehidupan Modern dan Global ini?
Thanks.:D
maaf saya ikut membantu menjawab
HapusPada Zaman Rearanaisan, melahirkan pemikiran dalam kebebasan individu, dari sini akan melarikan pemikiran tentang hak akan kemerdekaan sebuah bangsa. Nah, dengan ini negara kita dapat memprokamirkan kemerdekaannya.
sippp jooooooooooooooooosssssss
Hapusah biasa saja, saya hanya manusia biasa
Hapusgayamu toooooooo
Hapusnama saya Hardi Seto Kusumo,
BalasHapusmaaf tidak mencantumkan nama lengkap pada nama akun
teman teman mau tanya kenapa semua / raja raja tunduk / patuh kepada paus ?? thanks
BalasHapusDalam tulisannya yang berjudul On Ecclesiastical Power (1302), Giles of Rome menyatakan bahwa kerajaan termasuk bangsawan pemilik property, harus tunduk terhadap paus.
Hapushal ini menyebabkan paus memiliki kekuasaan penuh atas segala hal yang berhubungan dengan gereja.
http://hestisetia.blogspot.com/2012/10/makalah-filsafat-sains-filsuf-filsuf.html
Bantu menjawab pertanyaan Heni.
HapusKayaknya pembahasan ini sedikit melenceng deh, pada zaman ini ada tahap dimana berusaha lepas dari dogma agama yang keras. Hal ini dimaksudkan pada waktu itu Eropa sangat dikuasai oleh agama, ketika munculnya Renaisans maka penduduk Eropa yang mendukung Renaisans melepaskan diri dari agama, tidak mau diatur oleh agama. Jadi pengaruh paus sudah sedikit melemah.
Kalau masalah raja tunduk atau patuh kepada paus adalah seorang wakil kristus atau tuhan dari agama katolik, jadi tidaklah mengherankan jika seorang paus diagungkan layaknya seorang utusan tuhan yang ada di bumi. Begitulah mengapa raja tunduk dan patuh.
Opinion.:D
yang masih saya bingungkan, apakah zaman modern ini merupakan perluasan dari zaman renaisans? ataukah zaman modern berbeda dengan renaisans? jika memang berbeda apakah keduanya bisa ditentukan batas antara kedua zaman tersebut? terimakasih :)
BalasHapusOpini buat Farahma Intan
HapusBegini, pada zaman renaisans itu melahirkan masyarakat yang lebih progresif dan wujud semangat mandiri sehingga membawa kepada aktivitis penjelajahan dan kemajuan jadi, renaisans menjadi tonggak awal munculnya pemikiran baru mengenai modernisasi. diatas juga sudah dijelaskan seperti itu.:D
Zaman renaisans adl masa persiapan menuju peradaban eropa modern tan...setelah masa renaisans ini banyak peristiwa terjadi di eropa, ex: rvolusi industri, revolusi perancis, kolonialisme dll....
BalasHapusSesudah mengalami masa kebudayaan tradisional yang sepenuhnya diwarnai oleh ajaran Kristiani,orang-orang mencari orientasi dan inspirasi baru sebagai alternatif.
BalasHapusmengapa orang-orang mencari orientasi dan inspirasi baru sebagai alternatif ?
Opini:
HapusSudah dijelaskan juga diatas pada zaman ini, masyarakat itu memiliki keinginan untuk terbebas dari doktrin-doktrin agama yang selama ini menguasai seluruh aspek kehidupan. mangkanya orientasi dan pemikiran baru itu muncul bersama dengan tokoh-tokohnya.
sependapat sama vika, dalam buku sejarah pemikiran barat halaman 68 disebutkan bahwa pada zaman renaisans ini "manusia tidak lagi berpegang pada prinsip memento mori (ingatlah bahwa engkau akan mati) tetapi diganti dengan semboyan carpe diem (nikmatilah kesenangan hidup).
Hapushal ini dapat diartikan bahwa manusia zaman renaisans tidak hanya mementingkan kehidupan kelak di akhirat nanti tapi juga di dunia. :)
tambahan lagi
Hapuspada abad dikatakan bahwa manusia lahir ke dunia yaitu turun dari surga dan begitu ia lahir langsung mengangkat kepalanya untuk menengadah lagi ke surga, sedangkan ketika masa renaisans mengatakan bahwa manusia ini lahir ke dunia untuk mengolah, menyempurnakan, serta dan menikmati dunia ini baru setelah itu menengadah ke surga. (adisusilo:69)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskenapa renaisans harus terjadi pada abad 15-18 kenapa tidak lebih cepat?
BalasHapusbukankah abad 5-6 romawi sudah runtuh (latar belakang renaisans disebutkan adalah runtuhnya romawi) sedangkan sains sudah berkembang sejak zaman klasik
apa alasannya harus abad abad itu klo bisa lebih cepat?
Kekalahan perang saliblah yang emicu para humanis untuk epas dr pengaruh gereja..pasca kekalahan perang salib, terjadi bnyak kontak dngn org2 muslim, disanalah mereka terinspirasi untuk memunculkan masa renaisans...
HapusJd kenapa pada abad itu...karena pada masa itulah, sikon terbaik untuk membuat perubahan...apalagi didukung oleh banyak pihak yg membakar semangat mereka untuk lebih berkembang...
tadikan mas seto menyebutkan bahwa di zaman Renaisan mengumandangkan pandangan hidup yang antroposentris, liberal, sekular dan rasional", nah antroposentris dan sekular itu seperti apa dan bagaimana contoh gampangnya ?
BalasHapusmy opini :
Hapussekular : bersifat keduniawian. contoh : kekuasaan dll
antroposentris : berpusat kepada manusia
Contoh: humanisme Barat menolak dewa, memutuskan hubungan dg surga, dll
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuspertanyaannya melenceng jauh !!
BalasHapusnggak fokus ke pembahasan !!
come on gaesss,, fokus trulalalalalala :D
pertanyaan yg mna yg g fokus?
HapusWhohohoho
BalasHapusbagus amrulloh eri pradana
BalasHapus1.Apakah Odoaker ini pemimpin bangsa barbar yang brutal hingga Eropa dilanda dark Ages ?
2.Adakah pengaruh renaissance terhadap pecahnya agama kristen dalam beberapa aliran ?
rik saya akan mencoba menjawab pertanyaanmu yg no 1:
Hapusmenurut saya, Odoaker memang pemimpin bangsa barbar yg brutal sehingga eropa dilanda dark ages, karena bangsa barbar itu orangnya kurang peradapan dan mereka bangsa barbar itu suka berperang, kemudian bangsa barbar itu mulai menghancur tatanan birokrasi dan kebudayaan tinggi orang romawi, mereka juga menenggelamkan eropa pada zaman kekacauan dan kehancuran.Dan pada masa ini dikenal dengan zaman kegelapan, dan zaman ini merupakan kemunduran orang Barat hingga terjadinya Renaissans di akhir abad pertengahan.
siapakah yang diuntungkan atas peristiwa rainasans selain para pemikir dan seniman?
BalasHapusKaum borjuis
BalasHapusTrus yang paling dirugikan berarti kaum bawah?
BalasHapus